Cara Membuat Pisang Mises Ala anak Sekolahan

Cara membuat pisang mises ala anak sekolahan – Kemana anda berlibur di hari minggu ini? Jika anda anak sekolah yang kebetulan tidak pergi liburan alias di rumah saja, ada baiknya cari aktivitas baru yang mengasyikkan. 

Banyak yang dapat anda lakukan, tentunya sesuai minat dan bakat anda sebagai anak sekolah. Boleh jadi memasak atau membuat kue termasuk minat dan bakat anda. Terutama bagi siswi mari kita coba membuat menu sederhana namun murah dan meriah.

Sekadar untuk mengisi hari libur anda, yuk kita belajar membuat penganan ringan, pisang mises. Siapa tahu menimbulkan kesenangan tersendiri bagi anda sehingga menghadapi masa sekolah tetap ceria dan penuh semangat.

Selain itu, membuat pisang mises diharapkan dapat mengasah kreativitas anda sebagai seorang siswi. Terutama dalam memanfaatkan bahan kuliner sederhana sehingga bernilai tambah bagi anda.


membuat,pisang mises

Oke, mari ikuti pembahasan berikut ini tentang bahan dan cara membuat pisang mises ala anak sekolahan. Kenapa diberi embel-embel anak sekolahan? 

Ya, karena kuliner sederhana ini juga dapat dibuat oleh anak sekolah seperti anda. Biayanya sesuai untuk ukuran anak sekolah, begitu pula cara membuatnya.

A.Bahan:

1.Pisang batu (musa balbisiana) setengah matang
2.Mises
3.Susu krim

B.Cara membuat:

1.Potong pisang sesuai kreasi.
2.Goreng pisang dengan minyak goreng
3.Tiriskan pisang yang sudah masak di piring
4.Taburkan mises
5.Tambahkan susu krim di atas gorengan pisang yang sudah diberi mises.
6.Siap dihidangkan.

Nah, bagaimana? Mudah bukan? Lumayan, penganan ini dimakan saat belajar berkelompok di rumah atau di tempat kos anda.


Semoga cara membuat pisang mises ala anak sekolahan ini menjadi bahan inspirasi bagi anda untuk memanfaatkan waktu lowong di tengah masa liburan hari besar nasional ini.

Menguji Sifat Bayangan Cermin Datar

Menguji sifat bayangan cermin datar – Secara teori dikemukakan bahwa cermin datar akan membentuk 4 macam sifat bayangan. Konsep ini dipelajari pada mata pelajaran IPA di kelas VIII Semester Genap SMP/Sederajat.

Keempat sifat bayangan benda yang dibentuk oleh cermin datar adalah: (1) jarak benda (so) sama dengan jarak bayangan (si), (2) tinggi benda (ho) atau ukuran benda sama dengan tinggi bayangan (hi), (3) tertukar antara sisi kiri dengan sisi kanan benda, dan (d) bayangan bersifat semu (maya/virtual).

Bayangan semu tidak dapat ditangkap dengan layar. Oleh sebab itu bayangan semu dilukiskan/digambarkan dengan garis putus-putus (---à---).

Sifat-sifat bayangan yang terbentuk oleh cermin datar akan diuji kembali melalui praktikum mandiri sederhana. Namun demikian dapat pula dilakukan oleh siswa dalam kelompok praktik mata pelajaran IPA di kelas atau ruang laboratorium.

pembentukan bayangan,cermin,datar

#Istilah kaca dan cermin

Antara istilah kaca dan cermin, nyaris dianggap sama pengertiannya oleh sebagian orang. Padahal, kedua istilah pada benda tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Kadang-kadang dibaca dengan ‘kaca’ namun di saat lain disebut pula dengan ‘cermin’. Contoh, kadang-kadang disebut cermin spion namun sering pula dikatakan dengan kaca spion.

Apa beda kaca dengan cermin? Kaca adalah benda bening yang tembus cahaya. Sebagai benda bening, kaca meneruskan semua cahaya yang datang ke permukaannya. Contoh kaca antara lain, kaca jendela rumah, kaca mobil, kaca etalase toko, dll.

Apabila salah satu permukaan kaca itu dilapisi dengan zat lain, seperti amalgama perak, maka pengertian benda itu akan berubah menjadi ‘cermin’. Jadi, cermin adalah benda yang dilapisi amalgama perak dan pasti memantulkan cahaya yang menerpa permukaannya.

