Pembinaan Supervisi di Sekolah pada Masa Pandemi (Pesedap)

Pengantar | Pembinaan Supervisi di Sekolah pada Masa Pandemi (Pesedap) adalah artikel kiriman Gufray Kamumu (131420008), mahasiswa Angkatan 2020, Universitas Negeri Gorontalo. (Admin)

Ilustrasi gambar (pexels.com)

Supervisi adalah aktivitas dan kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh seorang profesional untuk membantu guru dan tenaga pendidikan lainnya dalam memperbaiki bahan, metode dan evaluasi pengajaran yang dilakukan oleh guru agar bimbingan seorang guru itu bisa lebih professional dan bagus terhadap siswa.

Kegiatan supervisi ini bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar-mengajar. 

Kegiatan utamanya adalah membantu guru, tetapi dalam konteks-nya yang luas menyangkut komponen sekolah lain karena guru terkait dengan komponen tata usaha, sarana, lingkungan sekolah dan lain-lain.

Peran guru di sekolah ini adalah sebagai pendidik yang dapat dikatakan memegang peran penting dalam mencerdaskan siswa

Oleh karena itu, terdapat berbagai kebijakan dan kegiatan yang bertujuan untuk karir, mutu, penghargaan, dan kesejahteraan guru, sehingga pada akhirnya guru dapat bekerja secara professional.

Dalam dunia pendidikan di masa Covid-19 ini menjadi faktor utama penyebab terjadinya perubahan program pendidikan yang biasa dilaksanakan. 

Dapat diuraikan diantaranya yaitu diliburkannya sekolah-sekolah, ditiadakannya UNBK dalam semua jenjang pendidikan, penundaan proses bimbingan skripsi, ditiadakannya pertemuan tatap muka dalam pembelajaran yang biasa dilaksanakan dikelas, serta proses perkuliahan diberhentikan. 

Kini para dosen dan mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk proses belajar mengajar, berkomunikasi hingga melaksanakan UTS dan UAS.

1. Bagaimana proses pembinaan supervisi pendidikan di sekolah pada masa pandemi covid-19 ini?

Pengertian Pembinaan Guru

Pembinaan adalah usaha pemberian bantuan kepada guru untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan mengajar, dan menumbuhkan sikap profesional sehingga guru menjadi tambah ahli dalam mengelola kegiatan belajar mengajar untuk peserta didik di sekolah. 

Pada dasarnya pembinaan merupakan upaya agar seorang guru bisa membina dalam mengalami peningkatan kemampuan di bidang pekejaannya.

Pengertian Kepala Sekolah

Kepala sekolah adalah jabatan yang diserahkan kepada seorang guru yang dipercaya sebagai pemimpin sekolah untuk menjalankan tugasnya menjadi kepala sekolah yang harus mampu mengembangkan sekolahnya dan menyelesaikan visi dan misi nya di sekolah secara bersamaan dengan cara efektif dan efisien.

Pengertian Pengawas sekolah

Pengawas sekolah adalah seorang yang dapat membantu perkembangan belajar-mengajar sekolah agar gurunya bisa menjadi lebih baik dan profesional dalam membimbing siswa-siswanya. 

Pengawas sekolah ini juga biasanya dikatakan sebagai orang yang mengawasi di setiap sekolah yang dia kunjungi untuk sekolah agar bisa lebih berkembang lagi kedepannya.

Proses tahapan pembinaan supervisi pendidikan disekolah pada masa pandemi covid-19 ini

Secara umum tahap-tahap pembinaan pendidikan supervisi di sekolah ini terbagi dalam 5 tahap yaitu: 1.Menciptakan suasana kekeluargaan yang intim antara guru dengan supervisor agar komunikasi selama kegiatan dapat berlangsung dengan efektif.

2.Membuat kesepakatan antara guru dengan supervisor tentang aspek proses belajar-mengajar yang akan dikembangkan dan ditingkatkan, kedua perencanaan oleh guru dan supervisor yakni membuat perencanaan pelaksanaan observasi secara bersamaan.

3.Mengenai pelaksanaan pelatihan mengajar dan observasi yang mana guru sedang melakukan proses pembelajaran sedangkan supervisor melakukan pengamatan secara cermat, dengan menggunakan instrumen observasi.

