Kesuksesaan Itu Menunggu untuk Ditaklukan!

Kesuksesan itu menunggu untuk ditaklukkan! - Ia hanya sekedar titik di atas bola berputar yang begitu besar, mengharapkan bulan dari lubang cacing. Tak ada gunanya selalu bermimpi dan mengharapkan semua akan terjadi.


Membayangkan dirinya berdiri di atas gedung yang begitu besar menggunakan setelan jas yang biasa mereka gunakan.  Sekarang Rayan hanya bisa melihat dan terus menyaksikan gedung-gedung itu berkembang pesat. Di kota besar ini Rayan bukan siapa-siapa apa lagi di dunia mungkin dia hanya sekedar titik.

Tinggal di gubuk kecil yang bersebelahan dengan gedung-gedung tinggi. Menggantungkan hidupnya dan keluarga kecilnya, ayah ibu dan ke tiga adik-adiknya. Rayan hanya bisa memungut sampah di kota besar ini, jadi pemulung itulah yang di lakukan keluarga kecil itu.

Jangankan memikirkan pendidikan, memikirkan hidup untuk besokpun tidak di lakukan keluarga kecil itu. Bagi mereka hidup hari ini tak ada untuk esok, dan untuk besok, besok juga di pikirkan. 

Bukannya tak mau berusaha, tapi dunia ini menjebak menuntut semuanya, termasuk pendidikan. Jika semua itu tidak dilakukan maka Rayan akan menjadi seekor tikus kecil di antara semua elang yang sewaktu-waktu  dapat menyambar Rayan dan membuat namanya tinggal kenangan di dunia ini.

Bersekolah di sekolah jalanan, tak membuat Rayan merasa kecewa. Baginya tempat bukanlah hal yang terpenting, yang terpenting itu niat, ilmu yang di tuntut dan seberapa yakin kita untuk menuntutnya. 

Tujuan pertama anak laki-laki yang selalu berpenampilan kumuh itu dalam belajar cuma satu, agar tidak mudah untuk di tipu. Di besarkan di jalanan membuat Rayan tahu seluk beluk kehidupan tipu-minipu.

Mulai dari menyamar sebagi seorang agen tkw lalu meminta uang mukanya dan kemudian kabur dengan uang yang tak seberapa di banding dosa yang didapat sampai dengan cara penipuan yang paling terkenal yaitu berjudi. Mereka tak sadar mereka sedang ditipu oleh nafsu untuk mendapatkan uang berlipat-lipat.

Dan tujuan turunannya untuk tinggal dan bekerja sabagai orang penting di salah satu gedung-gedung pencakar langit yang salalu menemaninya di dalam mimpi.

Lulus dari sekolah jalanan sebagai lulusan terbaik membuat Rayan mendapat beasiswa istimewa dari kak Yola. Wanita tiga puluh tahunan itu lebih senang dipanggil kakak dari pada ibuk. Kak Yola bilang, dia suka semangat Rayan untuk menjadi orang sukses, dan merubah nasibnya.

Walaupun bukan di universitas ternama, Rayan sangat bersyukur sekarang hidup sudah mulai berpihak kepadanya. Sekarang Rayan sudah mulai keluar dari lubang cacing, bersiap untuk menakklukan dunia, mengubah titik menjadi goresan yang indah, menjadikannya sebuah karya seni yang siap untuk dipertontonkan dan disaksikan jutaan pasang mata.

Punya kecerdasan di atas rata-rata merupakan anugrah Tuhan yang sangat terindah untuk Rayan, membuatnya sedikit mudah untuk menghadapi hidup. 

Menatap pasti ke arah kaca, berusaha meyakinkan dirinya bahwa bayangan yang saat ini ia tatap adalah dirinya. Sekarang cacing yang selama ini bersembunyi di lubang yang mengharapkan bulan datang mengahampirinya dan sekarang siap-siaplah bulan untuk menanti ke datanganku, batin Rayan turus bersorak-sorai atas kemenangannya melawan hidup. 
Simak juga : Pengabdian Sang Guru Baru
Setelan jas yang rapi, dan bekerja di salah satu gedung pencakar langit itu dan menyaksikan gubuk tua kecil yang telah mengajarkan kerasnya hidup. Sekarang Rayanlah yang akan menciptakan permainan untuk dunia. Kehidupan baru menunggu keluarga kecil itu. Keyakinan Rayan telah membawahnya kegerbang kesuksesan. (*Kiriman : Sara Ayusti)

0 Response to "Kesuksesaan Itu Menunggu untuk Ditaklukan!"

Posting Komentar