Mengapa memantulkan cahaya? Cermin tidak dapat ditembus oleh cahaya. Penggunaan cermin, misalnya pada cermin hias, cermin lemari dan cermin pemantul yang dipasang pada mini market atau mal.

#Cermin datar

Cermin datar adalah cermin dengan permukaan bidang pantul berupa bidang datar. Nah, cermin hias seperti contoh di atas termasuk jenis cermin datar.

Untuk menguji sifat bayangan pada cermin datar akan diperlukan bahan/benda sederhana dan langkah-langkah berikut ini.

A.Bahan/benda diperlukan

1.Cermin hias/cermin datar
2.Paku panjang 5 cm
3.Kertas karton tebal
4.Mistar (rol penggaris)
5.Spidol

B.Cara dan langkah kerja

1.Pasang cermin hias atau cermin datar di tengah karton tebal
2.Tancapkan sebuah paku 5 cm di depan cermin pada jarak 20 cm
3.Ambil penggaris dan spidol. Buat garis lurus dari arah paku menuju permukaan cermin, selanjutnya garis lurus dari arah paku ke atas garis mendatar dan ke bawah garis mendatar. Ketiga garis yang dibuat beri tanda panah.
4.Tulis nama kita atau teman di depan cermin datar misalnya Budi dan Edy, seperti gambar berikut:

memotret,hasil pengujian,cermin datar

5.Sekarang coba diperhatikan bayangan  paku dan 3 garis bertanda panah yang telah dibuat di depan cermin datar.
6.Bandingkan jarak dan tinggi benda dengan jarak dan tinggi bayangan. Apakah sama?
7.Bagaimana posisi bayangan nama Budi dan Edy pada bayangan cermin datar?
8.Jika anda memotret hasil pengujian, seperti halnya pada pengujian ini.  Dipotret oleh pak Hadi Rahim (seorang staf kependidikan), headset ponsel android dipasang pada telinga kanan. Bagaimana posisi bayangan headset gadget pak Hadi tersebut?

C.Analisa pengujian

1.Bersifat semu (maya/virtual)
Kita akan melihat bayangan paku dan tiga garis lurus dengan posisi ‘seolah-olah’ berada di belakang cermin. Penasaran? Coba kita lihat ke bagian belakang cermin datar, apakah memang ada bayangan paku dan ketiga garis lurus yang anda lihat?

Pasti kita tidak melihat bayangan apa-apa di belakang cermin datar. Berarti bayangan benda yang dibentuk oleh cermin datar bersifat semu. Kata ‘semu’ disini dimaknai dengan ‘seolah-olah’ atau dalam bahasa fisika dikenal dengan istilah tidak dapat ditangkap dengan layar (jika ditaruh sebuah layar di belakang cermin).

2.Jarak dan tinggi bayangan benda
Jika jarak paku misalnya 10 cm dan tinggi paku 5 cm maka jarak dan tinggi bayangannya juga 10 cm dan 5 cm. Artinya, cermin datar membentuk jarak dan tinggi bayangan sama dengan jarak dan tinggi benda aslinya. ( so = si dan ho = hi )

3.Tertukar sisi kiri dengan kanan
Tulisan kedua nama ternyata berbentuk aneh. Nama BUDI dan EDY pada bayangan bertukar sisi, sisi kiri dengan kakan dimana pada bayangan terbaca I D U B dan Y D E  (huruf D B dan E menghadap ke kiri).

Begitu pula halnya dengan posisi bayangan headset ponsel Pak Hadi Rahim. Headset ponsel android pak Hadi sebenarnya dipasang di telinga kanan ketika memotert. Namun pada bayangan cermin datar, posisi telinga dan headset bertukar sisi-sisi menjadi sebelah kiri.

Pengujian sifat bayangan cermin seperti di atas dapat pula dilakukan untuk cermin cekung dan cembung (cermin lengkung). Semoga bermanfaat.


5 Budaya Baik di Lingkungan Keluarga

5 Budaya baik di lingkungan keluarga – Sering dikemukakan bahwa kedua orangtua menjadi pendidik sekaligus guru pertama anak di lingkungan keluarga. 

Dikatakan demikian karena anak pertama kali lahir, tumbuh dan berkembang di lingkungan rumah tangga. Anak mendapat pendidikan pertama kali di lingkungan keluarga dengan kedua orangtua sebagai pendidik dan gurunya.

