Hati-hati, Analisis Alokasi Waktu Bisa Kecolongan

Hati-hati, analisis alokasi waktu bisa kecolongan – Salah satu unsur yang sangat penting dan harus ada dalam paket perangkat mengajar adalah analisa alokasi waktu. Unsur ini terdapat di bagian awal bundel perangkat mengajar karena menentukan penyusunan perangkat mengajar yang lainnya.

analisa,alokasi waktu,perangkat mengajar,cermat teliti
Ilustrasi analisis alokasi waktu (matrapendidikan.com)

Misalnya, Program Semester (Promes) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pembelajaran. Bahkan menurut hemat kami, Program Tahunan (Prota) juga disusun berdasarkan analisis alokasi waktu dalam dua semester.

Analisis alokasi waktu disusun dengan berpedoman kepada Kalender Pendidikan dan struktur muatan kurikulum yang berlaku. Disinilah perlunya setiap guru untuk lebih cermat dan teliti menyusun Analisis Alokasi Waktu.

Cermat dan teliti

Barangkali kita pernah melihat-lihat, (bukan memeriksa) paket perangkat mengajar rekan kerja sendiri. Kita menemukan kejanggalan atau keanehan dalam penyusunan Analisis Alokasi Waktu.

Boleh jadi karena kurang cermat dan teliti sehingga ‘kecolongan’ dalam perhitungan mingu atau jam efektif  serta alokasi waktu, khususnya pada semester genap (dua).

kalender pendidikan,pedoman menyusun,perangkat mengajar,alokasi wktu
Ilustrasi kalender pendidikan (matrapendidikan.com)

Hal ini tidak jarang terjadi pada perangkat mengajar untuk kelas 9 di SMP/MTs. Perhitungan minggu dan jam efektif, sering khilaf, disamakan untuk semua tingkat kelas pada semester genap (dua).

Padahal, jumlah minggu dan jam efektif untuk kelas 9 pada semester genap  harus berbeda dengan kelas 7 dan 8.

Kita ambil contoh kalender pendidikan semester genap tahun pelajaran 2019/2020., Dalam kalender pendidikan ini memang tersedia lebih kurang 26 Minggu, antara bulan Januari sd Juli 2020.

Seperti sudah diketahui, perangkat mengajar kelas 7 dan 8 SMP/MTs, memang  harus mempedomani jumlah minggu dan jam efektif, mulai dari bulan Januari sampai Juli 2020.

Berbeda dengan perangkat mengajar di kelas 9, perhitungan minggu dan jam efektif cukup sampai bulan April saja. Bukankah siswa kelas 9 akan USBN mingu kedua dan UNKP/BK minggu keempat April?

Itu artinya, tidak ada lagi pembelajaran bagi siswa kelas 9 usai UNKP/BK Jumlah minggu tersedia untuk kelas 9 hanya sekitar 18 jam pelajaran, dari bulan Januari sd April.

Disinilah perlunya berhati-hati agar tidak 'kecolongan' dalam memperhitungkan atau menganalisis alokasi waktu ketika menyusun perangkat pembelajaran untuk kelas 9 SMP/MTs semester genap.***

0 Response to "Hati-hati, Analisis Alokasi Waktu Bisa Kecolongan"

Posting Komentar