Motivasi Menulis Konten Blog untuk Pemula

Motivasi menulis konten blog untuk pemula – Anda sebagai blogger pemula, sering mengalami keraguan menulis konten untuk blog? Matrapendidikan.com blog pendidikan sebagai wahana pendidikan blog, akan coba memotivasi Anda agar tidak ragu-ragu menulis konten untuk blog. Buang semua keraguan itu. Kenapa harus dibuang?


Tidak ada istilah tidak layak muat

Pada blog personal Anda, sudah pasti tidak menggunakan istilah ‘tidak layak muat’. Berbeda dengan menulis artikel di media cetak, bisa jadi artikel yang Anda kirim berujung pada tong sampah redaksi. Dewan redaksi menganggap tulisan Anda belum pantas dimuat di media bersangkutan.

motivasi,menulis,konten blog

Sebaliknya pada blog, Anda menjadi penulis, sekaligus editor dan penerbit artikel anda sendiri.  Anda lebih merdeka untuk membuat artikel dan menerbitkannya di blog milik Anda sendiri.

Tidak perlu artikel yang panjang

Dikaui memang, membuat blog hanya butuh waktu sekian menit. Tapi mengisi blog dengan sekian buah postingan tidak demikian. Namun sebagai catatan penting bagi Anda, tidak perlu membuat artikel postingan yang panjang jika belum sanggup.

Coba 4 – 5 paragraf saja terlebih dulu sebagai ajang belajar. Antara 150 – 200 kata, dan dilengkapi dengan gambar pendukung. Kelak artikel itu bisa diedit kembali, diperpanjang jika Anda belum puas dengan artikel yang sudah diterbitkan.

Jangan pikirkan dulu 'kualitas artikel'

Merasa artikel tidak berkualitas? Khawatir tidak akan dibaca pengunjung? Ragu tidak mendapat respons dari pengunjung? Jangan pikirkan itu dulu sebagai pemula. Kalau Anda pikirkan, bisa-bisa ide yang bersarang di kepala akan terbang kembali. Ujung-ujungnya blog terbengkalai.

Yang penting tahap utama anda membiasakan diri menulis artikel terlebih dulu. Menulis konten untuk blog perlu kebiasaan. Kalau dibiasakan terus-menerus tanpa memikirkan ini dan itu, suatu saat akan mahir juga. Yang penting jangan sungkan untuk belajar dan belatih.

Banyak jenis konten yang perlu dibiasakan. Mau menulis artikel panduan, tutorial, berita, atau mau menulis sastra seperti puisi dan cerpen. Nah, kalau itu rumit maka tulis saja artikel postingan tentang pengalaman sehari-hari terlebih dulu.

Jadi, Anda pemula dalam mengelola blog tak perlu ragu-ragu dalam menulis dan menerbitkan artikel postingan blog. Yang penting buat artikel semampunya dan terbitkan. Itu dilakukan secara terus menerus sehingga Anda menjadi terbiasa mengupdate konten blog. Terima kasih.

Share this :

14 Responses to "Motivasi Menulis Konten Blog untuk Pemula"

  1. Betul banget pak uda, yang menentukan layak tidaknya sebuah artikel adalah orang yang membaca.

    Saya sangat setuju, kalau menulis di blog itu harus dilakukan terus menerus, niscaya suatu saat nanti kita pasti akan semakin lihai dalam membuat sebuah artikel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Dengan prinsip seperti itu bisa menjadi motivasi untuk terus belajar dan menulis. Terima kasih, mas...

      Hapus
  2. Benar srkali Uda. Yang penting menulis, madalah kualitas nya belakangan. Dengan rajin menulis akan mengalir sendiri kemampuan yang baik, dan akan membuat tabungan bahasa kita lebih banyak.!

    BalasHapus
  3. sepengalamaan saya nih pak, dulu waktu masih belajar ide itu cuman dikit jadi alhasil artikel juga 3-4 paragraf dan gaya penyampaian nya ampun amburadul banget.hehe
    namun seiring wktu kan kita sambil berjalan sambil belajar juga dan saya yakin kalo ada kemauan untuk belajar semuanya berjalan lancar dan kedepannya bisa menguasai materi yang akan dibahas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas Hendri...Selain itu kegigihan berlatih akan menjadi senjata utama bagi kita untuk terampil menulis.

      Hapus
  4. Jika dari awal blogger sudah percaya diri tulisan apapun tidak jadi masalah tentu tetap dengan norma yang ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mas Dwi...Yang penting percaya diri untuk memulai menulis.

      Hapus
  5. Trimakasih Mas Uda atas motivasinya. Saya baru menjadi seorang bloger. Jumlah pengunjung blog saya tiap harinya hampir tidak ada. Bagaimana seharusnya saya menyikapi hal tersebut mas. Mohon tipsnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita juga mengalami hal sama ketika memulai ngeblog, mas. Namun keadaan ini segera disikapi dengan berbagai tindakan, seperti; tetap blogwalking, mengoptimasi artikel postingan, ping artikel, dan submit artikel ke situs sosial...

      Hapus
    2. Trimakasih Mas Uda atas sarannya. Saya ingin tanya lagi mas, kalau blog gado-gado seperti punya saya apakah bisa menjadi publisher GA nantinya. Pengalaman Mas Uda bagaimana dulu? Maaf kalau banyak nanya. Trimakasih

      Hapus
    3. Blog mas Gus banyak artikel dan bagus-bagus isinya. Jadi, menurut pemahaman kita, sudah bisa menjadi publisher adsense. Sebaiknya daftarkan saja setelah diperiksa apakah tidak ada bagian konten yang melanggar TOS. Blog niche atau tidak, bisa didaftarkan menjadi publisher...

      Pengalaman mendaftar adsense dulu, blog ini berisi 50-an artikel dan usia blog tiga bulan lebih.

      Hapus
  6. Saya juga masih masih blogger pemula. Untuk memotivasi menulis buat diri saya pribadi, saya membuat program menulis mandiri dengan One Day One Post. Sampai sekarang sudah lebih dari 50-an tulisan. Meski tulisan saya belum begitu bagus, dan belum jadi artikel yang bagus. Apa blog saya sudah bisa didaftarkan ke Google Adsense ya? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bagus banget program untuk menulisnya, mbak. Soal mendaftar ke adsense, dengan artikel sebanyak itu saya rasa sudah memadai untuk didaftarkan ke adsense, seperti yang juga saya lakukan dulu.

      Namun sebelum didaftarkan, tak ada salahnya diperiksa kembali "persyaratan" mendaftarkan blog ke adsense. Misalnya navigasi blog (header dan sidebar), trafik organik ( pengunjung dari mesin pencarian)dan konten blog (apa ada yang melanggar tos?).

      Mudah-mudahan jawaban saya di atas disempurnakan atau dapat ditambahkan oleh sahabat kita lain yang sudah berhasil diaprove google adsense...

      Hapus