Nuansa Religius, Dari Masjid Agung Sampai ke Masjid Cheng Ho

Nuansa religius, Dari masjid agung sampai ke masjid cheng ho – Perjalanan jauh, Lintau Buo–Palembang cukup melelahkan, memang. Apalagi perjalanan itu menggunakan bus dan menempuh jalan kurang bagus dan cuaca hujan selama 24 jam perjalanan. Namun demikian agenda perjalanan wisata edukasi dihari pertama malam itu tetap dijalankan.

masjid agung,sultan badarudin,palembang
Di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin I Palembang (foto: Lanbow Tour/matrapendidiakn.com)

Agenda pertama tour malam itu adalah Masjid Agung Palembang dan Masjid Cheng Ho. Marlin Hafiza, pemandu cantik Landbow Travel dan Tour bertugas memandu perjalanan wisata rombongan KPN SMP Negeri Tigo Jangko.

Usai minum kopi sore di Maxone Hotel, rombongan berangkat menujud destinasi pertama Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin I di pusat kota Palembang di Jalan Sudriman, Kawasan 19 Ilir.

Usai shalat magrib di Masjid Agung Palembang, kami berfoto ria di depan masjid kemudian depan Bundaran Air Mancur dan jembatan Ampera. Yuk simak terus sharing matrapendidikan.com ini sampai tuntas!

Masjid Sultan Mahmud Badarudin I

Dari Guide Expose si cantik Landbow Toru &Travel, mbak Marlin Hafiza diperoleh informasi kalau Masjid Agung Palembang atau Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin I Joyo Wikramo ini didirikan pada abad ke- 18.

masjid agung,sultan badarudin,palembang
Foto bareng di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin I (foto: matrapendidikan.com)

Masjid terbesar di kota Palembang yang mulanya bernama Masjid Sultan ini menempati area seluas 15,5 M2 di kawasan 19 Ilir. Kawasan Ilir adalah salah satu perkampungan asli masyarakat kota Palembang.

Masjid yang menampung 15 ribu orang jamaah ini memiliki dua menara, masing-masing setinggi 20 meter dan 45 meter. Menjadi masjid tertua di Palembang yang dirancang oleh arsitek Eropa, Idonesia dan Cina.

Nah, Masjid Sultan Mahmud Badarudin I di Jalan Sudirman Kawasan 19 Ilir ini menjadi titik nol kilometernya kota Palembang.

Masjid Cheng Ho

Setelah shalat magrib dan berfoto ria di halaman depan masjid dan bundaran Air Mancur, selanjutnya kami menuju masjid Cheng Ho di Kompleks Perumahan Amin Mulia Jakabaring Palembang.

suasana malam,masjid cheng hoo,palembang
Suasana malam hari di Masjid Cheng Ho Palembang (foto: matrapendidikan.com)

Penjelasan Mbak Marlin saat perjalanan menuju lokasi, Masjid Cheng Ho bernama lengkap Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho. Berlokasi di Kompleks Perumahan Amin Mulia Jakabaring Palembang dengan nuansa muslim Tiongha.

Cheng Ho adalah seorang Panglima Angkatan laut Tiongkok pada abad XV. Saat melakukan ekspedisi dagang dan memperkenalkan islam dimana wilayah yang disinggahinya, termasuk di Palembang.

Masjd Cheng Ho dibangun di atas areal sekitar 5 ribu meter persegi.memiliki 2 menara, dengan 5 tingkat sebagai lambang jumlah shalat yang dilakukan dalam sehari semalam. Tinggi menara lebih kurang 17 meter. Mampu menampung jamaah lebih kurang 500 orang.

Menikmati Pindang di Bale Resto

Usai mengunjungi Masjid Cheng Ho rombongan kembali ke Hotel. Namun sebelumnya singgah dan menikmati pindang rasa khas Palembang di Bale Resto.Di resto ini ada pindang ikan patin.

pindang patin,bale resto,kuliner palembang
Suasana di Bale Resto Jakabaring Palembang (foto : matrapendidiakn.com)

Cita rasa pindang di Bale Resto memang agak berbeda dengan lidah orang Minang. Namun seperti dikatakan oleh Pihak Landbow Tour dan Travel, Ronaldi Kasman, pindang khas Palembang ini patut di coba.

“Konsep tour dan travel itu mencari hiburan dan mencoba nuansa daerah yang dikunnjungi termasuk kulinernya. Jika ada yang merasa tidak pas dengan lidah dan selera itupoun wajar-wajar saja,” tutur Ronaldi.

Selain mbak Marlin Hafiza, perjalanan wisata edukasi hari pertama ini juga didampingi oleh Ronaldi Kasman pimpinan Landbow Tour dan Travel, Mas Ayu Fitri, Rendra Manopo, buk Mery serta awak bus pak Abu dan Ceken. 
Lihat juga : Rat Koperasi Sekaligus Berkunjung ke Destinasi Wisata Palembang
Eittss...! Hampir lupa, ada ibuk bosnya Landbow Tour dan Travel, ibuk Widya Ronaldi dan si Manis, Sofia Ronaldi.*** 

0 Response to "Nuansa Religius, Dari Masjid Agung Sampai ke Masjid Cheng Ho"

Posting Komentar