-->

8 Hikmah Ibadah Berkurban yang Perlu Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

8 Hikmah Ibadah berkurban yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari  –  Sepuluh Zulhijjah merupakan Hari Raya Idul Adha yang ditandai dengan shalat Ied dan ibadah berkurban serta ibadah jasadiah dan khususiat lainnya. Pada tahun 2020  ini, 10 Zulhijjah jatuh pada hari Jumat, 31 Juli 2020 M. Tentunya Idul Adha 10 Zulhijjah 1441 H ini akan dirayakan oleh umat muslim  di tengah Pandemi Covid-19.

ibadah berkurban,hewan ternak,hikmah berkurban
Hewan kurban (pixabay.com)

Shalat Idul Adha diikuti dengan ibadah kurban bagi yang mampu melaksanakannya. Hal ini mengingatkan kita bahwa antara shalat Idul Adha dan Ibadah Berkurban memiliki  yang erat.

Dalam Al Qur’an Surat Al-Kautsar Ayat 2 Allah SWT berfirman, yang artinya:

“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).(QS.Al-Kautsar : 2)

Syariat lbadah Berkurban terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al Hajj ayat 34, yang artinya:

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah di rezkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu  ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS.Al-Hajj : 34)

Kurban berarti pendekatan diri kepada Allah SWT (taqarrub ila Allah). Ibadah berkurban merupakan sunat muakkad (sunat yang dianjurkan). Namun bagi umat muslim yang mampu akan menjadi sebuah kewajiban untuk berkurban dan makhruh bagi yang mampu berkurban namun tidak melaksanakan ibadah tersebut.

A.Sejarah berkurban dalam al qur'an

Sejarah berkurban menurut Islam di mulai dari perintah Allah SWT pada Nabi Ibrahim As untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail As.

Hal ini menunjukkan kebesaran dan bukti kesabaran seorang ayah dan anak yang rela melaksakan perintah Allah SWT. Seperti yang terdapat dalam Al-Qur’an pada Surat As-Saffat ayat 102 sampai ayat 107.

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS.As-Saffat : 102)

“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).” (QS.As-Saffat : 103)

“Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!” (QS.As-Saffat : 104)

“Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu. Sungguh demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.As-Saffat : 105)

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (QS.As-Saffat : 106)

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS.As-Saffat : 107)

B.Hikmah ibadah berkurban

Ibadah kurban mengandung hikmah dan nilai-nilai yang perlu dipahami dan diimplementasikan oleh umat muslim dalam sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari.

Berikut 8 hikmah ibadah berkurban;

1.Teladan ketakwaan nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail As
Ketaatan Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail AS patut dijadikan teladan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Berkurban menunjukkan tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang kepada Allah SWT.

2.Ibadah paling disukai dan dicintai Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya:

"Bagi anak cucu adam yang melaksanakan qurban di Idul Adha maka akan mendapatkan cintaNya dan nanti akan berjumpa dengan hewan qurbannya di kiamat kelak," (HR Trimidzi dan Ibnu Majah).

Hadist ini menggambarkan bahwa Allah SWT sangat mencintai hambaNya yang mau melakukan kurban di Idul Adha. Bagi mereka yang ikhlas yang hanya mengharap ridho pada Allah SWT, maka diberikan balasan padanya nantinya di akhirat kelak.

Allah SWT sangat menyukai hambaNya yang sudah mampu dan mau melaksanakan ibadah berkurban karena menjadi salah satu ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub ila allah).

HR. Ibn Majah dan Tirmidzi menjelaskan Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi)

Hewan kurban yang telah kita sembelih, nantinya akan menjadi kendaraan yang membantu kita di akhirat kelak.

3.Kebaikan di setiap helai bulu hewan kurban
Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap satu helai rambut hewan kurban adalah satu kebaikan.”
Lalu, sahabat bertanya,
“Kalau bulu-bulunya?”
Beliau menjawab,
“Setiap helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Kurban memang jadi amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Rasulullah SAW pernah bersabda bagaimana Allah akan membalas pada mereka yang telah berkurban.

Diriwayatkan HR. Ibnu Majah dan Ahmad, jika nantinya satu helai rambut kurban akan dibalas dengan satu kebaikan.

Rasulullah bahkan menambahkan, jika nantinya setiap sehelai bulu dari hewan qurban akan diberikan kepadanya satu kebaikan. Bahkan jika kamu berqurban atas ridho Allah SWT, segala kebaikan akan diberikan kepadamu.

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata:

"Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab:
“Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab:
“Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab:
“Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibn Majah).

4.Bentuk rasa syukur dan pendekatan diri kepada Allah SWT
Berkurban jadi bentuk syukur hamba pada Allah SWT atas segala kenikmatan yang diberikan. Bahkan bagi kamu yang berqurban atas nama Allah SWT, maka Allah SWT selalu mengingatmu. Inilah sebabnya kurban jadi amalan yang paling dicintai oleh Allah.

