Kapan Aku Memiliki Cinta Sebesar Itu?

Kapan aku memiliki cinta sebesar itu? - Suatu malam yang dihiasi dengan indahnya bintang-bintang di langit, tiba-tiba terasa sunyi. Terngiang kejadian tadi siang, ada ibu dan anak gadisnya mengalami kecelakaan.

hadist-bukhari-muslim,cnta ibu
Ilustrasi cinta seorang ibu (matrapendidikan.com)

Satu hal yang membuatku terharu yaitu meskipun dalam keadaan terluka parah, sang ibu malah menanyakan dan meminta agar anaknya terlebih dahulu diselamatkan.

Tiba-tiba suara lembut memecahkan keheningan saat itu.

"Eh, ngelamun aja… hayoo mikir apaan?" sahut ibuku.

"Eh ibu, gak kok bu"  balasku singkat.

Entah apa yang ada dalam benakku saat itu, tanpa kusadari terlontar sebuah pertanyaan dari mulutku.

"Bu,apakah benar cinta seorang ibu itu sepanjang hayat?" tanyaku dengan senyuman. Lalu ibu menjawab “Iya,benar. Meskipun anak tersebut tak sebesar itu."

"Bu,kapan aku memiliki cinta sebesaritu ?" tanyaku penasaran.

Ibu mengusap kepalaku dan mulai berbicara

"Suatu hari. Ketika ananda menjadi ibu, Karena ketika itu, ananda mempertaruhkan hidup hanya untuk kehidupan baru, ananda akan melakukan apapun untuk menjaganya.

Taklah sedetikpun, ananda membiarkan ia merasa sedih dan takkan membiarkan seekor nyamuk menghampirinya. Ananda rela, terbangun dari nyenyaknya tidur, hanya demi mengganti popok dan memberi ASI untuknya.

Setelah sekian waktu yang ananda habiskan bersamanya, rasa cinta itu bukannya berkurang, malah semakin besar. Aneh memang, hal ini bertolak belakang dengan realita saat ini, banyak anak yang durhaka kepada ibunya, memperlakukannya lebih buruk dari temannya sendiri."

"Bu,kapan aku memiliki rasa sabar sebesar ibu ?

Lagi-lagi ibu menjawab,"ketika ananda menjadi ibu."
Dari sini aku sadar, karena ketika kelak aku menjadi seorang ibu, saat itu juga apapun yang dialami dan dirasakan ibu, kita akan merasakan itu juga. (*Kiriman : Andini Meysi Ulanda)

*)Andini Meysi Ulanda, Pelajar SMAN 2 Lintau Buo, Kab. Tanah Datar

0 Response to "Kapan Aku Memiliki Cinta Sebesar Itu?"

Posting Komentar