Beda Menulis Artikel untuk Media Cetak dan Blog

Beda menulis artikel untuk media cetak dan blog - Apakah sobat matrapendidikan.com pernah menulis artikel untuk media cetak, seperti; surat kabar, majalah atau tabloid? Jika pernah, atau memang berprofesi sebagai penulis pada media cetak tersebut. 

Sudah pasti mahir membedakan antara menulis di media cetak dengan membuat artikel untuk blog.

Salah satu beda paling mendasar dan menjadi fokus pembahasan postingan ini adalah sasaran pembaca. Artikel di media cetak  hanya dibaca oleh manusia. Ditampilkan dalam bentuk artikel/berita populer supaya dapat menarik hati pembaca. 


artikel,blog,media cetak

Jika pembaca sudah tertarik dengan suatu media bukan mustahil mereka akan berlangganan dan alamat media itu laris dan laku keras.

Sementara itu, artikel postingan di blog selain dibaca oleh manusia juga akan dibaca robot mesin pencari (search engine). Robot mesin pencari seperti google, bing, ask, dan lain sebagainya akan menjelajahi (crawl) setiap kata demi kata artikel postingan di blog.

Sering pakar SEO menyebutkan bahwa membuat artikel postingan di blog perlu mempertimbangkan unsur-unsur SEO agar postingan akrab dan bersahabat (friendly) dengan robot mesin pencari. 

Jika robot penjelajah suka dan akrab dengan artikel yang dibuat,  postingan akan ditempatkan pada halaman pertama search engine. Ini akan mendatangkan lebih banyak pengunjung dan pageview pada blog tersebut.

Demikian uraian singkat mengenai perbedaan menulis artikel untuk media cetak dan postingan blog. Semoga dapat meanmbah wawasan kita semua.

Share this :

5 Responses to "Beda Menulis Artikel untuk Media Cetak dan Blog"

  1. Robotnya kayak transformer ya mas ... hehehehe

    BalasHapus
  2. Robotpun ikut menjelajahi ya uda...bagaimana kalau di acak2?????

    BalasHapus
  3. Mas Isnaeni--->Konon robot spider (laba-laba) mas Is...

    Mbak Indah--->Hahaha...acak2 template kita ya mbak? informasi yang Uda dapat, tugasnya untuk mengcrawl mbak. kalau menyalahi tugas, kita lapor sama mbah google, mbak..hehehe..

    BalasHapus
  4. Agar semua artikel bisa di crawl oleh google, apakah perlu optimasi lagi ngak...?

    BalasHapus
  5. Mas Adjat--->Perlu mas, setelah dicek di SE beberapa artikel yg telah diterbitkan dan ternyata tidak muncul pada halaman 1, 2 atau 3. Perlu dioptimasi kembali, misalnya apakah artikel kita kebanyakan kata kunci? Atau kebanyakan link internal dalam satu artikel?

    Yg saya lakukan, kata kunci maksimal 3, begitu pula jumlah internal link. Lakukan optimasi artikel itu secara bertahap agar tidak menimbulkan duplikat konten.

    BalasHapus