Maisal : Uang dan Kualitas Hidup Seseorang

Maisal : Uang dan kualitas hidup seseorang - Jika waktu adalah uang maka kualitas hidup kita hanya dapat diukur dengan rupiah. Ketika uang kita sedikit begitu juga hidup kita seperti tidak bernilai. Pernyataan filosofis tersebut disampaikan oleh Maisal, salah seorang pemerhati pendidikan dan kebudayaan asal Nagari Taluk, Kabupaten Tanah Datar Sumbar, Sabtu (5/12/20).

Maisal, pemerhati pendidikan dan kebudayaan (doc.pri/matrapendidikan.com)

Menurut salah seorang politisi tersebut, bernilai atau tidaknya hidup kita hanya batin seseorang yang bisa menilai. Lebih jauh Maisal memaparkan bahwa sejatinya ukuran kualitas yang menjadi patokan kepantasan seorang calon pemimpin, bukan kerena banyaknya uang atau materi, bukan kerena kata-katanya mengkuah saat berpidato nan menggoda.

"Tetapi penyatuan antara pengetahuan dan kelakuan, penyatuan antara kata tindakan yang nampak dalam hal-hal kecil dalam kehidupan bermasyarakat." timpal Maisal, yang akrab dipanggil pak Ujang tersebut.

Namun demikian tak dapat dinafikan, uang termasuk alat penting dalam menunjang kelancaran proses kehidupan seseorang. Tak banyak yang dapat dilakukan, apalagi saat ini, tanpa didukung oleh sesuatu yang bernama uang.

Seseorang mati-matian mencari uang untuk mendapatkan sesuap nasi. Konotasi sesuap nasi kira-kira sama dengan uang.

Uang bukan segalanya, memang. Namun bagi yang dikaruniai kelebihan uang yang notabene, bagian dari rezki tentunnya menggunakannya dijalan yang benar dan diridhoi Allah SWT.

Bekerja mencari uang dengan memanfaatkan waktu yang tersedia, tentulah menjadi amalan bagi seseorang. Begitu pula menggunakan uang yang menjadi rezki kemudian dimanfaatkan pada sesuatu yang baik***

0 Response to "Maisal : Uang dan Kualitas Hidup Seseorang"

Posting Komentar