Promosi Sekolah Pengaruhi Target Rombel

Promosi sekolah pengaruhi target rombel - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2015/2016 sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Persaingan antar sekolah sederajat, semakin terasa dalam mendapatkan calon peserta didik baru.

Masyarakat pada umumnya, sudah mengetahui bagaimana sekolah yang tepat untuk dijadikan tempat belajar anak-anaknya. Sekolah yang dicari adalah sekolah yang dapat menjembatani kebutuhan peserta didik di era teknologi ini. Selain itu, dapat pula memberikan bekal yang memadai untuk anak menuju dunia kerja dan terjun ke tengah masyarakat.  Baca juga: Tips Penting Pilih Sekolah untuk Anak

Promosi menjadi langkah yang tepat untuk bersaing mendapatkan calon peserta didik baru. Di wilayah tempat tinggal admin sendiri, promosi itu dilakukan melalui media radio, selebaran, dan promosi langsung ke sekolah yang dituju. Setiap sekolah berkompetisi menjual program dan produk unggulan di sekolah.

promosi,sekolah,rombel

Tidak dapat dielakkan memang, jumlah calon siswa yang mendaftar ke sekolah tersebut bergantung sejaumana gencarnya promosi yang dilakukan. Sekolah yang berhasil dalam promosi akan dapat memenuhi target kuota rombel (rombongan belajar) yang ditetapkan. Bahkan ada yang berlebih dari target sehingga menambah jumlah rombel jika itu memungkinkan. Maksudnya, jika tersedia ruang belajar cadangan yang memadai.

Sekolah yang mencapai target rombel, jelas tidak akan mengalami permasalahan. Bagi guru sertifikasi, tercapainya target rombel ini akan dapat memenuhi jumlah jam mengajar perminggu, tanpa harus mencukupinya ke sekolah lain. Baca: Beban Mengajar Guru Terlalu Berat(?)

Namun sebaliknya, kekurangan atau tidak tercapainya target rombel berarti kekurangan jam mengajar bagi guru, sesuai persyaratan mengajar bagi guru sertifikasi. Mau atau tidak, guru tersebut harus mengajar di sekolah lain untuk mencukupi kekurangan jam mengajarnya.

Share this :

2 Responses to "Promosi Sekolah Pengaruhi Target Rombel"

  1. iya guru sertifikasi di target untuk memenuhi jam mengajar, kadang kasian juga buat para honorer yang sudah kerja nya lama, tapi jam kerja nya kadang di curi sama yang sudah PNS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah dilemanya sekarang mbak. Guru honorer yang punya pengabdian luar biasa di sekolah ternyata harus mengalah karena jam mengajar diambil alih oleh guru yang notabe mencukupkan jam mengajar...Mudah-mudahan ada jalan keluarnya buat rekan-rekan kita yang masih honorer...

      Hapus