Disini Mereka Harus Bisa Memasak

Disini mereka harus bisa masak – Menjadi anggota Passusbra harus bisa masak!  Jika tidak pernah belajar masak di rumah maka di organisasi Passusbra ini akan diajari bagaimana cara menanak nasi atau membuat teman makan nasi. Pokoknya, makanan untuk konsumsi setiap kegiatan resmi, tidak boleh dibeli. Yang dibeli hanyalah yang tidak mungkin dibuat atau dikerjakan oleh anggota Passusbra.

passusbra,belajar memasak,perpisahan senior
Beginilah siswa kelas VII dan VIII SMP belajar memasak untuk persiapan konsumsi tamu undangan (Rangga/matrapendidikan.com)

Kata ‘harus bisa’ bukan bermakna sama dengan ‘pemaksaan’ koq. Tetapi melalui kegiatan menyiapkan konsumsi ini, anggota Passusbra belajar mandiri dan terampil memasak di rumah. Jadi, kegiatan anggota Passusbra tidak hanya soal pengibaran bendera semata.

Hal tersebut di atas berlaku dalam komunitas Passusbra SMPN 2 Lintau Buo. Kebetulan, Angkatan VII dan VIII ( kelas VII dan VIII) menggelar kegiatan perpisahan dengan para seniornya dari Angkatan IV, V dan VI. Ini adalah kegiatan perpisahan perdana yang diselenggarakan oleh Kelompok Passusbra sekolah.

Betapa uniknya siswa yang masih duduk di kelas VII dan VIII ini menyiapkan masakan untuk konsumsi siang kegiatan perpisahan dengan seniornya. Bahkan ada yang mengaku, tidak biasa atau  tidak pandai memasak, apalagi menggunakan tungku pada dapur kotor (abu)..

Menyalakan api ditungku abu, kadang-kadang mereka mengalami kesulitan. Pasalnya kayu bakar di masukkan dan ditumpuk begitu saja dalam tuingku kaki tiga. Api bukannya menyala, malah mengeluarkan asap yang banyak.

Memasak nasi dengan mengukus beras, pastilah pekerjaan tidak mudah bagi mereka panitia kegiatan perpisahan seksi konsumsi. Kalau tekniknya tidak mengerti, jangan-jangan nasi yang dimasak tidak sempurna.

Dalam bahasa Minang, nasi lambiak matah. Artinya lembek dan mentah. Sebagian nasi terasa lunak dan sebagian lagi masih mentah dan terlihat masih seperti  beras.

Namun dengan bantuan dan arahan dari pak Edy Samsul, buk Hasma Umneti, S.Pd.Ing dan buk Hj.Jismaini, SE, akhirnya nasi yang dimasak siswa jadi bagus. Buk Hajjah telah menjadi pembimbing siswa panitia kelas VII dan VIII dalam menanak nasi dan membuat teman makan nasi, sampai selesai sehingga siap dihidangkan kepada para tamu undangan. 

Itulah cerita disini, di Passusbra, mereka harus bisa memasak makanan untuk konsumsi kegiatan perpisahan senior.yang akan meninggalkan sekoalh.

0 Response to "Disini Mereka Harus Bisa Memasak"

Posting Komentar