Warga SMPN 2 Lintau Buo, Sekali Merengkuh Dayung

Warga smpn 2 lintau buo, sekali merengkuh dayung dya tiga pulau terlampaui - Guru dan pegawai serta komite sekolah SMPN 2 Lintau Buo, punya kegiatan padat hari Sabtu ini (5/6/2021). Kenapa tidak? Paruh siang ke bawah diisi dengan kegiatan gotong-royong di sekolah.

Sekali merengkuh dayung (Elfianti/matrapendidikan.com)

Namun paruh waktu siang ke atas pergi memenuhi undangan pesta perkawinan di dua tempat berbeda. Setelah itu berkunjung ke tempat wisata edukasi Pantai Tanjung Mutiara.

Alhamdulillah, kegiatan yang padat itu berjalan sesuai skenario meskipun guru dan pegawai harus ganti pakaian beberapa kali!

Ibarat pepatah Melayu, Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.

Sementara itu Ketua Komite SMPN 2 Lintau Buo, Maisal, mengapresiasi kegiatan tersebut melalui akun facebooknya.

Ketua Komite Sekolah di tengah indahnya kebersamaan (doc.istimewa/matrapendidikan.com)

"Kami diajarkan rasa kebersamaan dan kekompakan agar bisa tertanam di dalam jiwa kami. Setiap kegiatan pasti kita membutuhkan rasa itu, seperti kumpulan bersama....makan bersama....rapat bersama....maupun kegiatan apapun........." tulis Maisal, Ketua Komite SMPN 2 Lintau Buo.

Gotong-royong di sekolah

Pagi, guru dan pegawai mendampingi siswa bergotong-royong di sekolah. Membenahi ruang kelas dan lokasi di sekitarnya dalam rangka persiapaan ujian PAS (Penilaian Akhir Semester) bagi kelas 7 dan 8.

Dalam waktu yang sama orangtua siswa/wali siswa juga bergotong-royong. Orangtua/wali siswa yang belum sempat hadir pada sesi gotong-royong sebelumnya.

Lingkungan sekolah jadi ramai tentunya. Oleh sebab itu Tim Satgas Covid-19 unit sekolah harus ekstra-keras mengawasi penerapan Prokes Covid-19.

Kegiatan sesi paruh siang ke bawah berakhir ditandai dengan pemberian Nomor Peserta Ujian kepada siswa oleh masing-masing wali kelas.

Memenuhi undangan pesta

Guru dan pegawai harus ganti pakaian gotong-royong dengan pakaian untuk pergi memenuhi undangan pesta.

Poses ini memakan waktu cukup lama. Maklum, guru dan pegawai perempuan lebih banyak dua kali lipat dari laki-laki. So pasti, banyak butuh waktu untuk ganti pakaian dan bersolek. Mengenakan bahan dan perangkat berhias!

Akhirnya rombongan yang dipimpin oleh kepala sekolah, Titin Susilawati, S.Pd dan disertai ketua komite sekolah, Maisal dan anggota Hj.Ita Mardalena. Berangkat dengan menggunakan 3 unit mobil menuju kota Batusangkar. 

Ada pun anggota rombongan di masing-masing unit mobil, sebagai berikut.

Armada mobil 1 diisi oleh Feri Ferelfy (Bertindak sebagai Sopir), Maisal, Elfianti, Rocestry, Refrimadona, Jumar Eti dan Susilawati.

Sementara mobil 2 masing-masing Subirman (Bertindak sebagai sopir), Rafif Febrian, Arlis Anwar, Hasma Umneti, Jismaini, Ropi'u, R. Hidayatullah dan Edy Samsul.

Untuk armada 3 masing-masing Wirda Nengsih (bertindak sebagai sopir), Titin Susilawati, Suci Indriani, Refmiyanti, Ita Mardalena).

Hadi Rahim dan keluarga ternyata harus menggunakan motor untuk memenuhi undangan pesta.

Tujuan pertama  di kota budaya ini adalah Emersia Hotel & Resort.

Foto bareng kedua pengantin di Emersia Hotel &Resort (Refrimadona/matrapendidikan.com)

Di sini merupakan tempat berlangsungnya pesta perkawinan Ori Pertami Enardi, S.Gz, MPH & Eri Virnando, S.Gz, M.Gz, putri mantan kepala sekolah di tempat kami bertugas, Drs. Wefi Enardi.

Protokol kesehatan Covid-19 diterapkan dengan ketat. Setelah pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas, ternyata rombongan harus bergiliran masuk ke ruangan pesta. Ini sudah pasti memakan waktu tidak sedikit.

Selanjutnya dari Batusangkar kota budaya, rombongan menuju sebuah lokasi pesta pernikahan Maila Aklusia Yafni & Michel Joni Remon, putri rekan kerja Warniati, S.Pd di Kenagarian Salimpauang.

Foto saat diarak pihak bako pengantin wanita Maila Aklusia Yafni (Warniati/matrapendidikan.com)

Untuk kedua kalinya, dalam rentang waktu lebih kurang 1 jam, rombongan kembali menikmati menu hidangan di tempat pesta.

Jika di Emersia Hotel & Resort tidak seorangpun yang sempat tampil bernyanyi. Di tempat pesta yang kedua ini beberapa orang justru sempat bernyanyi di pentas pesta.

Kami membuka sesi perdana rombongan guru dan pegawai untuk bernyanyi yang diiringi oleh Sanggar Palanta Art Production Bukit Gombak, Batusangkar.

Arlis Anwar, S.Pd, artis senior SMPN 2 Lintau Buo membawakan lagu "Manyuruak di Lalang Salai" (matrapendidikan.com)

Kemudian diikuti oleh penampilan Wirda Nengsih, S.Pd dan Suci Indriani, S.Pd (duet), Elfianti, S.Sn dan Arlis Anwar, S.Pd.

Objek wisata Pantai Tanjung Mutiara

Para ibuk lagi manis-manisnya berpose dengan latar keindahan Danau Singkarak (dok.istimewa)

Dari Salimpaung, rombongan kembali ke Batusangkar dan menuju Ombilin dengan tujuan tempat wisata Pantai Tanjung Mutiara. Menikmati suasana sore di pinggiran pantai utara Danau Singkarak, danau yang di belah oleh Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok.

Kami dan beberapa kaum bapak dan ibuk, hanya duduk santai di sebuah kafe pinggiran danau. Menikmati suasana jelang senja sambil ngopi bareng.

Lagi enjoy menikmati sensasi sepeda air (matrapendidikan.com)

Namun beberapa orang rekan kerja sengaja naik sepeda sampan, wahana air wisata air dan alam Pantai Tanjuang Mutiara.

Di salah satu kafe objek wisata Pantai Tanjung Mutiara (dok.istimewa/matrapendidikan.com)

Pemandangan alam yang begitu memesona terbentang di depan mata. Suasana air danau yang tenang dengan latar perbukitan dan langit membiru.

Usai selfi ria sejenak terdengar suara azan dari menara masjid dan musholla. Rombongan menunaikan sholat Magrib di salah satu masjid area wisata Pantai Tanjung Mutiara.

Rombongan kembali pulang ke Lintau setelah membeli oleh-oleh untuk keluarga di pasar Ombilin dan pasar Batusangkar.

Jangan lupa, aktivitas apapun penuhi Prokes Covid-19!***

0 Response to "Warga SMPN 2 Lintau Buo, Sekali Merengkuh Dayung"

Posting Komentar