Menjaga Harapan dan Kepercayaan Orangtua

Menjaga harapan dan kepercayaan orangtua – Belajar dengan baik, di sekolah maupun di rumah merupakan tugas utama seorang siswa. Demikian antara lain disampaikan Pembina Osis SMPN 2 Lintau Buo, Edy Samsul dalam amanatnya saat menjadi pembina upacara di sekolah, Senin (18/11).

amanat,pembina upacara,sekolah
Pembina upacara di sekolah (Hadi R/matrapendidikan.com)

Kontributor matrapendidikan.com, Hadi Rahim yang meliput kegiatan upacara bendera rutin tersebut menginfokan, pembina upacara mengingatkan kembali kepada siswa peserta upacara untuk menjaga harapan dan kepercayaan orangtua.

“Belajar dengan baik di sekolah dengan cara mematuhi semua aturan dan disiplin belajar di sekolah. Kemudian mengikuti kegiatan belajar dari awal sampai akhir jam pelajaran.” tutur pembina upacara.
Lebih jauh pembina upacara memaparkan bahwa semua orangtua siswa berharap dan percaya anaknya belajar dengan baik di sekolah maupun di rumah. Oleh sebab itu mereka mau berkorban untuk memenuhi segala kebutuhan dan perlengkapan pendidikan anak setiap hari.

Namun masih banyak siswa yang mengabaikan harapan dan kepercayaan orangtua. Indikasinya adalah melakukan perbuatan menyimpang sebagai siswa seperti bolos sekolah, malas belajar, keluyuran dan membuang waktu sia-sia.

“Bolos dan malas belajar adalah bentuk penghianatan seorang anak terhadap harapan dan kepercayaan orangtuanya,” tegas pembina upacara.

Masa sekolah itu, sejatinya adalah masa paling indah dalam hidup seseorang karena anak pada masa ini tidak dibebani dengan kewajiban, seperti mencari nafkah sehari-hari, membiayai kebutuhan dan perlengkapan sekolah.

Tugas itu sudah dilakukan oleh orangtua dan anak tugasnya hanya belajar dengan baik di sekolah maupun di rumah.

Jika ada siswa yang bolos sekolah dan malas belajar, berarti tidak menyadari, apalagi merasakan kalau masa sekolah itu adalah masa yang paling indah. Akibatnya siswa sering menghianati harapan dan kepercayaan orangtuanya dengan melakukan perilaku menyimpang.

Oleh sebab itu diakhir amanatnya, pembina upacara menghimbau agar siswa yang terlanjur lalai dengan harapan dan kepercayaan orangtuanya untuk kembali berniat atau memperbaharui niatnya untuk belajar dengan baik di sekolah maupun di rumah.
Selain itu jangan lupa bersalaman dan mohon restu serta doa orangtua ketika hendak berangkat ke sekolah. Dengan restu dan doa orangtua tersebut insyaalah pintu hati dan pikiran anak terbuka untuk menerima pelajaran dan nasehat dari guru.

0 Response to "Menjaga Harapan dan Kepercayaan Orangtua"

Posting Komentar