Wawancara Eksklusif dengan Founder Matra Pendidikan

Wawancara eksklusif dengan founder matra pendidikan - Kamis, 18 Februari 2021, Matrapendidikan.com genap berusia 8 tahun. Kontributor Widya Manohara (WM) sempat melakukan wawancara eksklusif dengan founder/owner dan Admin-nya, Uda Awak (UA).

Ilustrasi blog Matra Pendidikan

Berikut rangkumannya!

WM : Selamat Ulang Tahun ke-8 untuk Matra Pendidikan, pak.

UA : Terima kasih.

WM : Kabarnya blog Matra Pendidikan sudah dijadikan sebagai 'penghasilan utama'. 

UA : Iya, Benar 

WM : Berati, income dari blog ini cukup besar dong...

UA : (Garut-garut kepala). Tidak juga. Paling hanya sekadar pengganti biaya operasional, seperti beli paket data internet, transportasi peliputan, konsumsi ngeblog dan ngopi di warung.

WM : Lho? (Kebingungan).

UA : Nak Widya tak usah bingung. 'Penghasilan utama' (dalam tanda petik) disini, maksudnya untuk biaya operasional blog Matra Pendidikan. Bukan penghasilan utama Owner-nya Hahaha... 

WM : Ealah, bapak ini... Hm, Bapak pegawai negeri, guru. Konon gaji guru, apalagi guru sertifikasi, cukup gede. 

UA : Betul...

WM : Nah, berarti penghasilan bapak sebagai guru jauh lebih besar dari penghasilan ngeblog.

UA : (Terdiam sejenak, kemudian menarik napas. Mulai terlihat serius). Tidak juga.

WM : (Semakin bingung)

UA : Begini nak Widya, bapak memang pegawai negeri guru namun tidak mengikuti program sertifikasi.

WM : Kenapa, pak?

UA : Tidak memenuhi persyaratan untuk itu.

WA : Oke, kembali ke Matra Pendidikan, pak. Bisakah blog ini dijadikan sebagai sumber penghasilan utama bagi founder-nya?

UA : Kadang-kadang bapak harus menganggap matrapendidikan.com ini sebagai sumber penghasilan utama. 

WM : Gaji bapak sebagai pegawai negeri tidak mencukupi?

UA : Wah, maaf nak Widya. Yang ini susah untuk dikatakan.

WM : Oke, bapak. Cerita dong, soal matrapendidikan.com dan google adsense, pak...

UA : Sudah 7 tahun bapak bergabung dengan Google Adsense, selama itu pula raksa perusahaan Amerika itu menutupi biaya operasional Matra pendidikan dan..., bahkan memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak-anak bapak.

WM : (Mengangguk-angguk)

UA : Nak Widya mungkin bisa maklum, nominal gaji pegawai negeri, sebenarnya sudah mencukupi. Namun pada saat gajian, tidak lagi menerimanya sebesar nominal tertulis. Kenapa? Sudah dipotong untuk pinjaman ini dan itunya.

WM : Iya, bapak. Saya sudah memakluminya. Mungkin tak jauh beda dengan orangtua saya, pak.

UA : Terdiam

WM : Lalu, kedepannya bagaimana dengan Matra Pendidikan, pak?

UA : Maksudnya?

WM : Strategi apa yang akan bapak tempuh agar Matra Pendidikan tetap menghasilkan?

UA : Tidak ada strategi khusus. Kecuali terus mengupdate konten untuk menjaga visitor. Tentunya tanpa melalaikan tugas utama sebagai pegawai negeri.

WM : Wah, luar biasa. Tetap semangat ya, pak. 

UA : Insyaallah dan... nak Widya juga semangat dalam bekerja sama dengan Matra Pendidikan.

WA : Insyaallah, pak. Dan, hasil wawancara ini mohon diloloskan dan dimuat di Matra Pendidikan ya, pak?

UA : Oke... Terima kasih banyak, nak Widya.

WM : Sama-sama, pak...

(Pewawancara : Widya Manohara, Batusangkar).