Nasib dalam Cerpen Duka Dibalik Gurauan

Nasib dalam cerpen duka dibalik gurauan – Sebuah cerita (pendek) dalam perspektif matra pendidikan adalah tulisan fiktif yang sarat dengan nilai. Unsur latar, tokoh, bahkan alur sebuah cerita pendek (Cerpen) mengandung nilai intrinsik di samping hiburan.

nasib,unsur cerpen,intrinsik
Foto : Ilustrasi nasib dalam cerpen (matrapendidikan.com)

Nilai intrinsik yang terkandung dalam sebuah cerpen tersebut sering dikaitkan dengan sikap dan tingkah laku, karakter, dan budi pekerti yang baik. Nilai intrinsik tersebut tidak mungkin sempurna dan dapat dijadikan patokan seratus porsen.

Meskipun cerpen adalah cerita fiktif, sebagian kecil atau seluruhnya, bisa berupa fakta yang terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini juga kita temukan dalam cerpen, Jelang Senja di Talago Anguih.

Paling tidak ide atau gagasannya diambil dari kisah si penulis sendiri maupun kisah orang lain. Inilah yang membuat membuat sebuah cerpen bernilai spiritual maupun hiburan.

Cerpen duka dibalik gurauan
Cerpen “Duka Dibalik Gurauan” kiriman siswa, yang tidak mau ditulis namanya di akhir cerpennya. Sebuah cerpen sederhana namun menyimpan banyak inspirasi. Jika Anda belum membacanya, silahkan kunjungi sebentar Duka Dibalik Gurauan.

Sesungguhnya manusia tidak pernah bisa menduga nasib atau peristiwa yang akan terjadi setelah hari ini. Boleh jadi suka saat ini berubah duka setelah beberapa detik kemuadian. Atau suka saat ini, nun dibalik sana ada cerita duka yang tidak diketahui.

Seperti kisah dalam cerpen “Duka Dibalik Gurauan”, berlatar tempat sekolah dalam latar waktu beberapa menit saja. Gurauan Yunita ketika ia sudah terlambat ternyata menyimpan cerita duka yang belum disadarinya.

Yunita seenaknya menjawab pertanyaan perihal keterlambatannya sampai di sekolah dan mengikuti upacara. Yunita dengan santai menjawab, ada kecelakaan sehingga jalan macet, membuat ia terlambat untuk mengikuti upacara bendera. Ternyata, kecelakaan yang dimaksud Yunita berupa matinya sepuluh ekor semut terinjak oleh kakinya hanyalah gurauan belaka.

Tanpa diketahui Yunita, ternyata di tempat dan saat yang nyaris sama juga telah terjadi duka yang menimpa keluarga Yunita. Tadi pagi setelah Yunita berangkat sekolah, mama Yunita juga berangkat tugas dan mengalami kecelakaan, terjatuh dari motornya. 

Berita kecelakaan itu diketahui pak Nurman, Wali Kelas Yunita dari papa Yunita yang datang ke sekolah hendak menjemput Yunita. Agar Yunita tidak shock mendengar berita kecelakaan yang dialami mamanya, pak Nurman dan papa Yunita sepakat merahasiakannya terlebih dulu.

0 Response to "Nasib dalam Cerpen Duka Dibalik Gurauan"

Posting Komentar