Acara Perpisahan Siswa Kelas IX SMPN 2 Lintau Buo Sederhana dan Sukses

Acara perpisahan siswa kelas ix smpn 2 lintau buo sederhana dan sukses – Acara perpisahan (farewell party) siswa kelas IX sekaligus guru yang memasuki masa purna tugas di kampus UPT SMPN 2 Lintau Buo diselenggarakan secara sederhana namun bermakna dan berlangsung sukses, Sabtu (27/04).

sambutan,kepala sekolah,fauzi

Acara melepas dan pengembalian siswa kelas IX kepada orangtua/wali murid serta melepas guru purna tugas itu dihadiri oleh segenap unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kecamatan Lintau Buo,  

Selain itu juga hadir tokoh pendidikan Lintau Buo, H. Masrul Yakin DT.Paduko Kayo,  Ketua Komite Sekolah, Maisal dan pengurus lainnya, pemuka masyarakat dan orangtua/wali murid kelas IX.

perpisahan,tamu undangan,smpn 2 lb
Para tamu undangan acara perpisahan di SMPN 2 Lintau Buo (Ropi'u/matrapendidikan.com)

Camat Kecamatan Lintau Buo, Zulkifli, S.Sos dalam sambutannya mengingatkan kembali pentingnya melanjutkan pendidikan bagi anak.

“Anak-anak yang tamat sekolah ini harus melanjutkan ke pendidikan tinggi. Zaman sekarang untuk mencari pekerjaan dibutuhkan minimal ijazah diploma tiga. Apa yang bisa dilllakuuukan oleh anak jika  anak sekarang ini hanya tamat SD atau SMP,” tutur Zulkifli, S.Sos

camat lintau buo,zulkifli,sambutan camat
Camat Lintau Buo Zulkifli, S.Sos: "Anak SMP harus melanjutkan pendidikan.." (Ropi'u/matrapendidikan.com)

Lebih jauh camat Lintau Buo itu mengingatkan kembali agar anak sekolah tidak terlibat dalam penggunaan obat terlarang, melakukan tindakan kriminal dan perilaku menyimpang lainnya.

Sementara itu Ketua Komite sekolah, Maisal, mewakili orangtua/wali murid untuk  menyerahkan secara simbolis kenang-kenangan dari siswa kelas IX dan diterima oleh Kepala SMPN 2 Lintau Buo, Fauzi, S.Pd.

Dalam sambutannya, Maisal juga menekankan kepada orangtua/wali murid untuk berjuang melanjutkan pendidikan anak ke jenjang yang lebih tinggi.

komite sekolah,maisal,sambutan
Ketua Komite Sekolah, Maizal memberikan kata sambutan (Ropi'u/matrapendidikan.com)

“Orangtua/wali murid harus berusaha untuk melanjutkan sekolah anak ke SMA, SMK atau ke MAN. Jangan biarkan anak hanya tamat SMP karena ijazah tersebut belum dapat dipergunakan untuk mencari pekerjaan yang layak,” tegas Maisal.

Sedangkan Kepala SMPN 2 Lintau Buo, Fauzi, S.Pd dalam sambutannya mengemukakan bahwa acara perpisahan ini memang sederhana namun cukup bermakna dan berjalan lancer dan sukses.

“Acara perpisahan ini memang dikemas sangat sederhana namun cukup bermakna bagi siswa kelas IX yang akan meninggalkan sekolah ini,” ungkap Fauzi, S.Pd.

Dalam kesempatan itu kepala sekolah juga mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah mengorban waktu dan tenaga demi kesuksesan acara peprisahan siswa kelas IX dan guru purna tugas ini.

Seperti diinfokan sebelumnya, ada 3 orang guru SMPN 2 Lintau Buo yang telah memasuki masa pension tahun lalu. Ketiganya adalah Dra. Marni Umar, Taslim.R, S.Pd dan Ernitati, S.Pd.I.

Kepada tiga orang guru yang sudah purna tugas juga diberikan cendera mata sebagai ucapan terima kasih keluarga besar SMPN 2 Lintau Buo.

Pertunjukan randai versi moderen

Randai berjudul “Ampun Denai Mandeh” yang dipertunjukkan oleh siswa kelas IX menarik perhatian ratusan pasang mata yang menyaksikan.  Kenapa tidak? Cerita randai ini dikemas sedemikian unik oleh Elfianti, S.Sn.

mandeh,anak mandeh, ampun denai
Mandeh (Della Dwi Puspita) dan Anak Mandeh (Tasbih) dalam cerita Ampun Denai mandeh (Ropi'u/matrapendidikan.com)

Cerita diangkat dari secuil kehidupan siswa sehari-hari dimana siswa banyak bermain dan malas belajar. Mengetengahkan dialog dalam bahasa dan logat Minangkabau yang kocak dan mengocok perut hadirin.

Di akhir cerita, siswa yang banyak bermain dan malas belajar menjadi sadar setelah dimarahi diingatkan dan dimarahi oleh ibunya. Sang anak meminta ampun kepada orangtuanya. Kemudin berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

0 Response to "Acara Perpisahan Siswa Kelas IX SMPN 2 Lintau Buo Sederhana dan Sukses"

Posting Komentar