Aksi 'Mengajar' Memancing yang Gagal

Aksi 'mengajar' mancing yang gagal - Hanya iseng saja, gambar ini merupakan jepretan kamera ponsel sederhana. Gambar ini diulas dalam artikel dan diberi judul Aksi Mengajar Mancing yang Gagal. Dimana letak kegagalannya? Mari kita analisa gambar ini!

Ilustrasi ngajar mancing (matrapendidikan.com)

Seorang guru mancing mengajarkan murid bocah dengan teori namun tidak langsung di kolam pemancingan. Guru menggunakan metode demonstrasi cara memancing yang benar.

Sekali lagi, demonstrasinya bukan di kolam ikan melainkan di halaman rumah. Sang guru,  menggunakan joran dari kayu sementara sang murid menggunakan pancing benaran. 

Perhatikan plastik diujung joran. Jangan-jangan ini bukan media yang tepat untuk mengajar mancing. Boleh jadi media ini cocok untu mengajarkan bagaimana cara menangkap capung yang benar!

Perhatikan juga gambar, sang guru menunjukkan ekspresi ketika pancingan mengena. Namun sang murid tidak memperhatikannya malah memperhatikan sesuatu di sebelah kirinya.

Tamsilannya, tidak semua murid akan mendengar dengan baik terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Oh, mungkin strategi dan metode mengajar yang kurang tepat! Media mengajar yang kurang cocok! Atau materi pelajaran dan cara menyampaikannya kurang menarik. 

Boleh jadi, murid telah menguasai materi pelajaran sebelum diajarkan guru. Soalnya, sebelum diajarkan guru, sang murid lebih dulu belajar melalui internet. Belajar bersama google, atau mengikuti les online.

Atau, jangan-jangan materi pelajaran belum terjangkau oleh kemampuan berpikir sang anak. Akibatnya, pikiran anak jadi ngawur dan akibatnya cuek ketika guru berbicara. 

Gambar mengajar memancing yang gagal ini pun, mengingatkan kita untuk tidak melulu memikirkan program mengajar supaya terlaksana. Guru perlu juga memikirkan situasi dan kondisi murid.***

1 Response to "Aksi 'Mengajar' Memancing yang Gagal"

  1. era internet sungguh luar biasa
    Kini sudah banyak orang merasa paling pintar, walau hanya sekilas belajar dari google
    Maka tidak heran, sekrang orang lebih banyak yang berbicara daripada untuk mendengarkan

    BalasHapus