Pendidikan Anak di Lembaga Sekolah

Pendidikan anak di lembaga sekolah – Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan formal. Pengelolaan lembaga sekolah ini bersifat kolektif. Artinya, lembaga ini dikelola secara bersama-sama dan melibatkan beberapa unsur penting. Misalnya, kepala sekolah, guru, tenaga administrasi dan operator sekolah. Masing-masing unsur ini memiliki tugas dan fungsi tertentu.

Kepala sekolah merupakan unsur penanggung jawab dalam semua proses yang berlangsung di sekolah. Semua unsur yang ada di sekolah bertanggung jawab langsung kepada kepala sekolah secara langsung maupun tidak langsung.

Sebaliknya, sebagian tugas kepala sekolah dapat didelegasikan kepada unsur lain seperti guru, tenaga administrasi dan operator sekolah. Pemberian wewenang oleh kepala sekolah salah satunya didasarkan atas kecakapan dan potensi yang dimiliki oleh guru maupun tenaga administrasi.

pendidikan,anak,sekolah

Peran guru dalam pendidikan anak

Kegiatan utama di lembaga pendidikan formal sekolah adalah terselenggaranya proses belajar dan mengajar (PBM). Dalam hal ini guru adalah aktor utama karena berinteraksi langsung dengan siswa, subjek sekaligus objek dalam pendidikan. Melalui perannya sebagai pengajar, guru melaksanakan kegiatan PBM secara langsung di ruang kelas.

Peran guru dalam pendidikan tidak hanya sebagai pengajar. Dalam dimensi waktu bersamaan, guru juga berperan sebagai pendidik. Membimbing siswa dalam belajar sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang diinginkan. Sasarannya adalah terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku siswa akibat perbuatan belajar siswa di bawah bimbingan para guru.

Selain sebagai pengajar dan pendidik, guru juga sebagai pelatih dalam pendidikan. Peran ini menempatkan guru untuk memberikan bekal kecakapan hidup sehingga memiliki keterampilan dasar yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Kurikulum pendidikan anak

Kurikulum adalah seperangkat rencana atau program kegiatan pendidikan. Kurikulum pendidikan yang berlaku menjadi pedoman utama bagi guru dalam melaksanakan interaksi belajar di ruang kelas.

Sebenarnya kurikulum hanyalah sebuah benda mati yang berisi program dan prosedur pendidikan di sekolah. Namun demikian sebuah kurikulum memiliki potensi untuk mengubah intelektual, sikap dan tingkah laku serta keterampilan anak.

Kurikulum tidak dibuat oleh guru melainkan dibaca, dipahami, dijabarkan dilaksanakan oleh guru melalui pembelajaran. Kesuksesan guru dalam mengoperasionalkan kurikulum tergantung pada bagaimana guru memahami dan menterjemahkan nilai dan muatan yang terdapat dalam kurikulum.

Eksplorasi nilai dan muatan kurikulum dimulai dengan perencanaan yang bagus. Perencanaan itu tertuang dalam dokumen pembelajaranan atau perangkat mengajar. Perencanaan ini akan diterapkan oleh guru melalui proses pembelajaran. Dengan menguasaai metodik dan didaktik, guru berpeluang untuk menciptakan proses belajaran yang efektif dan efisien.

Pembelajaran efektif dan efisien

Pada hakikatnya, pemberdayakan kurikulum pendidikan merupakan usaha menciptakan situasi dan kondisi bagaimana anak dapat belajar dengan baik. Belajar dengan baik dalam hal ini adalah belajar dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan sehingga prestasi belajar anak dapat diwujudkan secara optimal.

Suasana belajar yang menyenangkan akan terwujud bila kondisi lingkungan sosial dan alam di sekolah cukup nyaman dan kondusif. Dengan kondisi lingkungan ini masing-masing komponen yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah akan dapat menjalankan fungsinya masing-masing. Konsep pendidikan anak di sekolah dapat diterapkan dan tidak hanya sebatas teori belaka.

Kesimpulan

Konsep pendidikan anak di lembaga sekolah pada hakikatnya untuk mengubah intelektual, sikap dan tingkah laku serta keterampilan motorik siswa ke arah yang lebih baik. Tugas ini akan menempatkan guru sebagai seorang pengajar, pendidik, dan pelatih.  Dengan demikian, konsep pendidikan anak di lingkungan keluarga menjadi sinergis dengan pendidikan anak di lembaga sekolah.

Share this :

6 Responses to "Pendidikan Anak di Lembaga Sekolah"

  1. klo mnrt pa uda ,,, kurtilas itu gmn ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Misi Kurikulum 2013 secara konseptual sangat bagus, mas Fiu. Jika didukung oleh sarana dan sumber belajar memadai tentu akan lebih bagus lagi. Namun di sisi lain,kurikulum ini sarat materi. Ini akan membuat beban belajar siswa semakin berat. Hal ini dapat dilihat melalui struktur dan muatan kurtilas untuk tingkat SMP/Sederajat misalnya, melebihi kurikulum sebelumnya. Dari 32jam per minggu menjadi 38 jam.

      Hapus
  2. sangat sepakat dan acungan jempol pada kesimpulan yang sekaligus di tayangkan dengan demikian dari kesimpulan tersebut kita mulai bersikap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mas...Mudah-mudahan proses pendidikan anak di lembaga sekolah menjadi lebih baik.

      Hapus
  3. Guru yang berkualitas dan bisa dekat dengan siswa menjadi sangat dibutuhkan,,,, ketika masa sekolah sih saya jarang dekat dengan guru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kedekatan guru dan siswa menyebabkan adanya komunikasi sosial yang baik sehingga memperlancar proses pembelajaran di kelas, mas...

      Hapus