Dari Gaya Kocak Sang Komentator Sampai Jatuh Bangunnya Penjaga Gawang

Dari gaya kocak sang komentator sampai jatuh bangunnya penjaga gawang - Turnamen Lintau Oldstar Cup II 2020 saat ini memasuki masa jeda setelah menyelesaikan 3 partai pertandingan. Ketiga partai tersebut masing-masing Pariangan FC vs Lintau B. FC, Repan FC vs Sabausa FC dan FCDC FC,  vs Simawang FC.

Aksi kocak sang komentator, menejer tertegun (tim/matrapendidikan.com)

Sementara itu Pariangan FC, Repan FC dan FCDC FC sudah menunggu duel pertandingan babak semifinal.

Pada masa jeda turnamen "Anak Nagari Taluk" ini, admin matrapendidikan.com memilih dua momen unik untuk disajikan kepada pengunjung setia.

Momen unik pertama adalah gaya kocak komentator pertandingan, Efen Chaniago. 

Yang pernah menyaksikan pertandingan sepak bola di Nagari Taluk dan komentatornya Efend Chaniago. Akan sering tertawa terkekeh-kekeh, paling tidak senyum simpul, mendengar cara bicara sang komentator dari pengeras suara. 

Pasalnya, ada-ada saja istilah unik dan lucu, yang kadang-kadang disampaikan dengan bahasa gado-gado. 

Ternyata, tidak hanya gaya berbicara semata yang terdengar unik dan lucu sang komentator Efend Chaniago. 

Ekspresi dan gaya spontan pun muncul dalam menjalankan tugas mengomentari jalannya pertandingan.

Efend Chaniago tanpa sadar, karena keasyikan melaporkan jalannya pertandingan antara FCDC FC vs Sabausa FC Minggu (22/11/20) tidak lagi duduk di kursi plastik pada tribun timur lapangan Telaga Bujur. 

Sang komentator pindah duduk. Bahkan melipat kaki sebelah kanannya, di tembok sandaran tribun, supaya jelas melihat kejadian di lapangan untuk dikomentari.

Soalnya penonton berjubel di pinggiran lapangan, menghalangi pandangannya. Di sebelahnya juga terlihat menejer PPC Taluk, Didi Kurnia, tertegun. Entah sedang kedinginan entah keasikan mendengar Efend Chaniago berkomentar.

Momen unik lainnya adalah jatuh bangunnya penjaga gawang Lintau B. FC, berkepala yang nyaris plontos, Roma Fitra.

Penjaga gawang jatuh bangun menyelamatkan gawangnya (tim/matrapendidikan.com)

Meskipun sudah jatuh bangun berulangkali. Menepis dan meninju bola, menghalau si kulit bundar, menyelamatkan gawangnya dari gempuran pemain lawan. Namun timnya gagal melaju ke babak semifinal.

Adu penalti membuat Roma Fitra dkk, merelakan peluangnya maju ke partai semifinal.***

0 Response to "Dari Gaya Kocak Sang Komentator Sampai Jatuh Bangunnya Penjaga Gawang"

Posting Komentar