Lebaran Tidak Mesti Segalanya Baru

Lebaran tidak mesti segalanya baru – Puasa Ramadhan baru berjalan beberapa hari. Itu berarti hari raya lebaran masih jauh di depan.

Namun hawa lebaran seakan mulai terasa. Hembusan hawa lebaran tersebut dapat dicermati  dengan menyimak berita dan informasi dari berbagai media. Tidak terkecuali media internet tentunya.

Sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu yang aneh. Kultur Sosial masyarakat sudah berurat dan berakar dalam penyambutan lebaran. Penyambutan lebaran dengan berbagai persiapan fisik sudah berlangsung sejak lama.

persiapan,pendidikan,anak,lebaran

Lebaran segalanya serba baru

Jika menoleh ke belakang, ke masa dan dekade yang lampau terutama di daerah pedesaan. Warga masyarakat sering mengidentikkan lebaran dengan sesuatu yang serba baru.

Misalnya, waktu merayakan lebaran harus berpakaian serba baru. Sepatu atau sandal baru, baju baru, dan sampai pada mobiler rumah tangga. Pokoknya, suasana serba baru.

Bahkan ada yang hanya mampu sekadar mengganti warna cat rumah. Perubahan warna cat rumah sudah menunjukkan suasana baru di hari lebaran. Itu semua dilatarbelakangi oleh prestise sosial sebuah keluarga dalam merayakan lebaran.

Pergeseran imej masyarakat

Dinamika perkembangan zaman telah mengubah arah orientasi warga masyarakat ke yang lain selain menghadapi lebaran. Imej masyarakat tidak lagi semata terarah ke penyambutan lebaran semata. Menghadapi lebaran tidak mesti  dengan sesuatu segalanya serba baru.

Jenis dan volume kebutuhan semakin meningkat. Orientasi masyarakat pun tidak hanya menghadapi lebaran. Banyak kebutuhan lain yang perlu dipersiapkan. Cari uang atau mengumpulkan uang yang banyak selama bulan puasa Ramadhan tidak lagi semata untuk menyambut lebaran.

Lebih dari itu memikirkan pendidikan anak, terutama yang memiliki anak di bangku sekolah atau perguruan tinggi. Usai lebaran disambut oleh tahun pelajaran baru di dunia pendidikan.

Pada umumnya masyarakat mulai mengarahkan perhatian pada persiapan pendidikan anak pasca lebaran. Ada anak yang sudah diterima pada jenjang sekolah baru, perguruan tinggi baru. Ada pula yang naik kelas.

Toh, semua itu membutuhkan biaya pendidikan yang tidak sedikit. Maka tak heran, sebagian orangtua anak memakai prinsip biarlah tidak memakai baju baru di hari lebaran asal biaya pendidikan anak di tahun pelajaran baru terpenuhi.

Share this :

0 Response to "Lebaran Tidak Mesti Segalanya Baru"

Poskan Komentar