Gumam Siang : Ota dan Maota di Lapau

Gumam siang : Ota dan maota di lapau - Di hari Minggu siang ini, akan disajikan gumam siang ala matrapendidikan.com : Ota dan Maota di Lapau untuk pengunjung semua. Ada 3 kosa kata bahasa Minang yang perlu dicermati, terutama bagi pengunjung yang belum mengerti bahasa Minang.

Cerita dan bercerita di warung kopi tradisional (doc.matrapendidikan.com)

Lapau merupakan sebutan lain untuk warung atau kedai kopi tradisional di Ranah Minang. Di lapau tersedia barang kebutuhan harian masyarakat sekitarnya. Di tempat ini sudah dilengkapi dengan meja dan kursi panjang terbuat dari kayu.

Lapau menjadi tempat berkumpul berbagai lapisan dan status sosial masyarakat. Bercerita ataupun berdiskusi dengan tema beragam. Alur ceritanya tak tersusun rapi, kadang-kadang melompat-lompat.

Bercerita (maota, bahasa Minang) di warung atau kedai kopi tradisional sangatlah menarik dan menyenangkan. Isi cerita (Ota, bahasa Minang) berjalan alamiah tanpa rekayasa.

Ota Lapau (cerita warung kopi) sangat menarik dan menyenangkan karena tema dan alurnya bebas. Pengunjung lapau bisa maota (bercerita) masalah politik dan kehidupan sosial. Narasumber Ota tak pandang bulu, asal ia mengerti sedikit atau banyak masalah yang sedang diceritakan.

Cerita warung kopi semakin seru ditemani segelas kopi atau teh serta penganan khas Minang seperti goreng pisang atau singkong. 

Duduk maota saja, tanpa memesan kopi atau teh atau penganan, pastilah pengunjung merasa tidak enak hati sama pemilik warung kopi.

Walaupun maota ngalor-ngidul, ngelantur kemana-mana, cerita di warung kopi ini tidak semuanya kosong melompong. Berawal dari ota lapau, seseorang bisa mendapat ide atau inspirasi tentang sesuatu.

Bahkan, berawal dari ota lapau ini, seorang petani atau pekerja dapat info lowongan kerja.

Banyak informasi bisa didapat di lapau. Apalagi saat-saat menjelang Pemilu dan Pilkada. Orang yang biasanya jarang duduk di lapau, kini jadi betah duduk di tempat ini. Maota politik terkini, mencari info tentang calon yang akan dipilih dalam Pemilu.

Maota sekarang berbeda dengan masa dulu. Dulu orang maota pagi sebelum berangkat kerja dan malam setelah pulang kerja. Sekarang tak lagi dibatasi waktu. Kapan pun orang dapat maota di lapau.

Tapi hari ini, suasana agak beda dari hari-hari sebelumnya. Lapau agak sepi. Lalu lintas di jalan raya depan lapau agak lengang dari biasanya. Mungkin karena saat ini, masa tenang jelang Pilkada Sumbar dan Tanah Datar, Rabu 9 Desember 2020.

Oh, kalaupun ada orang yang maota di lapau, itupun banyak menekur seraya menatap gadget digenggamannya.***

0 Response to "Gumam Siang : Ota dan Maota di Lapau"

Posting Komentar