Sayang, Gerhana Matahari Tidak Dapat Saya Amati

Sayang, gerhana matahari sebagian tidak dapat saya amati - Ini hanya sekadar cerita hati (Cerhat) kegagalan untuk dapat mengamati langsung gerhana matahari sebagian yang terjadi Minggu lalu (21/6/20).


Hanya ini foto kenang-kenangan saat mengamati terjadinya gerhana matahari sebagoan, Minggu 22 Juni 2020 (matrapendidikan.com)

Sejak pagi, cuaca cerah dan langit terlihat biru dan bersih di atas bumi Lintau Buo, Kab. Tanah Datar. Ada harapan saya untuk dapat mengamati fenomena alam gerhana matahari sebagian atau gerhana matahari cincin (ring solar eclipse).

Sebagai salah seorang guru IPA, momen seperti ini patut disaksikan sehingga dapat diceritakan kepada siswa ketika mengajarkan materi gerhana matahari.

Persiapan yang saya lakukan sejak beberapa hari sebelumnya hanya membaca rujukan tentang wilayah dan waktu yang akan dikenai gerhana matahari berbentuk cincin itu.

Bahkan pagi di hari Minggu itu saya sempat memposting sebuah artikel di website matrapendidikan ini.
Gerhana matahari sebagian yang terjadi Minggu, 21 Juni itu akan dapat diamati oleh banyak wilayah di berbagai belahan dunia. Gerhana Matahari Cincin (GMC) ini terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris.

Ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris, pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada matahari.

Sehingga, saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, gelap di bagian tengah dan terang di bagian pinggirnya.

Waktu kejadian gerhana di setiap lokasi akan berbeda-beda. Di Indonesia, waktu mulai gerhana paling awal yaitu di Sabang, Aceh, yang terjadi pukul 13.16 WIB.

Sementara, kota yang waktu mulai gerhananya paling akhir yaknii Kepanjen, Jawa Timur, pada pukul 15.19 WIB.

Waktu puncak gerhana juga akan berbeda untuk setiap wilayahnya. Di Indonesia, daerah yang akan mengalami waktu saat puncak gerhana paling awal adalah Kota Sabang, Aceh yang terjadi pukul 14.34 WIB.

Adapun kota yang akan mengalami waktu puncak paling akhir yaitu Agats, Papua, pada pukul 17.37 WIT.

Dengan membandingkan selisih waktu antara kontak akhir dan waktu kontak awal di setiap kota, diketahui bahwa durasi gerhana paling sebentar akan terjadi di Kepanjen, Jawa Timur selama 3 menit 17,1 detik.

Gerhana Matahari Cincin melewati 432 kota dan kabupaten di 31 provinsi berupa Gerhana Matahari Sebagian.

Di Sumatera Barat ada beberapa kota yang akan dikenai gerhana matahari sebagian seperti Lubuk Sikaping, Padang, Sijunjung, Batusangkar dan beberapa kota/kabupaten lainnya.

Gerhana dimulai pukul 14.03 WIB, puncak gerhana pukul 14.54 WIB dan berakhir pukul 15.37 WIB.

Namun sayang sekali, harapan untuk menyaksikan langsung gerhana matahari sebagian mulai sirna manakala usai waktu shalat Zuhur awan hitam mulai menghalangi teriknya mentari ke muka bumi. Sinar mentari mulai temaram diliputi awan hitam.***

0 Response to "Sayang, Gerhana Matahari Tidak Dapat Saya Amati"

Posting Komentar