Curhat | Dari Arena Sepak Bola ke Pentas Pesta

Curhat | Dari arena sepak bola ke pentas pesta - Usia saya tak dapat dikatakan muda lagi, mungkin! Istilah Minangkabau; tuo alun, mudo talampau (tua belum, muda sudah lewat). Dalam istilah umum sering disebut paruh baya.

Hasil jepretan pertandingan di tengah guyuran hujan deras dan lapangan tergenang air (dok.matrapendidikan.com)

Meskipun begitu ada satu yang tak pernah tua: semangat! Pantasan dulu, ada wadah organisasi Karang Taruna yang anggotanya dari segala tingkatan umur. Yang penting memiliki semangat muda. 

Semangat muda identik dengan aktivitas, kreativitas dan produktivitas. 

Meliput pertandingan bola

Meliput jalannya pertandingan sepak bola di lapangan terbuka, tentu lebih banyak tantangannya jika dibanding di lapangan tertutup. Salah satunya tantangan cuaca dan kondisi lapangan sepak bola.

Namun ternyata bertugas meliput pertandingan di lapangan mendatangkan sugesti tersendiri. Apalagi di tengah cuaca yang kurang baik. 

Tantangannya adalah kondisi tubuh yang fit dan...pastinya semangat (muda) yang tinggi.

Turnamen Nagari Taluk Cup III 2021 saat ini sudah menyelesaikan babak perempat final. Dari babak awal, turnamen sepak bola regional ini digelar secara maraton, saban hari!

Menyerahkan hadiah doorprize pada seorang penonton (matrapendidikan.com)

Saya tak pernah absen meliput jalannya pertandingan dan menyajikan hasilnya di website yang Anda kunjungi ini.

Sebelumnya juga demikian pada Turnamen sepak bola TFC Cup I 2021 di 'kota kecil' Tigo Jangko. Dan, penghujung tahun lalu juga ada turnamen bola kaki Patameh Cup I 2020.

Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Kondisi fisik tetap fit dan semangat 'muda' masih menyala-nyala.

Nyanyi di pentas pesta

Lha, yang ini lain pula denyut-denyut asiknya. Ini menceritakan kisah Sabtu kemaren (3/4/2021).

Nyanyi duet dengan buk guru yang... (Wirda B/matrapendidikan.com)

Usai bertugas di sekolah, saya dan beberapa rekan kerja memenuhi undangan pesta. Ada dua undangan pesta sehingga juga dipenuhi secara maraton.

Saya juga diminta untuk tampil di pentas untuk membawakan lagu. Bernyanyi masing-masing dua buah lagu di dua pentas berbeda.

Capek memang, tapi sungguh mengasikkan. Hobi tersalurkan meskipun kemampuan bernyanyi pas-pasan.

Nyanyi duet? Wow, gemetar lutut saya. 

Bukan karena demam panggung. Tapi karena saya duet dengan ibuk guru yang cantik dan sudah piawai tarik suara!

Lalu, mana yang lebih asik meliput pertandingan sepak bola atau nyanyi di pentas pesta? 

Sungguh tak bisa dibandingkan melalui kata-kata!

Itulah sekadar Curhat dari arena sepak bola dan pentas pesta.***

0 Response to "Curhat | Dari Arena Sepak Bola ke Pentas Pesta"

Posting Komentar