Karakteristik Guru dan Profesi Keguruan

Karakteristik Guru dan Profesi Keguruan

Karakteristik guru dan profesi keguruan - Pada postingan sebelumnya telah ditampilkan artikel katagori guru di bawah judul guru itu seniman pembelajaran(?). Pada akhir judul sengaja diberi tanda tanya, dalam kurung (?). Judul itu bisa menjadi sebuah kalimat pernyataan sekaligus pertanyaan.

Latar belakang dan profesi sahabat komentator bersifat heterogen. Namun diyakini seratus porsen, semua sahabat kita pasti pernah atau sedang bersekolah. Kalau begitu pasti sudah mengenal guru dengan baik. 

Mengetahui mata pelajaran dari A sampai Z. Jika ada sahabat yang kebingungan, itu bukan karena tidak mengenal karakter guru dan profesi keguruan. Namun semata-mata karena kebingungan membaca artikel...hehehe. 


karakteristik,profesi,guru,keguruan

Mengamati komentar para sahabat, kita dapat belajar sekaligus mengambil benang merah karakteristik guru dan profesi keguruan. Simak yang berikut ini:

1.Profesi guru memerlukan keahlian dan kecakapan khusus.

2.Penampilan guru di depan kelas ikut menentukan suasana pembelajaran dan motivasi siswa untuk belajar.

3.Guru itu seniman dan disainer pembelajaran.

4.Profesi guru mengandung unsur-unsur manusiawi seperti perhatian, motivasi, attitude yang tidak dimiliki robot canggih sekalipun.

5.Guru itu sosok yang patut digugu dan ditiru.

6.Guru tidak pernah menyimpan dendam kepada muridnya, jika memarahi maupun memuji, itu perwujudan rasa sayang kepada muridnya.

7.Guru ganteng cenderung digandrungi siswa perempuan, guru cantik digandrungi siswa laki-laki.

8.Guru itu menjadikan manusia yang cerdas, berbudi pekerti dan berketerampilan serta berkecakapan.

9.Guru itu juga manusia, punya keterbatasan, kekhilafan dan kesalahan. Kalau tidak punya ini, berarti bukan guru…???

10.Guru bisa lupa kepada muridnya namun murid tidak pernah lupa kepada gurunya.

Demikian kira-kira hasil belajar kita terhadap komentar para sahabat terhadap artikel guru itu seniman pembelajaran. Namun semua itu bersifat relatif karena pemahaman yang subjektif. 

Ada yang kurang, tidak benar, atau keliru dari poin di atas? Dengan senang hati…. silahkan menambahkan, membenarkan atau meluruskan melalui komentar di bawah ini. Terima kasih. 

Posting Komentar