Pernik Turnamen (1) : Sepak Bola, Usaha Kecil dan Pemimpin

Pernik turnamen (1) : Sepak bola, usaha kecil dan pemimpin - Sungguh..., postingan ini diilhami oleh sesuatu yang sangat..., sangat sederhana sekali. "Kerupuk mie!" Kalau tidak dilengkapi dengan mie, bisanya camilan ini disebut "Kerupuk Kuah". Sejenis penganan ringan berupa kerupuk ubi ditaburi kuah kental berbumbu.

Dukungan ekonomi Usaha Kecil melalui turnamen.(Iche/matrapendidikan.com)

Penganan ringan ini biasanya di jual untuk anak-anak SD. Namun banyak juga orang dewasa meminatinya sampai sekarang..., sampai sekarang!

Berawal dari makan kerupuk mie!

Ceritanya begini, beberapa saat jelang waktu pertandingan Semifinal 1, antara Paringan FC vs Repan FC, Sabtu (28/11/20). Ketika duduk di tribun, saya ditawari makan kerupuk mie oleh Rifki B, salah seorang panitia turnamen Lintau Oldstar Cup II 2020

Rupanya dua anggota Tim Darma Tani Nomor 1, pak Ronal K dan buk Iche memesan kerupuk kuah, yang dijual masyarakat di pinggir lapangan tribun barat Telaga Bujur Taluk.

Saya, yang terbilang tidak muda lagi. Merasa tertantang, untuk tidak menolak pemberian dari panitia. Hahay..., sekalian bernostalgia masa di SD doeloe, makan kerupuk mie. Siapa takut? Saya pun ikut makan kerupuk mie.

Mulut dan kumis saya, (maaf) agak belepotan kuah kental, bumbu dan mie. Setelah membersihkan ini, saya jalan-jalan di pinggiran lapangan, melihat deretan penonton dan warga berjualan makanan dan minuman ringan. Diantara mereka, ternyata juga ada mantan murid saya yang jualan.

Saya angkat topi, salut dengan kreativitas mereka cari uang!

Olahraga, ekonomi dan pemimpin

Aktivitas kepemudaan ternyata,  erat kaitannya dengan ekonomi, terutama ekonomi Usaha Kecil (UK) masyarakat di sekitarnya!

Kebetulan sekali, tidak sekali dua kali, saya mengikuti kegiatan masyarakat khususnya aktivitas kepemudaan di Nagari Taluk. 

Sebutlah itu, iven Pacu Perahu di Talago Anguih, Turnamen Nagari Taluk Cup II 2019/2020 pada tahun lalu. Kedua kegiatan ini ditutup oleh Wakil Bupati Tanah Datar waktu itu, H.Zuldafri Darma, SH yang disertai Ny.Retri Zuldafri.

Nah, yang terakhir ini, Turnamen Lintau Oldstar Cup II 2020 di Taluk Lintau Buo yang telah dibuka oleh H.Sultani, S.Pt, M.Si.

Aktivitas pemuda dan masyarakat dalam menyelenggarakan semacam turnamen atau perlombaan, sangat potensial secara ekonomi bagi masyarakat disekitarnya. 

Warga masyarakat yang kebetulan berkeahlian membuat dan menjual penganan ringan, maka turnamen atau perlombaan akan menjadi peluang dalam "menghidupkan" Usaha Kecil (UK) yang mereka punya. 

Maaf, sebenarnya tidak hanya kerupuk kuah atau kerupuk mie saja yang dijual di sepanjang pinggiran lapangan Telaga Bujur. Banyak macam makanan dan minuman ringan yang dijual oleh warga.

Tidak hanya Usaha Kecil (UK), Usaha Menengah Keatas (UMK) pun, momentum olahraga seperti sepak bola, bisa menjadi peluang untuk promosi usaha. Misalnya, Dzaza Furniture Lintau yang berdomisili di depan SMKN 1 Lintau Buo. 

Bagaimanapun, promosi usaha cukup menentukan dalam perkembangan usaha tersebut. 

Bagaimana dengan media di internet? 

Tentu saja..., tentu saja! Liputan turnamen sepak bola berskala kabupaten ini, juga menjadi strategi promosi efektif bagi website kecil bernama Matra Pendidikan ini. Pengunjung situs meningkat signifikan, pendapatan pun terangkat lumayan!

Kiranya kita belajar dari secuil postingan ini bahwa para pemimpin, mulai dari jorong, nagari, kecamatan bahkan kabupaten. Usaha Kecil (UK) patut menjadi perhatian secara nyata. Karena basis ekonomi kabupaten, toh juga berawal dari peningkatan ekonomi masyarakat di jorong maupun nagari.

Salah satunya memang, para pemimpin perlu mendukung penuh bentuk kegiatan kepemudaan, termasuk kegiatan turnamen sepak bola di jorong maupun nagari. 

Kiranya juga, aktivitas masyarakat, terutama kepemudaan, tidak bisa dipandang sebelah mata dalam memutar roda perekonomian masyarakat di tingkat jorong maupun nagari.*** (Bersambung...!)

0 Response to "Pernik Turnamen (1) : Sepak Bola, Usaha Kecil dan Pemimpin"

Posting Komentar