3 Teori Kejadian Makhluk Hidup

3 Teori kejadian makhluk hidup - Setelah bumi terbentuk dengan segala isinya dan peristiwa yang terkandung di dalamnya, kemudian bagaimana awal mulanya kejadian makhluk hidup yaitu tumbuhan, hewan, dan manusia?

Dalam ajaran agama islam, semua makhluk hidup apapun titik awalnya berasal dari ciptaan Allah. Perbedaan pendapat berbagai ahli tertuju pada pertanyaan, apakah makhluk hidup datang dengan sendirinya secara spontan di alam? Makhluk hidup berasal dari benda mati atau makhluk hidup berasal dari suatu yang hidup ?

Berikut akan dirangkum 3 teori kejadian makhluk hidup. Teori-teori itu ialah sebagai berikut :

capung,makhluk hidup,teori kejadian

1.Teori Abiogenesis

Teori Abiogenesis adalah teori yang menyatakan bahwa asal-usul makhluk hidup berasal dari materi yang tidak hidup (zat anorganik) yang terdapat di alam. Teori ini dipelopori oleh seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles (384-322 SM).

Beberapa contoh dikemukakan bahwa makhluk hidup berasal dari kotoran sampah yang mengeluarkan ulat atau belatung, cacing terjadi dari tanah atau dari air, dari dinding yang lembab dan basah tumbuh lumut.

Di Perancis, petani gandum yang secara tidak sengaja kain kotor alat pemikul gandum yang tertinggal ketika memikul gandum untuk disimpan masuk ke dalam lumbung padi, beberapa bulan kemudian, ditemui tikus sehingga ia beranggapan bahwa kain kotor dan gandum dapat menjadi tikus.

2.Teori Biogenesis

Teori Biogenesis adalah teori yang menyatakan bahwa semua yang hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya, terkenal dengan slogan omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo.

Pada abad ke-17 Antonie van Leeuwenhoek dari Belanda menemukan kaca pembesar dan melihat benda-benda kecil di bawah kaca pembesar ini (kemudian disempurnakan dan dinamai mikroskop). Sewaktu mengamati rendaman air jerami, orang melihat makhluk-makhluk kecil (protozoa). Orang mulai menganggap makhluk hidup berasal dari air jerami.

Francesco Redi, ilmuwan Italia abad ke-17, mengamati wadah yang berisi daging dan beberapa hari kemudian keluar belatung, ia kemudian mengadakan percobaan yang lebih teliti. Redi menyimpulkan bahwa lalat mencium bau busuk daging dan mendatanginya untuk bertelur di sana. Telur menetas dan berubah menjadi belatung, dan akhirnya menjadi lalat. Percobaan Redi menyadarkan ilmuwan bahwa teori Abiogenesis tidak benar yang benar adalah teori Biogenesis.

3.Teori Neoabiogenesis

Teori Neoabiogenesis adalah teori yang menyatakan terbentuknya kehidupan dari subsamudra atau primordial soup. Alexander Ivanovich Oparin (1930), seorang ahli biokimia Uni Soviet mengemukakan teori bahwa dulu awal sejarah terjadinya bumi adalah dalam keadaan panas. Suhu mempercepat aktivitas kimia dalam persenyawaan. 

Pada kondisi ini atmosfer purba bumi terdapat gas-gas methan (CH4), ammonia (NH4), hidrogen, uap air, dan zat-zat tadi dirangsang oleh panas bumi dan cahaya Ultra Violet membentuk nitrogen compounds, juga substansi asam amino (C2H5O2N). Asam amino adalah bahan dasar pembentuk protein yang merupakan senyawa esensial yang terdapat dalam protoplasma dan berguna untuk pembangunan tubuh makhluk hidup. 

Selama berjuta-juta tahun, senyawa organik ini berakumulasi di cekungan pantai, danau, dan perairan dan membentuk semacam sop tipis yang panas (primordial soup). Dari bahan ini kemudian terbentuk senyawa yang lebih kompleks, yang akhirnya membentuk molekul-molekul organik dan menghasilkan bahan hidup atau benda hidup. Jangan lupa simak: Asal Mula Kejadian Alam semesta (*Penulis : Difo Faizi Pratama)

Share this :

0 Response to "3 Teori Kejadian Makhluk Hidup"

Poskan Komentar