4 Masalah Pokok dalam Pendidikan Nasional

4 Masalah pokok dalam pendidikan nasional – Pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas sumberdaya manusia (human resources). Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu bangsa semakin tinggi pula kualitas sumberdaya manusianya  

Oleh sebab itu, titik bidik pengelolaan pendidikan oleh pemerintah dari masa ke masa mengacu pada peningkatan mutu pendidikan di semua jenjang pendidikan.

Untuk mewujudkan sasaran tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai inovasi dalam sistem dan proses pendidikan nasional. Hal itu berkaitan dengan masalah pokok dalam pendidikan nasional Indonesia.  

Ada 4 masalah penting yang melatarbelakangi inovasi sistem dan proses pendidikan nasional:

1.Pemerataan pendidikan

Upaya pemerintah untuk mengadakan gedung sekolah dan  unit gedung baru, terutama jenjang pendidikan dasar menengah dapat dikatakan telah rampung. Namun pemerataan memperoleh kesempatan pendidikan masih perlu dikembangkan secara bertahap. 

Program wajib belajar 9 tahun dianggap sudah mencapai sasaran sehingga dilanjutkan dengan program wajib belajar 12 tahun. Itu artinya, anak Indonesia minimal harus mendapatkan pendidikan minimal tamat sekolah menengah atas (SMU/K/Sederajat).

masalah,pendidikan,nasional

2.Relevansi pendidikan

Pada awalnya, pembelajaran di lembaga sekolah dinilai tidak relevan dengan tuntutan dalam dunia kerja. Lowongan kerja yang dibutuhkan tidak terpenuhi oleh lulusan sekolah. 

Oleh sebab itu, khususnya tingkat SMU/K/Sederajat diadakan program pilihan sesuai minat peserta didik. Usaha itu juga dibuktikan dengan penyempurnaan kurikulum pendidikan di lembaga sekolah.

3.Kualitas pendidikan

Kualitas pendidikan menjadi hal yang tak dapat ditawar-tawar. Berbagai inovasi dalam teknologi pendidikan semakin disempurnakan. Salah satu yang paling anyar adalah pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Mengarahkan siswa pada proses bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan.

4.Efisiensi pendidikan

Proses pendidikan yang efisien dinilai akan meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh sebab itu inovasi pendidikan harus berorientasi pada bagaimana pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran efektif dan efisien menjadi tuntutan agar efisiensi pendidikan dapat diwujudkan.

Saya hanyalah seorang guru non-profesional sekaligus blogger yang selalu berusaha belajar dan...belajar serta mengajar di dunia maya maupun alam nyata.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
25 April 2016 08.29 delete

termasuk pemberian gratifikasi pada tenaga pengajar saat kenaikan kelas sehingga tenaga pengajar memberikan nilai yg subyektif pada anak didik..

Reply
avatar