Tingkatkan Prestasi Belajar dengan Cara Banyak Membaca

Add Comment
Tingkatkan prestasi belajar dengan cara banyak membaca – Anda sebagai siswa pasti ingin meningkatkan prestasi belajar di sekolah. Sudah banyak tips dan cara untuk meraih prestasi belajar akademik yang anda ketahui.

Kunci utama agar anda memperoleh hasil belajar adalah banyak membaca. Kenapa begitu? Anda tak pernah mendengar seorang siswa berprestasi tapi malas atau kurang membaca. 

Yang anda tahu, siswa berprestasi memiliki kebiasaan atau gemar membaca. Minat baca siswa tersebut cukup tinggi. Mungkin perlu anda simak: Kegemaran Membaca di Era Informasi

Apakah hanya membaca buku pelajaran semata?

Yang dibaca tidak hanya buku buku sumber/materi pelajaran. Anda juga perlu memperdalam pengetahuan atau wawasan dengan membaca buku referensi, buku hiburan (fiksi dan non fiksi), majalah, jurnal, browsing di internet dan lain sebagainya.

prestasi belajar,gemar membaca

Berapa jam kah anda membaca setiap hari?

Ini pertanyaan utama yang perlu anda lontarkan pada diri sendiri. Jika hasil perkiraan anda hanya 2 jam sehari, coba bandingkan dengan hasil belajar yang sudah anda peroleh.

Jika inin meningkatkan prestasi belajar lebih memuaskan, coba tingkatkan frekuensi waktu membaca. Manfaatkan waktu-waktu dianggap luang. Jam istirahat belajar di sekolah, segera kunjungi pustaka sekolah atau pustaka mini yang ada di kelas anda. Silahkan baca kembali: Program Literasi Berbasis Kelas

Di kantin, saat jam istirahat dan jajan, tak ada salahnya anda membaca buku kesukaan anda. Dicemooh sebagai ‘kutu buku’? Cuek saja. Memang kebanyakan sifat siswa seperti itu zaman sekarang ini. Oleh sebab itu terapkan peribahasa, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.

Di rumah, mungkin lebih banyak kesempatan untuk membaca. Yang penting ada kemauan anda untuk meningkatkan jumlah jam membaca setiap hari.

Bagaimana bahan dan sumber baca anda?

Persoalannya, sejauhmana anda memiliki koleksi bahan dan sumber bacaan? Apakah anda memiliki koleksi bahan dan sumber bacaan dengan berbagai jenis seperti diutarakan di awal pembahasan ini?  

Sekarang dapat diambil benang merah bahwa, asal ada kemauan, dimana-mana dan kapan saja anda bisa membaca. Menambah pengetahuan dan wawasan dengan berbagai pengetahuan yang bermanfaat. 

Dengan cara ini anda akan dapat meningkatkan prestasi belajar di sekolah. Semoga.

Kidung Sendu Penjual Goreng Pisang

Add Comment
Kidung sendu penjual goreng pisang – Sekejap saja anak kecil bertubuh kurus itu telah menghilang di tengah kabut pagi.

Cuaca dingin menusuk kulit karena semalaman di guyur hujan.

Tadi anak yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar itu keluar dari rumah majikannya. Bergegas berjalan tanpa alas kaki. Di kepalanya ada tempayan plastik tempat pisang goreng jualannya.

“Pisang goreeeng….”

Suara lenting anak kurang gizi itu mengusik pagi.  Mengundang kepiluan warga di sepanjang kampung.

Sudah sekian jauh menapaki jalan berbatu dan bercadas. Namun belum seorang penduduk pun yang memanggil untuk membeli pisang gorengnya.

Hatinya mendadak galau.

Persendiannya terasa goyah. Seakan enggan untuk melangkah.

