Sekolah Angkat Seni Bela Diri Silat Sebagai Kegiatan Ekskul

Sekolah angkat seni bela diri silat sebagai kegiatan ekskul - Pada tahun pelajaran 2019/2020 ini, SMPN 2 Lintau Buo, Kab. Tanah Datar, di bawah pimpinan Titin Susilawati, S.Pd. berkomitmen penuh untuk memacu mutu pendidikan di sekolah. Tidak hanya kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler (ekskul) juga menjadi lirikan utama.
.
seni,bela diri,silat
Dua siswa putri berlatih silat (doc.Titin/matrapendidikan.com)

Komitmen tersebut tercetus manakala kepala sekolah mengawali tugasnya di SMPN 2 Lintau Buo. Tidak mengherankan di setiap kesempatan pertemuan dengan komite dan orangtua siswa, alumni dan pejabat selalu mengekspos komitmen tersebut.

Kegiatan ekskul di sekolah yang berlokasi di Nagari TigoJangko ini sudah masyur dengan kegiatan Passusbra, pramuka, drumband dan tahfizul Qur'an.

Pelatih silat guru Asrul memeragakan gerakan dalam silat. (doc.Titin/matrapenfidikan.com)

Kini tengah menggiatkan kegiatan ekskul berbasis kearifan seni dan budaya lokal. Hal ini sesuai dengan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. (ABK- SBK) dalam konteks Adat Salingka Nagari.

Tenaga pendidik seperti Hj.Nurmaiyaz, S.Pd dan Elfianti, S.Sn. sudah mendapat pembekalan dalam pelatihan ABK-SBK sehingga berpotensi untuk mengimplementasikan berbagai kesenian dan budaya berbasis kearifan lokal.

Seni bela diri Silat, petatah petitih, pasambahan dan Talempong Pacik merupakan kearifan lokal yang berpotensi mengangkat nama sekolah. 

Khusus kegitan ekskul seni bela diri silat, pihak sekolah sudah melakukan pendekatan dengan komite sekolah untuk mengangkat kearifan lokal Adat Salingka Nagari Taluk ini.

Untuk itu pihak sekolah mendatangkan pelatih silat profesional, guru Asrul. Siswa latihan kegiatan ekskul silat di halaman sekolah, usai belajar tatap muka di sekolah.

0 Response to "Sekolah Angkat Seni Bela Diri Silat Sebagai Kegiatan Ekskul"

Posting Komentar