3 Pilar Utama dalam Membangun Karakter Jujur pada Anak

3 Pilar utama dalam membangun karakter jujur pada anak – Seorang anak sudah memiliki potensi dan dan karakter jujur sejak dilahirkan. Namun lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat akan berpengaruh dalam perkembangan potensi dan karakter jujur tersebut.

pilar,pembangun,karakter jujur
Foto : Keluarga sebagai pilar utama penanaman karakter jujur (pixabay.com)

Pengaruh lingkungan internal dan internal yang kondusif akan menumbuhsuburkan segala potensi dan karakter jujur. Penanaman karakter jujur yang bagus di lingkungan keluarga sejak dini akan berkembang dengan baik bila lingkungan sekolah dan masyarakat sejalan dalam membangun karakter anak.

Karakter jujur dapat dipandang dalam  dimensi jujur kepada diri sendiri, jujur kepada Allah SWT dan jujur kepada orang lain. Jujur kepada diri sendiri berkaitan dengan mengakui kesalahan dan kekurangan diri sendiri serta berusaha untuk memperbaikinya.

Begitu pula kepada Allah SWT.yang ditandai dengan ketaatan dalam melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT.

Dimensi jujur kepada orang lain, termasuk kedua orangtua dan anggota keluarga lainnya. Anak yang jujur akan mendapat kepercayaan dari orang lain sehinga menjadi tenang dalam hidup. Jujur kepada Allah SWT akan mendapat pahala. Sedangkan jujur kepada diri sendiri akan membuat jiwa akan tentram.

1.Pilar keluarga

Keluarga berperan penting dalam menumbuhkan nilai-nilai kejujuran pada anak. Orangtua menjadi pendidik utama dan pertama untuk menanamkan karakter jujur melalui metode pendidikan yang dianut dalam lingkungan keluarga.

Karakter jujur tidak bisa diajarkan melalui doktrin belaka melainkan melalui contoh dan keteladanan orangtua. Jika kedua orangtua sudah membiasakan diri sejak awal bersikap dan bertingkah laku jujur, anak akan menurutinya. Anak pada hakikatnya lebih cenderung meniru sikap dan karakter orangtua.

Cukup beralasan mengapa lingkungan keluarga menjadi pilar utama dalam menanamkan karakter jujur pada anak. Anak memulai kehidupan dari lingkungan keluarga sebelum terjun ke lingkungan lain (sekolah dan masyarakat).

Untuk mengontrol perkembangan karakter jujur pada anak memang harus dimulai sejak dini di lingkungan keluarga. Kedua orangtua sangat berperan dalam pemantauan karakter jujur pada anak. Namun hal ini, menjadi permasalahan yang tidak ringan dalam pembinaan karakter jujur pada anak.

Pendidikan karakter anak ibarat filosofi bambu. Bambu bisa dibentuk dan diolah selagi masih kecil dan muda. Begitu pula dengan karakter anak. Anak yang sudah tertanam karakter jujur dari kecil setelah remaja dan dewasa terbiasa jujur.

2.Pilar sekolah

Anak yang semula berkarakter jujur akan berubah jadi pembohong atau pendusta jika mereka berada di lingkungan yang kurang kondusif. Namun anak yang berada dalam lingkungan sekolah yang baik akan menumbuhsuburkan nilai-nilai kejujuran yang sudah dimiliki anak.

Sistem dan proses yang berlangsung di lembaga sekolah hendaknya berorientasi pada nilai kejujuran peserta didik. Hasil yang hendak diraih perlu diraih dengan kejujuran. Larangan mencontek dalam ujian merupakan salah satu bentuk proses penanaman nilai kejujuran pada peserta didik.

3.Pilar masyarakat

Selain di lingkungan keluarga dan sekolah, anak akan bergaul di lingkungan masyarakat di sekitarnya. Warga masyarakat tempat dimana anak berada berkewajiban mengontrol nilai-nilai karakter jujur pada anak.

Jika anak melakukan kecurangan atau kebohongan, masyarakat dimana anak bergaul harus mengingatkan. Hal ini bukan memarahi melainkan mengingatkan pada anak bahwa kejujuran itu penting. Orang jujur akan disenangi oleh masyarakat dan disayangi oleh Allah SWT.

Penanaman dan pengembangan karakter jujur pada anak memang tidak semudah membalik telapak tangan. Kedua orangtua maupun guru di sekolah perlu memperhatikan masalah karakter jujur ini melalui contoh dan tauladan yang nyata.

Sistem dan proses pendidikan di lembaga sekolah perlu berorientasi pada penanaman nilai karakter jujur pada anak melalui disiplin ilmu yang dikembangkan di sekolah. Namun lingkungan masyarakat di sekitar anak perlu secara proaktif mendukung gerakan penanaman karakter jujur pada anak.

0 Response to "3 Pilar Utama dalam Membangun Karakter Jujur pada Anak"

Posting Komentar