4.Mengadakan analisis data, dalam hal ini supervisor mengajak guru untuk mendiskusikan apa yang telah dilaksanakan oleh guru melakukan proses pembelajaran di kelas.

5.Langkah diskusi memberikan umpan balik yang bertujuan untuk memberikan umpan balik atas apa yang telah dilakukan oleh supervisor kepada guru yang sedang berlatih mengajar meningkatkan keterampilannya dan pelaksanaan langkah pemberian umpan balik sebaiknya dilakukan secara objektif dan segera.

Akan tetapi, tahapan-tahapan ini pasti akan di ubah oleh kepala sekolah dan pengawasan karena pada masa pandemi Covid-19 ini banyak orang-orang di luar sana terkena penyakit covid ini. 

Oleh karena itu pembelajaran di sekolah termasuk pembinaan supervisi pendidikan sekolah ini harus dilakukan secara online atau via daring. 

Proses pembelajarannya itu pasti semua sistem belajar secara online contohnya : membuat whats-app Group, membuat classroom melalui aplikasi di handphone,  melakukan kegiatan belajar mengajar melalui via zoom atau google meet dan lain-lain.

2. Bagaimana Teknik dalam mensupervisi pembelajaran di sekolah

Teknik-teknik supervisi pembelajaran yang tepat oleh kepala sekolah terbagi menjadi 2 teknik yaitu: 

1.Teknik supervisi individual

Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan  supervise perorangan. pengawas sekolah hanya berhadapan dengan seorang guru sehingga dari hasil supervisi ini dapat dilakukan dengan kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antarkelas, dan menilai diri sendiri.

2.Teknik supervisi kelompok 

Teknik supervisi kelompok adalah cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan kepada dua orang guru atau lebih. 

Supervise ini dilakukan kepada kelompok guru yang memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama.

Akan tetapi, pada masa pandemi Covid-19 ini pasti cara men-supervisinya itu berbeda dengan tahun-tahun kemarin. Karena pada masa covid-19 ini sudah banyak terkena penyakit ini dan tidak dianjurkan keluar rumah. 

Jadi teknik supervisi kepala sekolah di tahun kemarin pasti ada perubahan sedikit. Mungkin teknik-teknik mensupervisi pembelajaran disekolah itu melalui daring online.

contohnya: 

Seluruh pegawai dan guru harus mempunyai laptop, komputer atau handphone sebagai alat komunikasi secara online.

Seluruh supervisi, kepala sekolah dan guru harus tau menggunakan aplikasi pembelajaran daring.

3. Bagaimana Kepala sekolah mengevaluasi proses pembelajaran supervisi disekolah pada masa pandemi Covid-19 ini

Sebelum masa tahun ajaran selesai, selaku kepala sekolah harus melakukan evaluasi di masa pandemi saat ini  dengan cara pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah dilaksanakan sejak dini oleh para guru. Hasilnya sebagai berikut:

Lebih dari 85% siswa mendapatkan kendala PJJ karena gawai yang digunakan belajar siswa dibawa oleh orangtua di tempat kerja. Sehingga waktu belajar siswa pun harus menyesuaikan dengan waktu kepulangan orangtua siswa ke rumah. Menghadapi kendala ini, para guru pemberian waktu yang fleksibel agar siswa tetap dapat belajar.

Untuk para siswa wajib menggunakan kombinasi aplikasi google classroom, google form, whatsApp grup(WAG), dan memanfaatkan siaran TVRI sudah bisa optimal. Hal ini terjadi karena mereka bisa mengoperasikan gawai dan mendapat dukungan orangtua.

Terjadi kerja sama yang baik dan saling mendukung antar orangtua siswa dalam WAG. Bahkan mereka juga membantu orangtua dan siswa lain mengalami kesulitan dalam belajar.***

Sumber Penerbit:

-Sagala, Syaiful. 2010. Supervisi Pembelajaran: dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

-Mushlih, Aguslani dan Suryadi, Rudi Ahmad. 2018. Supervisi pendidikan Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

[2] Muhammad, Rifai. 1982. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. [3] dan [4] Suarli dan Bachtiar. 2009.

0 Response to "Pembinaan Supervisi di Sekolah pada Masa Pandemi (Pesedap)"

Posting Komentar