Dari Wahana Wisata Sampai Pedayung yang Mengalami 'Crashed' (Bagian 2)

Dari wahana air sampai pedayung yang mengalami ‘crashed ( bagian 2 ) – Festival Pacu Perahu di hari kedua semakin meriah dibandingkan saat pembukaan di hari pertama. Apalagi didukung cuaca yang menguntungkan. Selain itu, pengunjung semakin meningkat karena promosi dari mulut ke mulut maupun media sosial dan situs/website.

sepeda air,kuda laut,angsa,wahana air
Sepeda air model angsa dan kuda laut, banyak digemari anak muda (matrapendidikan.com)

Masyarakat yang membuka lapak dagang di sepanjang pinggiran Talago Anguih diharapkan juga kecipratan riski dari pengunjung. Hal ini memang menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan Festival Pacu Perahu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia penyelenggara, Wendri Aswil pada saat pembukaan even ini kemaren.
Pemanfaatan wahana wisata air semakin intensif dan fekuensinya semakin meningkat. Ada 4 unit sepeda air yang beroperasi tanpa henti. Dua sepeda air model angsa dan 2 lagi model kuda laut. Pengunjung dapat menikmati wahana ini dengan tiket seharga Rp. 20.000,- per satu putaran, memakan waktu sekitar 15 menit.

Selain itu juga beroperasi wahana perahu motor beratap rendah dan perahu motor tanpa atap. Kedua jenis wahana wisata ini berkapasitas 15 sampai 25 orang. Dengan harga tiket Rp. 5000,- perorang, pengunjung dapat berkelana dua kali putaran, lebih kurang memakan waktu 15 sampai 20 menit.

perahu motor,atap rendah,wahana wisata
Perahu motor beratap rendah salah satu wahana air digemari oleh semua umur (matrapendidikan.com)

Sementara itu Pacu Perahu juga mengalami peningkatan frekuensi perlombaan. Satu sesi lomba diikuti oleh 3 tim pedayung. Satu tim terdiri dari 4 orang dengan insert Rp. 100.000,- per tim/per perahu. Dan, satu pemenang maju ke babak semi final.

Informasi dari salah seorang Panitia event Pacu Perahu, Didi Kurnia, babak semi final direncanakan Jumat, 14 Juni pekan depan. Kepada pengunjung masih banyak kesempatan untuk berlomba pada babak penyisihan ini.

perahu motor,tanpa atap,tantap
Mau menjajal perahu motor tanpa atap (Tantap) juga oke! (matrapendidikan.com)

Crashed kembali terjadi pada hari kedua Festival Pacu Perahu ini. Pada sesi pacu ketiga, satu tim pacu perahu jatuh ke air karena perahunya terbalik, beberapa meter jelang garis finish.

Keempat orang dalam tim terpaksa mendorong perahu ke dermaga. Kebetulan air telaga hanya setinggi dada orang dewasa.

peserta,pacu perahu,crashed
Salah satu tim pacu perahu mengalami 'crashed' (matrapendidikan.com)

Namun demikian panitia pelaksana perlu lebih waspada dan jeli memperhatikan keselamatan penumpang perahu motor. Hal ini karena penumpang perahu juga banyak anak-anak..Operator perahu motor perlu memperhatikan kapasitas penumpang. Tentu saja kenyamanan dan keselamatan penumpang lebih diutamakan.
Lihat juga : Launching Talago Anguih, Pengunjung Langsung Membludak (Bagian 1)
Animo masyarakat semakin meningkat untuk berkunjung ke objek wisata air Talago Anguih. Begitu pula untuk memanfaatkan wahana wisata yang tersedia. Ini menunjukkan bahwa masyarakat juga 'haus' akan rekreasi bernuansa air. Dan, objek wisata air Talago Anguih, paling tidak telah memenuhi kebutuhan tersebut saat ini.

2 Responses to "Dari Wahana Wisata Sampai Pedayung yang Mengalami 'Crashed' (Bagian 2)"

  1. Wah sudah lama nda mampir di blog ini. Hahahha.

    Alhamdulillah pada hari ini kesempatan itu datang juga akhirnya. Mumpung masih dalam suasana Lebaran, Saya Asep Haryono beserta seluruh keluarga di Pontianak. Kalimantan Barat, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah - Minal Aidzin Walfaidzin. Mohon Maaf Lahir Dan Batin.

    Insya Allah saya akan kembali BW (Blog Walking) seperti dahulu lagi. Saya nyaris Absen BW lebih dari 1 tahun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, memang mas Asep. Saya jga beserta teman blogger lainnya sudah mulai jarang BW, seperti 5 tahun sebelumnya.

      Terima kasih kunjungannya mas Asep...

      Hapus