Belajar dari Tingginya Rasa Sosial Semut

Belajar dari tingginya rasa sosial semut - Alam terkembang dapat dijadikan guru. Inilah pepatah yang sering diungkapkan oleh para guru dan orang tua. Tentu saja alam disini maksudnya adalah semua makhluk hidup dan benda mati yang ada di sekitar kita. 

Makhluk hidup tempat belajar manusia antara lain manusia itu sendiri, hewan dan tumbuhan. 

Salah satu makhluk hidup yang sering menjadi perbandingan dan bahan pembelajaran adalah hewan semut. 

Karakter semut dapat dijadikan cerminan yang dapat diambil sebagai bahan belajar bagi manusia. Pepatah mengatakan, dimana ada gula pasti disitu ada semut.


Manusia sering meniru pola ini sebagai tempat hidup untuk mencari rezeki. Dimana sumber pencaharian atau lapangan pekerjaan, disitulah akan ditemukan banyak manusia untuk bekerja mencari nafkah. 


Dimana letak tingginya rasa sosial semut?

Semut lebih nyata menunjukkan sebagai makhluk sosial. Hewan ini suka bekerja sama. Benda yang berat sekalipun akan bisa mereka angkut. Bersama-sama menggotong makanan dan segala sesuatu yang diperlukan, seperti pada gambar di atas.

Gotong royong dan hidup berkolaborasi adalah nilai penting yang perlu dipelajari pada hewan serangga ini.

Selain itu, rasa sosial semut juga ditunjukan ketika segerombolan semut hilir mudik dalam mengerjakan sesuatu. Setiap berpapasan dengan sesama semut pastilah mereka berhenti. Seolah-olah mereka saling menyapa antar sesama. Memelihara silaturrahmi.

Barangkali tidak ada semut yang saling bermusuhan dalam suatu kelompoknya. Tidak ada yang berkelahi dalam memperebutkan makanan atau sesuatu yang mereka dapatkan. Mereka semua bersahabat. 

Saya hanyalah seorang guru non-profesional sekaligus blogger yang selalu berusaha belajar dan...belajar serta mengajar di dunia maya maupun alam nyata.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
21 Mei 2016 07.19 delete

Membaca penjelasan di atas,,, mungkin ini yang dinamakan filosofi semut...

Reply
avatar