Ia berhenti di bawah sebatang kayu besar. Menaruh tempayan wadah jualannya di tempat duduk dari bambu di bawah pohon itu. Kemudian kepalanya menengadah ke langit pagi yang mulai tampak buram. Awan kelabu menutupi langit pertanda bakal turun hujan lagi.  

cerita,kisah,anak,penjual,pisang goreng

Wajah anak kecil itu nampak semakin memelas dan lesu. Matanya memandang nanar pada genangan air bekas hujan semalam.

Tadi sebelum berangkat ia tetap menaruh harapan besar di pagi yang buram. Goreng pisang jualannya laris dan pulang dengan tempayan kosong. Mengantongi sejumlah uang untuk diserahkan pada mak Suna, majikan pembuat goreng pisangnya.

Dari jualan goreng pisang goreng ia memperoleh persenan. Lumayan untuk jajan dan membeli perlengkapan sekolah. Ini sudah cukup berarti dalam membantu meringankan beban kedua orangtuanya yang berprofesi sebagai kuli tani.

Harapan pisang gorengnya bakal laris semakin melayang. Sampai sejauh ini perjalannya belum ada yang membelinya. Terbayang olehnya akan kembali ke rumah majikan dengan pisang goreng yang masih banyak. Tidak menerima persenan. Bakal terlambat datang ke sekolah!

Ia menarik nafas berat. Serasa sesak rongga dadanya. Tanpa terasa air bening bergulir di pipinya.

“Kenapa kamu menangis, dik?”

Sebuah suara berat mengejutkannya. Dengan cepat ia menyusut air matanya. Memandang ke arah pemilik suara.

“Kakak yakin, kamu sedih karena pisang gorengmu tidak ada yang membeli, bukan?” tebak laki-laki itu.
Anak kecil penjual pisang goreng mengangguk lemah.

“Jangan sedih lagi, kakak akan memborong semua pisang goreng kamu. Berapa semuanya, dik?”

“Kakak siapa dan darimana?” Anak kecil itu balik bertanya. Ia merasa tidak percaya pada pendengarannya.

“Oh, saya Imran, baru pulang dari rantau. Kebetulan tidak sempat membeli oleh-oleh buat orang di rumah.”

“Benar kakak mau memborong goreng pisang saya?”

Imran mengangguk seraya memandang anak kecil penjual pisang goreng dengan penuh hiba.

“Terima kasih ya kak?” ujar anak kecil penjual pisang goreng setelah menerima sejumlah uang. Matanya berbinar-binar memandangi uang kertas dan logam di pegangannya.

Hatinya gembira bukan main. Segera ia mengemasi tempayan yang sudah kosong dan bergegas kembali ke rumah majikan.

Tips Penting Buat Siswa Tinggal Kelas

Add Comment
Tips penting buat siswa tinggal kelas – Akhir tahun pelajaran selalu menyisakan cerita suka dan duka bagi siswa. Siswa yang berhasil dan naik kelas akan memulai kisah suka di awal tahun pelajaran.

Tidak demikian bagi siswa yang tinggal kelas. Memang, tidak ada siswa yang ingin gagal.  Tidak naik kelas atau tinggal kelas tak pernah diimpikan sejak semula oleh siswa. Namun tinggal kelas bisa saja terjadi oleh berbagai sebab.

Putus asa? Jangan, apalagi sampai berhenti sekolah. Jalan terbaik tetap bersekolah. Mengulang kembali di tingkat kelas yang sama. Anggap tidak naik kelas sebagai kesuksesan yang tertunda. Benar.

Meskipun di awal-awal sekolah terasa berat duduk dalam ruang kelas bersama dengan adik-adik kelas. Itu akan berlalu bersama perjalanan waktu. Di samping itu coba ikuti tips berikut ini bagi siswa yang mengulang di tingkat kelas yang sama.

tips,siswa,tinggal kelas

1.Berniat untuk sukses

Pasang niat agar tidak terjadi lagi kegagalan untuk kedua kalinya. Orang buta tak mau terperosok pada lubang yang sama. Oleh sebab itu perbaharui niat agar sukses dan bertekad untuk belajar lebih baik.

