Menelisik Esensi Revisi Kurikulum 2013

Menelisik esensi revisi kurikulum 2013 – Mulai tahun pelajaran 2016/2017, kurikulum 2013 (kurtilas atau K-13) akan diberlakukan secara nasional dan bertahap tiap tingkatan pendidikan.

Tentu saja menjadi aneh di telinga kita. Namanya kurikulum 2013, namun dilaksanakan pada tahun 2016. Mengapa demikian?

Merujuk pada penjelasan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno, nama kurikulum tidak berubah. Kurikulum 2013 mengalami perubahan atau revisi pada bagian tertentu sehingga namanya tetap kurikulum 2013 (kurtilas) atau K-13.

revisi,kurikulum 2013,pendidikan

Dapat kita telisik, selama ini penerapan kurtilas baru dalam tahap uji coba. Dari hasil uji coba tersebut diperoleh berbagai masukan berupa kelebihan dan kekurangan kurtilas.

Oleh sebab itu dilakukan penyempurnaan atau revisi pada bagian-bagian tertentu dari kurikulum tersebut. Revisi itu dilakukan terhadap buku kurikulum, terutama sekali sistem penilaian, kompetensi inti kompetensi dasar (KIKD), silabus, dan buku teks.

Namun yang lebih penting adalah penyempurnaan terhadap proses pembelajaran di ruang kelas oleh para guru. Betapa pun bagusnya disain kurikulum pendidikan, belum berarti banyak jika guru sebagai operator kurikulum tidak menerapkannya di ruang kelas.
Dari hasil telisik revisi K-13 diperoleh poin penting sebagai berikut:

1.Penilaian ganda tidak diberlakukan lagi

Penilaian ganda sangat merepotkan guru dalam merancang dan menyusun perangkat penilaian. Dengan revisi ini akan mengurangi beban guru terhadap sistem penilaian.

Di pihak siswa, penilaian ganda justru akan menjebak mereka pada pilihan sehingga memperbesar peluang untuk menebak.

2.Penilaian spiritual

Pada mulanya penilaian spiritual dibebankan kepada guru bahasa dan matematika. Namun dalam revisi beban itu diberikan kepada guru agama dan PPKn. Penilaian tersebut bersifat kualitatif berupa deskripsi dan tidak berupa angka.

3.Kemampuan siswa

Penerapan 3 kemampuan siswa (memahami,menganalisa,mencipta) berlaku untuk jenjang pendidikan SD dan SMP. Sebelumnya, kemampuan memahami untuk jenjang SD, menganalisa dan mencipta untuk SMP.

Ini mengisyaratkan, bahwa siswa di jenjang SD dan SMP perlu pembekalan kreativitas dan daya cipta sehingga siswa terbiasa berfikir ilmiah.

Dengan revisi kurikulum 2013 diharapkan terwujudnya upaya pencapaian keseimbangan antara matra kognitif, afektif dan psikomotorik pada siswa. Dari sinilah lahirnya manusia Indonesia yang cerdas, berakhlak mulia dan berketerampilan tinggi.

Share this :

0 Response to "Menelisik Esensi Revisi Kurikulum 2013"

Poskan Komentar