Orangtua memang tidak mengajari anak dengan berbagai disiplin ilmu. Melainkan menanamkan nilai-nilai sikap dan karakter baik. Hal ini dapat dilakukan melalui tradisi dan kebiasaan yang baik (budaya baik) di lingkungan keluarga, suri tauladan dan dokrin kedua orangtua anak.

Ada beberapa budaya baik yang perlu ditumbuhkembangkan sejak dini di lingkungan keluarga. Berikut pembahasannya:

budaya baik,lingkungan,keluarga

1.Budaya baca dan tulis

Dua budaya ini saling berkaitan. Budaya membaca berhubungan dengan penambahan pengetahuan dan wawasan. Sedangkan budaya tulis berhubungan dengan penyampaian ilmu pengetahuan dan gagasan melalui bahasa tulis. Kelak anak akan terlatih dan terbiasa untuk membaca dan menulis sesuatu yang bermanfaat.

2.Budaya antri

Budaya antri jangan dianggap enteng. Anak yang sudah terbiasa dengan antri, menunggu giliran, kelak akan terbiasa melakukan antri di tempat pelayanan umum. Tidak mau menyelonong atau melanggar hak orang lain. Ini artinya menghormati hak dan kepentingan orang lain di tengah masyarakat.

3.Budaya mengalah

Budaya mengalah bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik secara arif dan bijaksana. Dalam bahasa lain, tertib. Yang dulu didahulukan, begitu sebaliknya. Mengalah bukan berarti kalah melainkan mundur untuk menjaga timbulnya hal-hal yang tak diinginkan. Dengan demikian konflik yang lebih parah akaibat tak mau mengalah bisa dihindarkan. Budaya ini erat kaitannya dengan sikap mental sabar.

4.Budaya hemat

Budaya hemat di lingkungan keluarga bukan berarti mendidik anak untuk bersikap pelit dan kikir. Melainkan mendidik dan melatih anak untuk menggunakan sesuatu sesuai kebutuhan dan menurut ukurannya. Tidak berlaku boros dan melakukan hal-hal bersifat mubazir.

5.Budaya disiplin

Karakter disiplin memang harus dimulai di lingkungan keluarga sejak dini. Disiplin sejak dini akan membuat anak terbiasa disiplin di lingkungan sekolah maupun lingkungan lainnya. Disiplin terhadap waktu, berpakaian dan mentaati aturan dan tata tertib yang berlaku.

Lima Budaya baik di atas perlu ditumbuhkembangkan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan keluarga. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Menjaga Kesehatan dengan Berpikir Positif

Menjaga kesehatan dengan berpikir positif – Agar tetap sehat, jarang sakit, ternyata tidak cukup dengan hanya menjaga kesehatan tubuh. Banyak orang yang selalu menjaga kesehatan fisiknya dengan baik.

Berolahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang serta istirahat yang cukup dan masih banyak cara sehat lainnya. Namun cara itu semata belumlah lengkap tanpa memperhatikan kesehatan psikis.

Psikosomatik merupakan istilah populer beberapa tahun silam. Gangguan psikologis yang berdampak terhadap kesehatan tubuh. Faktor penyebab psikosomatik antara lain  stres dan depresi. Tidak jarang dua gangguan ini berawal dari konflik sosial, persoalan ekonomi dan budaya.

Namun selalu berpikir positif akan menjauhkan dari gejala psikosomatik. Menanggapi atau merspons segala bentuk impuls negatif yang terjadi di sekitar pergaulan sehari-hari. Di lingkungan kerja, rumah tangga maupun di lingkungan pergaulan masyarakat di sekitarnya.

sehat,berpikir positif

Berpikir positif itu sehat

Kita sudah maklum bahwa otak (saraf pusat) berperan sebagai pusat pengendali semua organ tubuh manusia. Kesehatan otak berpengaruh terhadap respon peristiwa di dalam maupun luar tubuh.

Berpikir positif akan mensugesti otak untuk merespon dan memaksimalkan kinerja tubuh. Permasalahan yang muncul akan ditanggapi otak dengan cara mengumpulkan informasi yang diperlukan.

Sugesti berpikir postitif akan memperlancar proses kerja otak dalam mencari pemecahan masalah. Ini dilakukan otak secara terstruktur dan sistematis dengan mengoptimalkan kerja organ tubuh lain seperti jantung, paru-paru, mata, telinga dan organ penting lainnya.

Koordinasi otak dan organ tubuh yang baik akan memberi peluang untuk tubuh tetap sehat.