2.Kumpulkan buku catatan tahun lalu

Semua buku catatan pelajaran tahun lalu segera dikumpulkan dan simpan baik-baik. Ketika mengulang kembali di tingkat kelas sama, materi pelajaran tahun pelajaran lalu tidak akan jauh berubah dengan tahun pelajaran ini.

3.Mengubah kebiasan buruk

Langkah selanjutnya segeralah mengubah kebiasaan dan perilaku menyimpang yang sering dilakukan tahun pelajaran lalu. Bukankah hal demikian termasuk menjadi penyebab tidak naik kelas?

4.Yakinkan orangtua

Kegagalan naik kelas tidak hanya ditanggung oleh siswa tetapi juga kedua orangtua. Oleh sebab itu tunjukkan secara nyata kepada orangtua untuk mengulang tahun pelajaran ini dengan lebih giat belajar dan mengubah kebiasaan buruk sebagai siswa.

5.Berdoa dan beribadah

Jika selama ini lalai beribadah segeralah tingkatkan dan selalu berdoa selesai ibadah. Jika dilakukan dengan sungguh-sungguh insyaalah doa itu akan makbul. Kemudian diikuti dengan upaya belajar dengan sungguh-sungguh sejak sekarang ini.

3 Penyebab Siswa Tidak Naik Kelas

Add Comment
3 Penyebab siswa tidak naik kelas – Tinggal kelas atau tidak naik kelas menjadi momok bagi setiap siswa. Tak seorang siswa pun yang ingin mengalaminya.

Tidak hanya masalah waktu dan harga diri, melainkan juga masalah biaya sekolah yang dikeluarkan. Jika tinggal kelas, siswa mengalami kerugian dari segi waktu dan biaya sekolah selama setahun.

Namun sangat disayangkan, sebagian kecil siswa baru menyadari dan merasakan kerugian itu setelah pengumuman kenaikan kelas. Memang, penyesalan itu tak pernak datang lebih awal. Selalu datang di kemudian hari.

Informasi tentang kenaikan kelas sebenarnya sudah sering diberikan kepada siswa maupun orangtuanya. Bagaimana proses kenaikan kelas seorang siswa juga diberitahu hampir saban hari oleh guru di sekolah.

penyebab,siswa,tinggal kelas

Mengapa tinggal kelas?
Pertanyaan seperti ini hanya sekadar retorika karena siswa maupun orangtuanya sudah menerima informasi tentang hal ini. Namun dalam kesempatan ini akan dibahas kembali tentang 3 penyebab siswa tinggal kelas.

1.Tidak memenuhi KKM mata pelajaran

Siswa tidak dapat memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) 3 mata pelajaran atau lebih. Guru mata pelajaran sudah memberikan kesempatan untuk remedial namun masih banyak siswa yang tidak mengindahkannya.

2.Sikap dan tingkah laku

Yang tinggal kelas tidak selalu anak yang berkemampuan kurang dalam dalam belajar. Anak pintar bias saja gagal untuk naik kelas bila sikap dan tingkah lakunya kurang baik. Hal ini dibuktikan dengan nilai kurang pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan, estetika dan jasmani, olahraga dan kesehatan.

3.Prosentase kehadiran tidak mencukupi

Sekolah menetapkan prosentase kehadiran untuk naik kelas. Jika tidak memenuhi target kehadiran tersebut siswa akan tinggal kelas. Kenapa tidak mencukupi? Mungkin siswa malas belajar, sering bolos dan lain sebagainya.

Setelah mengetahui penyebab tinggal kelas maka siswa diharapkan dapat menghindarkan diri dari 3 penyebab tinggal kelas tersebut. Bagi yang terlanjur tinggal kelas masih ada kesempatan untuk memperbaiki kekurangan. Mengulang kembali di kelas yang sama untuk dapat naik kelas tahun pelajaran ini.