Berkurban 'Membuang Sifat Buruk' yang Melekat pada Manusia

Berkurban 'membuang Sifat jelek' yang melekat pada manusia  - Masyarakat Jorong Patameh Kenagarian Pangian Lintau Buo Kab. Tanah Datar berbondong-bondong datang ke Masjid Subulusssalam untuk menunaikan ibadah shalat Idul Adha, Jumat (31/07/20).


ilustrasi shalat,shalat id,idul adha
Ilustrasi shalat di masjid (matrapendidikan.com)

Bertindak sebagai imam dan khatib shalat Idul Adha adalah Drs. Masriadi dari Batusangkar. Sebelum kutbah dilaksanakan shalat Ied 2 rakaat. 

Kontributor matrapendidikan.com Amrizaldi menginfokan bahwa khatib mengingatkan kembali jamaah untuk merenungkan keberadaan manusia di muka bumi.

Manusia menjadi Khalifah di muka bumi sebagaimana diterangkan dalam QS. Al-Baqarah: 30. Keberadaan Adam sebagai manusia pertama di muka bumi membuat keraguan oleh malaikat dan iblis.

Iblis tidak menyetujui ketentuan Allah untuk menjadikan khalifah di muka bumi. Begitu pula halnya dengan malaikat ketika ditanya oleh Allah.

Malaikat merasa khawatir jika manusia dijadikan Khalifah akan berbuat kerusakan di muka bumi.
Allah mengetahui segalanya sehingga malaikat maupun iblis tidak berdaya.

Ketika Allah menyuruh sujud kepada Nabi Adam As, ternyata iblis enggan untuk bersujud. Iblis enggan karena diciptakan dari api sedangkan Nabi Adam dari tanah.

Kesombongan iblis sudah dimulai terlihat. Dari peristiwa ini dapat diambil makna bahwa bahwa iblis merasa lebih mulia daripada manusia.

Manusia diperintahkan untuk sujud 5 kali sehari semalam. Yang enggan menunaikan ibadah shalat berarti mereka adalah manusia sombong. Bahkan perangainya melebihi manusia sebenarnya.

Allah tidak menurunkan musibah di muka bumi kecuali akibat kemungkaran manusia di bumi.

Manusia adalah makhluk paling mulia di sidi Alkah. Oleh sebab itu manusia wajib memelihara kemuliaannya dengan beribadah kepada Allah.

Ibadah shalat wajib maupun sunat merupakan tanda kepatuhan dan ketaatan manusia kepada Allah. Selain itu juga puasa wajib dan sunat.

Menjelang shalat idul adha, umat muslim dianjurkan untuk berpuasa sunat, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah.

Usai shalat idul adha dilaksanakan ibadah kurban bagi yang mampu melaksanakannya.

Berkurban merupakan ibadah menyembelih hewan kurban seperti kambing dan sapi. Namun pada hakikatnya, berkurban adalah menyembelih sifat-sifat kehewanan yang melekat pada manusia.

Lebih jauh khatib memberikan contoh sifat-sifat yang dimiliki babi dan kelelawar dimana kedua hewan ini haram bagi dikonsumsi bagi umat muslim.
Lihat juga : Puasa Sunat Tarwiyah dan Arafah Menjelang Shalat Idul Adha
Sementara itu kambing dan sapi adalah hewan yang halal dikonsumsi dan dijadikan hewan kurban. Kedua hewan ini hanya memakan makanan dari tumbuhan sehingga jika konsumsi akan menyehatkan.***

0 Response to "Berkurban 'Membuang Sifat Buruk' yang Melekat pada Manusia"

Posting Komentar