Melongok Prosesi Unik Panen Padi di Sawah

Melongok prosesi unik panen padi di sawah – Masa panen adalah masa yang paling ditunggu-tunggu oleh petani dan keluarganya. Suatu masa dimana jerih payah petani selama ini telah menampakkan dan mendatangkan hasil memuaskan.

Begitu pula dengan datngnya masa panen padi petani di  sawah. Masa panen padi biasanya antara satu sampai dua kali setahun. Rata-rata umur padi sawah sampai dapat dipanen sekitar seratus hari.
Foto : Berbincang-bincang sebelum memulai kegiatan panen padi (matrapendidikan.com)

#Menutupi kebutuhan keluarga

Hasil panen padi dapat memenuhi berbagai kebutuhan keluarga. Mulai dari kebutuhan pokok keluarga akan beras untuk dimasak menajdi nasi. Sampai pemenuhan kebutuhan lain bagi keluarga petani.

Selain untuk menutupi kebutuhan keluarga, ada juga hasil panen padi disimpan dalam lumbung padi keluarga sebagai cadangan kebutuhan pokok.

Namun kebanyakan hasil panen padi dijual oleh petani guna menutupi kebutuhan lain. Hal ini mengingat volume kebutuhan dan pengeluaran ekonomi keluarga semakin meningkat. Misalnya, membeli barang/benda kebutuhan sekunder, membiayai pendidikan anak dan lain sebagainya.

#Kegembiraan orang di sekitarnya

Kegembiraan atas datangnya masa panen padi tidak hanya dirasakan oleh petani pemilik padi di sawah.  Orang-orang di sekitarnya juga ikut kejipratan masa panen. Kenapa?

Areal padi yang akan dipanen begitu luas dan tidak sanggup dikerjakan sendiri oleh petani tersebut. Oleh sebab itu seorang petani akan membutuhkan tenaga petani lain untuk memanen padi.
Foto : Proses panen padi di sawah. Tiga buah tonggang perontok padi siap merontokkan padi setelah disabit (matrapendidikan.com)

Hal itu sempat kami longok di Kenagarian Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Untuk melengkapi artikel ini, rekan kami Refrimadona, S.Pd telah membantu dengan mengirim gambar nuansa panen padi sawah seorang petani di lokasi tersebut.
Baca juga : Gadis Cantik Penampi Padi

#Prosesi panen padi di sawah

Prosesi panen padi di sawah oleh petani terdiri dari 3 rangkaian yang beruntun.  Menyabit, merontokkan dan membersihkan padi. Ketiga proses ini dilakukan oleh masing-masing kelompok pemanen padi.

1.Menyabit padi
Menyabit padi merupakan proses memotong batang padi menggunakan sabit. Proses awal dalam memanen padi  ini dapat dilakukan oleh petani laki-laki maupun perempuan.

Kelompok penyabit padi harus lebih cepat atau lebih dulu mengerjakan tugasnya agar kelompok  pemanen lainnya, yaitu kelompok yang merontokkan padi dapat bekerja..

Sebenarnya semua petani dapat menyabit padi. Namun tidak semua penyabit padi itu yang terampil bekerja. Sebagaimana pengalaman kami, menyabit padi memerlukan keterampilan khusus.
Foto : Petani menyabit padi berpacu cepat dengan para penongkang padi (matrapendidikan.com)

Yaitu kepiawaian menyabit padi dengan cepat dan efisien namun tidak menguras tenaga yang banyak. Apa indikator penyabit padi yang piawai?

Sisa batang padi yang tertinggal setelah disabit, dapat menunjukkan seseorang terampil atau tidak dalam menyabit padi. Jika batang padi dari akar sampai batas sabitan sama tinggi dan serong meruncing rata, itu menunjukkan penyabit padi yang piawai.

Cara menyabit padi dengan posisi sabit dan batang padi miring umpama ulir, ini akan menghemat tenaga dari petani penyabit. Selain itu cara ini bisa dilakukan dengan cepat.

2.Merontokkan bulir padi
Alat perontok bulir padi tradisonal dikenal dengan sebutan tongkang. Sebuah tong dari kayu dengan ukuran tertentu dan di beri tikar plastik untuk 3 sisi, yaitu samping kiri dan kanan serta depan. Sepintas alat tongkang ini menyerupai kapal layar.

Bagian dalam tongkang dilengkapi dengan landasan untuk menghempaskan padi di tangkainya. Biasanya papan landasan terbuat suunan bambu atau katu menyerupai anak tangga yang rapat.

Pekerjaan merontokkan padi dengan alat tongkang biasa disebut manongkang atau disebut malambuik padi.

Batang padi yang sudah disabit oleh kelompok penyabit padi, diikat dan dikepal dengan kedua tangan petani pemanen. Kemudian diayun ke belakang tubuh dan dihempaskan ke depan pada papan landas atau bantalan tongkang.

Setelah dihempaskan kepalan batang padi tersebut digoyang-goyang dan diputar  sehingga buliran padi turun dan masuk semuanya ke dalam tong penampung tongkang. Cara tersebut juga bertujuan agar buliran padi tidak berserakan ke belakang atau keluar tongkang ketika diayun dan dihempaskan berikutnya.

Dinding penutup berupa tikar plastik bertujuan agar buliran padi tidak berserakan ke depan atau keluar tongkang ketika dihempaskan pada papan landas tongkang.

3.Membersihkan padi
Membersihkan padi merupakan kegiatan petani pemanen padi untuk memisahkan padi dengan sisa jerami atau batang dan daun padi..

Dulu, cara membersihkan padi digunakan nyiru penampi padi. Padi yang baru dirontokkan diangin dengan cara mengangkat nyiru berisi padi dan menjatuhkannya dengan cara tertentu.

Angin yang berhembus saat itu dapat memisahkan antara bulir padi dengan sisa jerami batang dan daun padi. Hasilnya didapat bulir padi yang bersih.
Simak juga : Nuansa Pasca Panen Padi
Kini,  untuk membersihkan padi dari sisa jerami, batang dan daun padi digunakan alat bersifat mekanik. Orang desa menyebutnya alat pompa padi, sebuah alat mekanik yang berupa kipas angin dan memisahkan antara sisa jerami dan daun padi sehingga didapat buliran padi yang bersih.

0 Response to "Melongok Prosesi Unik Panen Padi di Sawah"

Posting Komentar