Menghormati Orangtua Agar Terbuka Hati dan Pikiran Siswa untuk Belajar

Menghormati orangtua agar tebuka hati dan pikiran siswa untuk belajar – Muhadharah rutin yang diselenggarakan bergiliran oleh setiap kelas pada hari Jumat di SMPN 2 Lintau Buo, kali ini mantul dan terkesan agak unik. Kelas VII.B yang notabene masih baru di SMP, bertindak sebagai penyelenggara serta mampu mengemas dan menyelenggarakan kegiatan muhadharah dengan baik, Jumat (15/11).

wirda nengsih,wali kelas,kegiatan muhadharah
Wirda Nengsih, S.Pd. mengulas ceramah siswa dalam kegiatan muhadharah di sekolah (matrapendidikan.com)

Kelas VII B di bawah bimbingan Wali Kelas Wirda Nengsih, S.Pd. telah mengemas paket kegitan muhadharah dengan mengangkat tema Menghormati Orangtua Agar Terbuka Hati dan Pikiran Menuntut Ilmu di Sekolah.

Pada bagian awal ulasannya, Wali kelas VII.B mengkritisi sikap dan tingkah laku peserta didik dalam kegiatan muhadharah yang ketawa-ketawa dan bersikap acuh-tak acuh, termasuk ketika ayat Suci Al Qur’an dikumandangkan oleh pelaksana muhadharah.

“Muhadharah ini berguna untuk menambah ilmu pengetahuan agama bagi ananda karena di SMP jam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam hanya 3 jam pelajaran per minggu. Oleh sebab itu ananda perlu mengikutinya dengan baik, apalagi ketika ayat Suci Al Qur’an dikumandangkan,” demikain antara lain disampaikan oleh Wirda Nengsi, S.Pd. dalam ulasannya.

aini,ceramah,muhadharah,smpn 2 lb
Ceramah oleh Aini dalam kegiatan muhadharah Jumat (matrapendidikan.com)

Lebih jauh guru mata pelajaran IPA ini mengharapkan agar peserta didik menghormati Al Qur’an saat dikumandangkan. mendengarkan dan menyimak dengan baik sehingga meresap ke dalam hati dan pikiran. 

Selain itu peserta didik melaksanakan shalat wajib dan shalat sunat, berdoa agar dibukakan pintu hati dan pikiran untuk menuntut ilmu. Namun yang tak kalah penting adalah menghormati orangtua serta guru

"Dengan begitu hati dan pikiran ananda akan terbuka untuk belajar, termsuk untuk beribadah shalat," kata Wirda Nengsih, S.Pd..

Sementara itu sebelumnya, Fadia Anugraini sebagai penceramah pertama tampil sangat memukau. Bahasa dan ekspresi yang diungkapkan Aini, begitu sapaanya, dalam berceramah mengundang perhatian pendidik, tenaga kependidikan dan bahkan siswa peserta muhadharah.

Fadia Anugraini mengingatkan kembali rekan-rekan serta kakak-kakak seperjuangannya untuk menghormati ibu yang telah melahirkan, mengasuh dan mengurus anak-anaknya. Kewajiban menghormati dan memuliakan orangtua terdapat dalam Al Qur’an Surat Al Isra dan hadist Rasululllah yang diriwayatkan oleh Bukhori-Muslim

“Bahkan tentang ibu kita temui peribahasa, Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih anak sepanjang penggalah, Surga di bawah telapak kaki ibu, dan lain sebagainya” tutur Aini

Agar mendapat ilmu di sekolah, hati dan pikiran terbuka untuk belajar maka siswa hendaknya selalu menghormati orangtua dan guru di sekolah. Dengan demikian siswa akan mendapat kelapangan hati dan pikiran untuk mengikuti pelajaran di sekolah.

0 Response to "Menghormati Orangtua Agar Terbuka Hati dan Pikiran Siswa untuk Belajar"

Posting Komentar