Mengapa Terjadi Gerhana Matahari?

Mengapa terjadi gerhana matahari? – Gerhana merupakan peristiwa terhalangnya bagian permukaan bumi dalam menerima sinar dari matahari maupun bulan. Jika bagian permukaan bumi terhalang dalam menerima cahaya matahari maka hal itu disebut gerhana matahari (solar eclipse).

Konsep materi pelajaran tatasurya di kelas 9 SMP/MTs semester genap membahas tentang gerhana matahari. Pada kesempatan ini akan dikemukakan secara khusus penyebab dan proses terjadinya gerhana matahari total. Terjadinya gerhana matahari berkaitan dengan posisi bulan sebagai satelit bumi, dan revolusi bumi dan bulan terhadap matahari. Mari kita ikuti kupasan berikut ini.

mengapa,terjadi,gerhana,matahari


Bulan itu satelit bumi

Satelit adalah penggiring dari planet. Setiap planet di tatasurya memiliki penggiringnya. Bumi memiliki sebuah satelit bulan. Bulan melakukan 3 gerakan sekaligus; gerak rotasi pada sumbunya, gerak revolusi terhadap bumi, dan sekaligus melakukan gerak revolusi terhadap matahari.

Yang menarik dari bulan adalah permukaan yang menghadap bumi selalu tampak tetap. Wajah bulan yang tampak dari bumi tidak pernah berubah. Hal ini disebabkan oleh kala (waktu) rotasi bulan sama dengan kala revolusinya terhadap bumi.

Keunikan lainnya adalah kala revolusi bulan bersama bumi mengedari matahari berbeda sehingga terjadi kemungkinan bulan, bumi dan matahari berada pada satu garis lurus.


Mengapa terjadi gerhana matahari total?

Bumi dan bulan sama-sama berevolusi terhadap matahari. Namun kala revolusi keduanya berbeda sehingga terjadi posisi dimana bumi, bulan dan matahari berada pada posisi sejajar membentuk satu garis lurus. Inilah penyebab mengapa terjadi gerhana matahari. Perhatikan gambar berikut ini.

proses,gerhana,matahari

Bulan berada di antara bumi dan matahari sehingga cahaya matahari terhalang ke permukaan bumi. Akibatnya terbentuk bayangan bulan di permukaan bumi. Daerah yang terkena bayangan utama bulan disebut umbra (bayangan gelap). Daerah umbra akan mengalami gerhana matahari total. Selain itu bayangan bulan akan membentuk penumbra (bayangan kabur). Daerah penumbra hanya mengalami gerhana matahari sebagian.

Diameter bulan jauh lebih kecil dibanding diameter bumi. Meskipun demikian, suatu ketika piringan bulan yang terlihat dari bumi mampu menutupi seluruh bayangan matahari ke bumi. Hal ini disebabkan oleh jarak antara bumi dengan bulan dapat berubah-ubah. Jarak rata-rata bumi ke bulan 150 juta kilometer.

Pada saat tertentu bulan lebih dekat ke bumi (titik aphelium) yang berjarak 149 juta km. Ketika bulan berada di titik aphelium, piringan bulan akan menutupi piringan matahari yang tampak dari bumi. Ini akan menyebabkan daerah yang mengalami gerhana matahari total semakin luas.

Demikian pembahasan gerhana matahari dan proses terjadinya. Mudah-mudahan artikel ini dapat menjadi bahan belajar bagi guru dan siswa khususnya jenjang SMP/MTs.

Saya hanyalah seorang guru non-profesional sekaligus blogger yang selalu berusaha belajar dan...belajar serta mengajar di dunia maya maupun alam nyata.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

5 komentar

Write komentar
21 Januari 2016 00.19 delete

dulu masih zaman SD mempelajari pelajaran ini, sampai disuruh praktek segala pake senter :)

Reply
avatar
21 Januari 2016 09.14 delete

150 juta kilometer barangkali? 150 kilometer buminya udah gosyonggg :D

Reply
avatar
21 Januari 2016 10.13 delete

Iya, mbak Dwi.. Materi tatasurya di SD diperluas di jenjang SMP/MTs... Senter digunakan bersama globe jika di sekolah tidak tersedia alat peraga gerhana matahari dan bulan.

Reply
avatar
8 Maret 2016 18.02 delete

besok Mas Uda kita sama-sama menyaksikan gerhannya... sebab karna terjadinya gerhana sudah saya pahami Mas setelah baca artikel nya ...makasih

Reply
avatar