Cara Pintar Hemat Energi Listrik

Cara pintar hemat energi listrik – Apakah tagihan rekening listrik Anda semakin melambung dari bulan ke bulan? Itu pertanda energi listrik yang terpakai oleh peralatan listrik Anda semakin besar. Tagihan listrik yang kita bayarkan setiap bulan adalah energi listrik yang terpakai oleh alat-alat listrik di rumah tangga.

Penghematan energi listrik sesungguhnya tidak hanya persoalan biaya rekening listrik. Lebih dari itu adalah keterbatasan sumberdaya energi listrik yang tersedia. Oleh sebab itu perlu adanya gerakan hemat energi di rumah tangga. Selanjutnya dapat disimak kembali: Pentingnya Gerakan Hemat Energi Listrik

Energi listrik sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang. Seorang siswa harus belajar di rumah dengan menggunakan penerangan dari lampu listrik. Ibu rumah tangga memerlukan energi listrik untuk menjalankan berbagai peralatan listrik di rumah tangga, seperti kulkas, blender, pemasak nasi, setrika, dan lain sebagainya. Begitu pula para blogger, perlu energi listrik untuk menyalakan PC dan laptop. Selanjutnya, masih banyak contoh alat listrik lain yang digerakkan dengan menggunakan energi listrik.

cara,hemat,energi,listrik

Bagaimana cara menghemat energi listrik? Berikut ini adalah cara pintar menghemat energi listrik di rumah tangga:

1.Gunakan alat listrik yang efisien energi

Setiap alat listrik memiliki transpormator dengan efisiensi yang berbeda. Gunakan alat listrik dengan efisiensi yang mendekati 80 %. Dua puluh porsen lainnya akan berubah menjadi energi kalor (panas). Peralatan listrik yang sudah lama dipakai, biasanya memiliki efisiensi yang kurang 80%. Jika tranformatornya lebih cepat panas yang berdampak pada panas alat listrik, sebaiknya transpormatornya diganti dengan yang baru.

2.Pilih alat listrik hemat energi

Sekarang sudah banyak alat listrik, seperti lampu penerangan yang hemat akan energi listrik. Alat ini biasanya mampu menghemat energi listrik sekian porsen. Misalnya lampu jenis CFC dan LED dengan kemampuan penerangan sama, lebih hemat energi daripada lampu jenis kawat pijar.

3.Manfaatkan alat listrik dengan efektif

Menggunakan tabung penyimpan air lebih efektif ketika menyalakan pompa air. Dalam sehari tabung penyimpan air diisi sampai penuh lebih bagus dari pada menyalakan pompa air listrik setiap menggunakan air. Tindakan lain yang tak kalah perlunya adalah mematikan alat listrik jika tidak digunakan. Gunakan alat listrik kapan dan dimana perlu saja.

4.Kurangi penggunaan alat listrik

Jika diperlukan, anggota keluarga tidak ada salahnya jika berusaha untuk mengurangi penggunaan alat yang menggunakan energi listrik. Misalnya, mencoba untuk memarut kelapa secara manual dengan menggunakan alat parut. Coba simak kembali: Mengajar Memarut Kelapa Aksi Paling Eksklusif

5.Matikan saklar/stop kontak ketika listrik padam mendadak

Saat ini, terutama di daerah pedesaan sering kali listrik padam mendadak. Jika menyala kembali disaat semua peralatan listrik masih terpasang, maka beban meteran menjadi besar dan putarannya menjadi cepat. Oleh sebab itu, selagi bisa, segera matikan (off) alat-alat listrik yang sedang terpasang.

6.Terapkan konsep rekening bengkak pengeluaran besar

Tarif listrik yang kita bayar adalah energi yang terpakai oleh alat-alat listrik seperti lampu penerangan, alat elektronika di rumah tangga (televisi,radio,PC/laptop,kulkas, mesin cuci, blender,dll).

Menghemat energi listrik di rumah tangga berarti meminimalkan pembayaran tagihan rekening listrik setiap bulan. Selain itu juga telah membantu gerakan untuk penghematan sumberdaya energi listrik yang sudah mulai terbatas.

Share this :

6 Responses to "Cara Pintar Hemat Energi Listrik"

  1. Sepertinya layak banget nich buat diterapkan.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mas. mari kita coba meskipun masih banyak cara lainnya untuk menghemat energi listrik...

      Hapus
  2. menghemat listrik tentu sangat diwajibkan kapda para pengguna, sebab masih ada tetangga kita yang belum menikmati listrik, makanya yu kita mulai berhemat listrik pake trik dari sini yu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih dukungannya, mas...

      Hapus
  3. Balasan
    1. Iya, Mas. krisis energi listrik...

      Hapus