Ide Menulis Sering Berawal dari Masalah

Ide menulis sering berawal dari masalah – Dalam kehidupan, mustahil rasanya seseorang dapat mengatasi masalah tanpa masalah. Artinya, setiap orang akan menghadapi masalah dalam upaya mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Karena hidup itu adalah rangkaian masalah yang perlu diselesaikan satu persatu secara bertahap.

Namun demikian, masalah yang dihadapi tidak berarti harus dihindari. Apalagi untuk ditakuti. Justru sebaliknya, masalah tersebut harus dikelola. Dimanfaatkan menjadi sesuatu yang dapat mematangkan keterampilan. Katakanlah, keterampilan dalam mengatasi masalah.

masalah,menulis,artikel

Bagi sebagian orang, masalah boleh jadi menjadi awal untuk melahirkan sebuah kreasi atau ide untuk menulis. Mencurahkan asal muasal masalah sampai ditemukan jalan keluarnya. Terciptalah sebuah tulisan atau artikel berupa opini, tips dan cara mengatasi atau melakukan sesuatu. 

Kemudian  disajikan kepada pembaca. Di media cetak maupun media jaringan internet. Dalam hal ini adalah blog. Baca juga: Menulis Artikel di Media Cetak atau Blog

Tanpa disadari, ketika menghadapi masalah, orang ingin curhat kepada orang lain. Namun terkadang keinginan itu mundur seketika dengan berbagai alasan. Ketika itulah muncul keinginan curhat kepada kertas. 

Diambil pena kemudian digoreskan semuanya pada kertas. Kertas disini, boleh jadi buku diari.

Seorang penulis atau pun blogger, momentum ini berakhir pada penyalaan computer/laptop dan aplikasi lainnya untuk menulis masalah yang sedang dihadapi. Siapa tahu dengan cara ini, orang lain yang berkunjung ke blog dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi tersebut.

Wajarlah, jika dikatakan bahwa kebanyakan ide menulis berawal dari sesuatu permasalahan yang dihadapi oleh seseorang. Termasuk admin matrapendidikan.com sendiri. Bagaimana dengan Sobat? Jangan lupa baca: Menulis Itu Gampang Susah

Share this :

22 Responses to "Ide Menulis Sering Berawal dari Masalah"

  1. Berati kalau sering menulis, penulisnya punya banyak masalah yah Uda. hehehe #becanda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah mulai sekarang perbanyaklah masalah biar bisa nulis banyak, tapi gak harus pergi ke pegadaian lho yang katanya menyelesaikan masalah tanpa masalah :D #just kidding

      Hapus
    2. Wah Mas Marnes ide cemerlang nih tt3tt3tt3 ... lho ya kalau bisa jangan banyak masalah ya MAS Ridha..? semoga bisa nulis apa saja walaupun tanpa masalah ini kan Pak Uda sebagai perumpama an saja Ya Pak

      Hapus
    3. Bukan mustahil seperti itu, mas Ridha...Ya, masalahnya itu masalah yang enak-enak dan disukai..hehehehe..

      Hapus
    4. Hayoo...perbanyak masalah yang bagus-bagus biar banyak yang ingin ditulis tanpa perlu ke pegadaian, mas Marnes...hihihi...

      Hapus
    5. Tapi bukan masalah yang berat-berat, mas Saud...Masalah yang ringan aja...hehehe...

      Hapus
  2. Iya bener juga ya pak guru, ketika seseorang sedang mendapati masalah tentu ia akan berusaha keras untuk bisa mencari solusi demi menyelesaikan permasalahannya. Dan yang pasti masalah bukan untuk dihindari tapi harus dihadapi dan dikelola dengan tepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman menemukan dan memecahkan masalah, justru sering menjadi sebuah tulisan, mas Marnes. Ini banyak kita baca di blog sahabat kita. Misalnya, trafik rendah. Mengapa rendah? Ternyata begini, ternyata begitu sebabnya...Rupanya masalah tersebut dihadapi oleh sahabat kita dengan tepat...

      Hapus
  3. betul sekali Pak Uda ide untuk saya menulis terkadang seperti yan Bapak tulis di artikel ini.. tapi kalau mengenai masalah pribadi sih gak saya tulis di posting, ya paling lihat masalah sisi yang ada di sekitar kita saja ya Pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya kalau masalah pribadi ditulis dalam blog diary ya mas? Saya juga begitu koq mas...

      Hapus
  4. Biasanya jika ide basic berasal dari masalah yang sedang Booming atau sedang "in" di media massa bisa menguntungkan traffic blog kita. Karena niche, sekaligus keyword yang dibidik banyak yang dicari. Selain itu menulis berdasarkan case (kasus) yang sedang ramai di bciarakan masyarakat bisa membuat blog kita semakin dicari banyak orang. Setujuuuuuuuuu bangedssss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, cemunguds banget mas Asep...hehehe. Blog kita akan ramai dan dicari pengunjung. Masalah baru akan muncul, kalau kata kunci kita kalah dalam persaingan, ya mas Asep?

      Hapus
  5. kadang yang menjadi hambatan menjadi penulis adalah tanpa adanya topik yang mau kta bahas, maka dari itu jika kita ingin menjadi penuls blog maupun yang lain, kita harus pintar2 memunculkan ide baru dan mengemas semua kata-kata itu dengan baik sehingga mudah dipahami,, makasih infonya gan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali, mas Purnama...Mungkin menulis itu semacam keterampilan; menemukan ide, menulis dan menerbitkan ide. Sehingga kita perlu berlatih terus tanpa henti.

      Hapus
  6. biasanya kalau hasil tulisan dari sebuah pengalaman ataupun masalah nilai tulisannya sangat orsinil dan mampu dipertanggung jawabkan, jika ada pertanyaan bisa menjawab lugas karena sangat menguasai materi, berbeda jauh jika tulisan yang dicari karena mengikuti trend dan banyak jiplak.. kurang lebih begitu ya pak guru..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sependapat dengan mbak Santi. Artinya, kita justru lebih menguasai materi karena ditulis berdasar masalah yang dihadapi sendiri. Tentu saja sifatnya masih relatif, mbak...

      Hapus
  7. Benar Da, permasalahan sekarang itu kita sering susah membedakan mana tulisan yang bermanfaat bagi kita, atau bagai orang lain.. Justru kadang-kadang dengan keasyikan dan memperturutkan hobi menulis, seseorang itu sering lupa kaidah dan adab dalam menulis itu sendiri, walaupun sebuah tulisan di status sosmed.. heheheh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bermanfaat atau tidak sebuah tulisan bagi diri kita maupun orang lain, itu relatif sifatnya mas Raaifa. Bagi si A mungkin sebuah tulisan kurang bermanfaat karena tidak menyentuh kepentingannya, namun bagi si B boleh jadi sangat bermanfaat.

      Barangkali, yang perlu kita pertimbangkan adalah adab dan etika menulis, sekali pun itu di media sosial...

      Hapus
  8. saya juga sering banget membuat artikel karena bermasalah,jadinya artikel pertanyaan deh.hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Barangkali itu termasuk jenis artikel solusi ya mas? Ada masalah yang dihadapi namun sudah ditemukan juga jawabannya karena rajin bereksperimen..

      Hapus
  9. wah saya musti cari banyal masalah nih pak guru untuk mengisi artikel blog saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau begitu, saya juga akan ngikut mas Danish deh...hehehe. Banyak masalah, berarti banyak ide untuk dituliskan...

      Hapus