Tradisi 'Manyilau' Anak yang Baru Lahir

Tradisi 'manyilau' anak yang baru lahir - Guru dan pegawai SMPN 2 Lintau Buo berkunjung ke  rumah keluarga Feri & Elva Nora, S.Pd di Nagari Tigo Jangko dalam rangka 'manyilau' putri kedua mereka yang baru lahir, Aura Callisa, Rabu Siang (10/3/2021).

Keluarga besar SMPN 2 Lintau Buo (matrapendidikan.com)

'Sakik basilau mati bajanguak', merupakan sebuah ungkapan perwujudan kepedulian dan solidaritas masyarakat Minangkabau dalam pergaulan sosial. 

Istilah basilau (dikunjungi) tidak semata ditujukan untuk orang yang sakit. Untuk anak yang baru lahir juga digunakan istilah 'basilau' tersebut.

Admin Matra Pendidikan diapit Subirman dan Elfianti,S.Sn saat membuka kata dalam 'manyilau' anak (matrapendidikan.com)

Tradisi manyilau anak dari anggota keluarga besar sekolah diadakan bertepatan dengan acara 'turun mandi' atau 'manis-manisi' anak tersebut.

Biasanya acara turun mandi atau manis-manisi anak pada bayi berumur sebelum 3 minggu.

Arlis Anwar Sutan Marajo, S.Pd (di pojok) menyampaikan maksud kedatangan 'manyilau' kepada tuan rumah (matrapendidikan.com)

Elva Nora, S.Pd adalah rekan kerja serta mantan murid kami. Sama halnya dengan Refmiyanti, S.Pd yang juga rekan kerja dan alumni sekolah tempat bertugas.

Keluarga besar sekolah memang tidak sempat mengikuti langsung prosesi manis-manisi bayi tersebut. Namun memberikan doa selamat atas kelahiran Aura Calissa, anak perempuan Elva Nora, S.Pd.

Manyilau Aura Calissa juga diikuti oleh Kepala Sekolah, Titin Susilawati, S.Pd, wakil kepala sekolah Arlis Anwar, S.Pd dan Ropi'u, S.Pd dan segenap guru dan tenaga kependidikan.

Matrapendidikan.com dan kru mengucapkan selamat atas kelahiran Aura Calussa, semoga menjadi anak yang soleha.***

0 Response to "Tradisi 'Manyilau' Anak yang Baru Lahir"

Posting Komentar