Puisi Saat 'Purnama' Lelehkan Hati yang Beku

Puisi saat 'purnama' lelehkan hati yang beku - Kesempatan ini sengaja diturunkan seuntai puisi  rindu yang dikirim oleh Delfi Adri, S.Pt, operator di salah satu SD Negeri di Kenagarian Taluk Lintau Buo.

puisi,purnama,bulan purnama
Puisi purnama lelehkan kebekuan hati (Delfi A/matrapendidikan.com)

Berikut untaian puisi kiriman Delfi Adri, S.Pt yang bertema bulan purnama dengan judul Purnama.

Purnama
Seonggok cahaya di gelapnya malam
Keindahan sempurna di kedinginan hari
Memancarkan sedikit kehangatan wajah kekasih
Untaian harapan demi harapan
Terlontarkan padamu, bulan
Di saat dirimu melelehkan kebekuan hati
Terima kasih bulan...

Kata 'purnama' pastilah merujuk kepada 'bulan', satu-satunya satelit atau pengiring planet bumi. Rupanya, seorang Delfi Adri, S.Pt sengaja memilih kata 'purnama', bukan kata 'rembulan' atau 'rembulan malam', misalnya.

Bulan purnama merupakan salah satu fase terbentuknya bulan dimana permukaan bulan terlihat penuh atau disebut juga dengan bulan empat belas hari.


Bulan purnama terlihat penuh dan seakan terang benderang menurut ilusi penulis puisi. Padahal, bulan terlihat malam hari disaat gelap, dingin dan kadang-kadang disertai tiupan angin sepoi-sepoi.

Nah, suasana di malam seperti itu sering mengundang ilusi seseorang, apalagi disaat bulan purnama bersinar terang.

Banyak sudah untaian kata yang ditemukan dalam bentuk puisi, sebagai ungkapan perasaan penikmat suasana cahaya bulan penuh tersebut.

Wajah bulan empat belas hari sering ditamsilkan sebagai wajah seseorang yang sangat dirindukan. Tatkala melihat sang purnama memancarkan cahayanya, hati yang terasa dingin, beku, seakan mencair.

Rindu dan harapan tersemai tatkala memandang wajah purnama di tengah gelapnya malam.***

0 Response to "Puisi Saat 'Purnama' Lelehkan Hati yang Beku"

Posting Komentar