Antara Hawa Nafsu dan Kewajiban Berpuasa

Antara hawa nafsu dan kewajiban berpuasa – Manusia dikaruniai hawa nafsu atau hasrat serta akal dan pikiran sehat.. Dengan karunia ini manusia dapat menjalankan hidup dan kehidupan sebagaimana mestinya sebagai hamba Allah di muka bumi. Namun demikian hawa nafsu  manusia tidak memiliki batas  sebagaimana halnya akal dan pikiran.

hawa nafsu,berpuasa,menahan,makan dan minum
Ilustrasi menahan lapar dan haus (viva.co.id)

Hawa nafsu berkaitan dengan kebutuhan hidup seperti hasrat untuk makan dan minum, berekreasi, menikah, aktualisasi diri dan lain sebagainya. Oleh karena hawa nafsu manusia secara kodrati tanpa batas maka ada kecenderungan untuk menyimpang.

Kita tidak mendengar anjuran untuk mengendalikan akal dan pikiran. Yang lazim adalah anjuran kuat untuk mengendalikan hawa nafsu. Kata ‘mengendalikan’ bermakna mengarahkan hawa nafsu ke arah yang benar dan tidak menyesatkan manusia.

Mengendalikan hawa nafsu bukan berarti memusnahkan hawa nafsu tersebut. Hasrat yang tanpa batas perlu dikendalikan agar tidak berlebihan, melampaui batas dan menyesatkan. Maka akal dan pikiran serta iman yang kuat adalah tali kendali yang baik. 

Berpuasa adalah media terbaik sebagai pengendali hasrat yang berlebihan..Hasrat untuk makan dan minum dikendalikan ketika manusia melaksanakan ibadah puasa wajib maupun puasa sunat. Begitu pula hasrat-hasrat lainnya akan dikendalikan melalui berpuasa.

Puasa di bulan Ramadhan menjadi kesempatan emas untuk mengendalikan hawa nafsu yang tanpa batas. Makan dan minum yang cukup diluar bulan Ramadhan, akan berkurang kuantitasnya selama bulan puasa Ramadhan.

Begitu pula kebiasaan kebiasaan minum kopi, teh dan lain sebagainya, akan dibatasi selama menjalani ibadah puasa wajib bulan Ramadhan. Oleh sebab itu puasa di bulan Ramadhan perlu dijalankan dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Maka pantaslah, berpuasa itu sesungguhnya adalah menahan lapar dan haus serta menahan hal-hal yang dapat membatalkan puasa itu mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1440 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

0 Response to "Antara Hawa Nafsu dan Kewajiban Berpuasa"

Posting Komentar