Potensi Objek Wisata Talago Anguih, Ulasan dalam Perspektif Matra Pendidikan

Potensi objek wisata talago anguih, ulasan dalam perspektif matra pendidikan – Beberapa tahun silam, admin matrapendidikan.com sering melewati sebuah telaga di Simpang Kulit Manis Nagari Taluk. Dari arah Nagari Tigo Jangko, sampai di Simpang Tugu Kulit Manis membelok ke kiri dan akan sampai di lokasi Talago Anguih setelah menempuh jarak lebih kurang 400 M.

potensi wisata,talago anguih,taluak
Dua armada perahu karet model angsa dalam uji coba wisata Talago anguih (Hadi R/matrapendidikan.com)

Waktu itu, telaga ini pernah direhabilitasi sehingga menjadi talaga air yang jernih dan indah namun di sepanjang pinggiran telaga masih menyerupai rawa..

Awal September 2017, admin sengaja datang lagi dan mengelilingi telaga berjarak lebih kurang 900 meter ini. Pada salah satu tempat ada sampan atau rakit dari bambu terpaut di salah satu sisi telaga.

Apa yang terpikir waktu itu? Tempat ini bagus dan berpotensi menjadi objek wisata alam. Bukan mustahil Talago Anguih ini menjadi salah satu destinasi wisata pilihan bagi pengunjung dari wilayah IX Koto maupun Tanah Datar pada umumnya.

Kekaguman admin atas potensi keindahan Talago Anguih ini telah mendatangkan ide untuk menulis sebuah cerpen. Dalam cerpen, si "Aku" dan "Yola" pergi ke Talago Anguih. Mereka naik rakit bambu sampai ke tengah telaga. Karena keasyikkan bersampan ria, tak terasa senja sudah datang. Yola menjadi takut dimarahi oleh mamanya karena pulang kelewat senja.
Tidak hanya cerpen, telaah cerpen Jelang Senja di Talago Anguih juga menimbulkan inspirasi mengaitkan kisah dalam cerpen dengan konsep fisika anak sekolah. Telaah ditujukan pada rakit bambu yang dinaiki si Aku dan Yola. Rakit berkaitan dengan Hukum Archimedes dan konsep gaya.
Rupanya, Talago Anguih sudah lama terkonsep oleh Pemerintah Nagari Taluak beserta pemuda/pemudinya. Talago Anguih akan dijadikan objek wisata alam di Nagari Taluak Kecamatan Lintau Buo.

Yang pasti, Talago Anguih akan menambah khazanah destinasi wisata alam di Kecamatan ini disamping objek wisata alam yang sudah ada, yaitu:Batang Aia Sinamar (Buo), Ngalau Indah (Pangian) dan Panorama Tigo Tumpuak (Taluak).

Menindaklanjuti potensi wisata alam ini, beberapa waktu lalu, Sabtu (11/5) Pemerintah Nagari Taluak serta pemuda telah menguji coba objek wisata Talago Anguih. Pemerintah Nagari di pimpin Wali Nagari Taluak, Pendri Aswil telah mendatangkan dua unit armada rakit karet gaya angsa, masing-masing berkapasitas 2 orang.

Uji coba Ini bertepatan di bulan Puasa Ramadhan 1440 H. Langkah ini sangat kreatif mengingat di Hari Raya Idul Fitri 1440 H, objek wisata Talago Anguih bakal ramai dikunjungi

Tentu saja, objek wisata alam Talago Anguih ini berpotensi untuk menggenjot pendapatan asli nagari. Sebab, objek wisata ini adalah salah satu aset Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) yang dapat menggenjot pendapatan Nagari Taluak dari sektor pariwisata.

Masalahnya sekarang adalah sejauhmana Pemerintah Nagari dan masyarakat terutama pemuda/pemudi bekerja keras untuk membenahi objek wisata ini menjadi lebih bagus. Menambah variasi fasilitas rekreasi yang sangat disukai pengunjung. Tidak hanya armada perahu karet angsa, mungkin juga rakit bambu, areal pacu perahu dan lain sebagainya.

Dan, so pasti, momentum Hari Raya Idul Fitri 1440 H adalah saat yang tepat untuk melakukan promo wisata kepada masyarakat di Lintau IX Koto khususnya, dan Kabupaten Tanah Datar umumnya. Sekian ulasan dalam perspektif blog Matra Pendidikan.

0 Response to "Potensi Objek Wisata Talago Anguih, Ulasan dalam Perspektif Matra Pendidikan"

Posting Komentar