Daya Serap Pelajaran Matematika di Indonesia

Daya Serap pelajaran matematika di indonesia – Pendidikan matematika, sudah tidak asing lagi kita dengar dalam kehidupan kita. Dimana dari Sekolah Dasar hingga Sekolah menengah atas pun pendidikan matematika selalu dipelajari di sekolah.

Ilustrasi gambar (pexels.com)

Tak hanya sekedar itu,dalam kehidupan sehari-hari pun secara tidak langsung kita telah mempelajari matematika.

Misalnya dalam kehidupan sehari-hari yaitu ketika proses jual beli yang sering ada di masyarakat, kedai toko, bahkan supermarket. Itu hanya salah satu contoh pembelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya. Mungkin sampai sekarang ada yang masih kurang faham tentang apa matematika itu? Dan seberapa penting kah pembelajaran matematika buat kita?

Matematika itu sendiri berasal dari bahasa latin manthanein  atau  mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut  wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Istilah ”matematika” (dari yunani : mathematikos adalah  ilmu pasti, dari kata mathema atau mathesis yang berarti ajaran, pengetahuan, atau ilmu).

Pengertian Matematika menurut James  (1976) adalah pola pikir, terorganisir, bukti logis, matematika adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat representasi dari simbol dan padat, lebih bahasa simbol dari sebuah ide daripada kedengarannya.

Pengertian matematika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh tim penyusunan kamus Pusat Pembinaan dan Perkembangan Bahasa disebutkan bahwa Matematika adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan.

Russefendi (1997 : 73-74) menyatakan “Matematika adalah ilmu deduktif, seni, ratunya ilmu bahasa, ilmu tentang struktur yang terorganisasikan dan ilmu tentang pola dan hubungan”.

Jadi, matematika berarti “ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar”, yang lebih menekankan pada aktifitas penalaran rasio.

Matematika terbentuk sebagai hasil pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses, dan penalaran.

Pada zaman dahulu dan mungkin sampai sekarang, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa matematika dapat digunakan untuk patokan keberhasilan seseorang.

Menurut mereka, jika seorang siswa berhasil belajar matematika dengan baik maka ia di prediksiakan juga berhasil mempelajari mata pelajaran lain.

Begitu juga sebaliknya, seorang anak yang kesulitan mempelajari matematika juga akan mempelajari mata pelajaran lain.

Pendidikan matematika di Indonesia, belum pernah memberikan hal yang menggembirakan untuk skala nasional mau pun internasional.

Indonesia masih jauh tertinggal oleh negara-negara lain walaupun di kancah Internasional secara individu siswa di Indonesia ada yang berprestasi namun hal itu bukan merupakan potret dari pendidikan di Indonesia.

Para guru matematika di Indonesia berharap agar mata pelajaran matematika dapat lebih baik lagi. Kejadian yang sering kita temui di dalam dunia pendidikan yaitu hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika sangat rendah.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar dan kurangnya keterampilan guru dalam memberikan materi pembelajaran.

Sekarang bukan zamannya lagi pelajaran matematika menjadi momok pelajaran yang menakutkan bagi siswa di sekolah.

Selama ini dianggap sebagai ilmu yang abstrak dan sangat menegangkan, hanya berisi rumus-rumus angka, seolah-olah hanya angan dan tidak berbanding lurus dengan realitas kehidupan siswa.

Namun ternyata pernyataan itu dekat, karena matematika sangat penting dengan kehidupan kita.

“Matematika adalah kunci peluang.” Matematika adalah kunci menuju peluang-peluang. Bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan membuka pintu karir yang cemerlang.

Bagi para warga negara, matematika akan mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, matematika akan mempersiapkan warganya untuk bersaing dan bersaing di bidang ekonomi dan teknologi.

Mata pelajaran perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari awal proses pembelajaran untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logistik, analitis, sistematis, kritis dan tanggap, serta kemampuan bekerja sama karena dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar kritis dan aktif.

Dengan matematika, ilmu mengalami perkembangan dari kualitatif ke kuantitatif, sehingga peran matematika sangat penting dalam perkembangan berbagai ilmu pengetahuan,

Sekarang kita sudah tahu apa itu matematika dan seberapa pentingnya daya serap buat kita.

Harapan saya untuk  pendidikan matematika di Indonesia saat ini adalah semoga pendidikan di Indonesia dapat dirasakan dan dinikmati oleh semua orang baik dari kalangan atas maupun bawah.

Semoga Pemerintah Indonesia juga mampu menyediakan fasilitas yang baik untuk dunia pendidikan sehingga anak-anak yang tinggal di daerah pelosok agar bisa merasakan fasilitas pendidikan yang setara dengan anak  yang tinggal di kota besar karena semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang baik.

Selain itu semoga pendidikan matematika Indonesia dapat bersaing dengan Negara-negara luar yang telah sukses dalam berbagai olimpiade internasional.*** (Oleh : Dwi Muallifah)

Dwi Muallifah 

Mahasiswi UIN Mailulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur).

0 Response to "Daya Serap Pelajaran Matematika di Indonesia"

Posting Komentar