Kabut Asap Ganggu Proses Belajar Siswa

Kabut asap ganggu proses belajar siswa - Kabut asap yang melanda beberapa wilayah sumatera bagian tengah telah berdampak pada proses belajar siswa di sekolah. Di daerah tempat tinggal admin, sekolah diliburkan sejak beberapa hari lalu. Siswa yang tengah menghadapi ujian pra UN terpaksa dihentikan untuk sementara dan menurut rencana akan dilanjutkan Senin depan (17/3). Ini pun kalau kondisi kabut asap sudah mulai mereda.

Akibat sekolah diliburkan otomatis proses pendidikan anak terhenti. Upaya siswa dalam mempersiapkan UN pun terkendala. Sebelumnya, siswa di beberapa sekolah memang sudah menggunakan masker pengaman namun itu tidak mempan dalam menghadapi gangguan terhadap pernafasan. Untung saja pagelaran seni dan budaya masih sempat dilaksanakan sesuai jadwal.

kabut asap,ganggu,pbm

Dalam satu hari, matahari sudah mulai jarang tampak. Terhalang oleh kabut asap tebal di angkasa. Jarak pandang tidak sampai satu kilometer. Tumbuh-tumbuhan yang biasanya nampak hijau cerah kini mulai berubah warna ditempeli oleh debu yang hinggap.

Timbul pertanyaan, apakah ini ujian, bencana atau laknat dari Allah SWT terhadap ulah dan perbuatan manusia? Ini tidak mudah untuk dijawab, namun masing-masing kita tentu perlu saling koreksi diri, berserah diri dan minta ampun kepada Allah SWT.

Demikian sekelumit info perihal kabut asap yang sempat mengganggu proses belajar siswa di sekolah tempat admin bertugas.

Share this :

19 Responses to "Kabut Asap Ganggu Proses Belajar Siswa"

  1. sayang sekali ya pak padahal sedang mau UN. semoga saja bisa belajar di rumah dan hasil un sesuai target

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, mas. Tidak hanya siswa di tempat Uda, di daerah lain apalagi. Mudah-mudahan mereka tidak memanfaatkan liburan ini dengan bermain-main. Tentu harapan kita kepada pemerintah pusat (kemendiknas) agar mempertimbangkan soal UN 2014 bulan April mendatang khusus untuk daerah bencana kabut asap...

      Hapus
  2. kuasa sang pencipta tepatnya,yang tidak pandang sedang apa umatnya, jika memberikan cobaan, semoga tertundanya UN siswa tersebut tidak menjadi masalah besar untuk para siswa, amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin...Terima kasih mbak Devy.

      Hapus
  3. Hanya karena ulah segelintir orang atau perusahaan jadinya semua kena dampaknya ya mas...doanya semoga asap ini segera terbasuh oleh hujan aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin ya rabbal'alamin. Memang dalam waktu sebulan ini belum turun hujan, mbak. terima kasih mbak Indah.

      Hapus
  4. kasihan adik2 kita yg lagi mempersiapkan UN ya.. terkutuk tuh bagi org/siapa saja yg berperilaku tidak bertnggung jawab sperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas dukungannya terhadap kabut asap yang merugikan dunia pendidikan ini, mas...

      Hapus
  5. Turut prihatin Da, atas musih ini di daerah sana, semoga semuanya cepat berlalu dan teratasi. Agar proses belajar mengajar dan aktifiats warga dapat berjalan dengan normal kembali ya....

    Salam

    BalasHapus
  6. wah ikut prihatin mas. Sebaiknya harus turun tangan ya pemerintah nya agar cepat teratasi kebakaran hutan nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak Rin. Semestinya begitu, namun dibaca di media lain, ada kabar aneh terhadap penanganan kabut asap akibat pembakaran hutan ini. Tapi nggak taulah mbak..

      Hapus
  7. kalau ada kabut asap begini kasihan siswa ya pak, mata bisa pedih serta sesak nafas juga jadinya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar buk Indri. Mata terasa kemasukan pasir, perih dan nafas agak sesak.Entah kapan ini akan berakhir di sumatera bagian tengah, buk Indri...

      Hapus
  8. Kami didaerah medan turut prihatin ya mas

    saya lihat juga di media parah banget asapnya.....

    kalau siswa di liburkan pasti seneng tuh....
    hehehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya memang begitu, mbak Intan. Mereka senang diliburkan karena kecapek an belajar kali. Mereka mungkin belum menyadari sepenuhnya apa kerugian diliburkan itu...Sementara di daerah lain kegiatan belajar masih berjalan normal. Terima kasih atas kunjungannya mbak...

      Hapus
  9. ya mas satu hari ini dada saya sesak kenak kabut asap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata kabut asap ini lebih parah dampaknya dari asap rokok ya, mas?

      Hapus
  10. kasihan para siswa ya sob nggak bisa belajar di sekolah gara-gara ada asap

    BalasHapus