Hal ini diterangkan dalam surah Al Baqarah ayat 152, dimana artinya:

"Allah SWT akan selalu mengingat (kamu), karena kamu selalu mengingat akan nikmat dan ingin mengingkarinya. Itulahnya sebabnya penting sekali menyukuri apa yang telah dimiliki dan melakukan hal yang disukai oleh Allah SWT." (QS. Al-Baqarah : 152)

Di dalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 162 dan ayat 163 dijelaskan sebagai berikut :

“Katakanlah (Muhammad), “Sesugguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan Seluruh Alam.” (QS. Al-An’Am : 162)

“Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).” (QS. Al-An’Am : 163)

Dengan melaksanakan ibadah berkurban kita akan menjadi hamba yang senantiasa bersyukur atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan kepada kita oleh Allah.

Hal ini juga dijelaskan di Al-Qur’an pada beberapa surat, di antaranya:

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 152)

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS.Al-Baqarah : 172)

“Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul, sebelumnya telah berlalu beberapa Rasul. Aapakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (QS. AL-Imran : 144)

5.Bukti hamba yang bertakwa
Sebagai umat muslim ibadah berkurban membuktikan seseorang yang bertakwa kepada Allah dan wajib menjalankan perintah-Nya jika memang sudah mempunyai rezki yang berkecukupan dan tentunya sudah mampu serta memenuhi kriteria sesuai syariat islam.

Hal ini sudah dijelaskan di Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 37.

“Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Al-Hajj : 37)

6.Ibadah paling utama
Ada sahabat Rasul yang bertanya tentang kemuliaan berkurban dibandingkan amalan lainnya, ternyata qurban lebih baik dari amalan apapun bahkan sedekah.

Karena berkurban termasuk ibadah yang utama, ini mengingatkan kepada kita dan tentunya bisa dijadikan cambuk bagi umat muslim yang mungkin sudah mempunyai rezki berkecukupan dan dianggap mampu, namun masih belum melaksanakan kewajibannya untuk menyembelih hewan urban.

Ibadah yang bisa dikatakan paling utama yang berhubungan dengan fisik dan tubuh adalah shalat. Sedangkan ibadah yang bisa dikatakan paling utama yang berhubungan dengan harta yang kita mililiki adalah qurban. Maka lakukanlah kedua ibadah tersebut secara seimbang.

7.Syiar Islam dan ciri keislaman seseorang
Rasul SAW bersabda,

“Barang siapa yang mendapati dirinya dalam kelapangan lalu ia tidak mau berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Id kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Hikmah berkurban pada Idul Adha juga bisa dikatakan sebagai penanda bahwa kita seorang muslim yang taat. Bagi kita yang hidup berkecukupan dan sudah ada pada zona kriteria mampu, maka diwajibkan untuk mereka melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Berkurban jadi salah satu cara meningkatkan keimanan pada Allah SWT, dimana kamu memiliki kelapangan untuk berqurban dan memberikan pada mereka yang membutuhkan. Hal ini akan meningkatkan keislaman.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS al- Hajj 22 : 34).

Bahkan diriwayatkan HR. Ibnu Majah dan Ahmad, Rasulullah pernah bersabda yaitu:

"Siapa yang memiliki kelapangan namun tidak berqurban maka diharamkan untuk mendekati tempat ibadah kami (masjid). Hal ini jelas, Allah SWT tidak suka pada mereka yang mampu namun enggan untuk berqurban".

Islam jadi agama yang lembut dan sangat penyayang, bahkan salah satu dasar perintah qurban dalam alquran yaitu surat al Hajj ayat 22 menyebutkan bahwa telah diserukan dan disyariatkan untuk menyembelih binatang atas nama Allah dan berserah diri kepadanya, kemudian sebarkan lah.

Ini tentu jelas, Allah SWT menyerukan untuk berqurban bagi kaum muslim yang mampu. Dimana saat penyembelihan dengan menyebut nama Allah, maka ini wujud berserah diri dan hanya mengharap ridho Nya.

8.Kepedulian terhadap sesama
Agama islam sudah mengajarkan bahwa berbagi kepada sesama khususnya untuk mereka para kaum dhuafa, maka ketika kita melaksanakannya Allah telah menjanjikan untuk melipatgandakan rezeki kita dan mendapatkan pahala yang tak terhitung jumlahnya.

Diriwayatkan oleh HR. Muslim :
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah.” (HR. Muslim).

Demikian uraian 8 hikmah ibadah berkurban yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selaku umat muslim.***

0 Response to "8 Hikmah Ibadah Berkurban yang Perlu Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hari"

Posting Komentar