Distilasi dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Distilasi dan Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari - Apakah yang disebut Distilasi? Distilasi merupakan salah satu contoh dari Kenaikan titik didih (sifat koligatif larutan) sebelum membahas lebih jauh tentang distilasi, kita cari tahu dulu yuk tentang sifat koligatif larutan.

Sumber : pixabay.com

Untuk teman-teman kelas 12. Pasti kamu sudah belajar tentang sifat koligatif kan? Apa sih sifat koligatif itu?

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya.

Sifat koligatif larutan terdiri dari dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan sifat koligatif larutan nonelektrolit.

Sifat-sifat koligatif larutan ada 4 loh. Apa aja sih kak? Ada Penurunan tekanan uap, Penurunan titik beku, Tekanan osmosis dan Kenaikan titik didih. Namun kali ini kita hanya fokus membahas tentang Distilasi (Kenaikan titik didih).

Sumber : ruangguru.com

Apa kamu tahu tentang kenaikan titik didih? Nah kenaikan titik didih merupakan gambaran fenomena dimana titik didih dari cairan akan lebih tinggi ketika ditambahkan senyawa lain.

Berarti yang ditambahkan senyawa lain titik didihnya lebih tinggi ya? Benar, larutan akan memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada pelarutnya.

Nah untuk menentukan nilai kenaikan titik didih larutan dapat menggunakan persamaan.

Persamaan yang digunakan yaitu :

          ∆Tb = Tb (larutan) – Tb (pelarut)

          ∆Tb = m . Kb

          Dimana

          ∆ Tb = Kenaikan titik didih

          M = molalitas

          Kb = tetapan kenaikan titik didih (oC kg/mol)

Salah satu contoh dari Kenaikan titik didih yaitu Distilasi. Distilasi adalah proses pemisahan senyawa dalam suatu larutan dengan cara pendidihan.

Larutan yang akan dipisahkan dengan zat terlarutnya, suhunya dinaikkan secara perlahan agar zat terlarut menguap dan dapat dipisahkan dengan pelarutnya.

Contoh penggunaan destilasi termasuk pemurnian alkohol, desalinasi, pemurnian minyak mentah, dan membuat gas cair dari udara.

1. Pemurnian minyak tanah

Tahap awal proses pengilangan berupa proses distilasi (penyulingan) yang berlangsung di dalam Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Distilasi Vacuum.

Di kedua unit proses ini minyak mentah disuling menjadi fraksi-fraksinya, yaitu gas, distilat ringan (seperti minyak bensin), distilat menengah (seperti minyak tanah, minyak solar), minyak bakar (gas oil), dan residu.

Pemisahan fraksi tersebut didasarkan pada titik didihnya.

Kolom distilasi berupa bejana tekan silindris yang tinggi (sekitar 40 m) dan di dalamnya terdapat tray-tray yang berfungsi memisahkan dan mengumpulkan fluida panas yang menguap ke atas.

Fraksi hidrokarbon berat mengumpul di bagian bawah kolom, sementara fraksi-fraksi yang lebih ringan akan mengumpul di bagian-bagian kolom yang lebih atas.

2. Membuat gas cair dari udara

Dalam praktiknya, pembuatan udara cair dilakukan secara skala besar industri dengan menggunakan proses pemisahan distilasi.

Udara sekitar diisap dan dikompresi hingga tekanan 200 atm sambil didinginkan. Kemudian diekspansi hingga 20 atm sehingga suhunya semakin dingin dan mencair.

Pada titik ini suhu udara mencapai -200°C. Iyah benar. -200°C, 200°C di bawah 0°C.

Setelah campuran udara mencair. Udara cair dilakukan proses distilasi bertingkat untuk mendapatkan masing-masing dari produk.

Dalam proses ini, suhu proses akan dinaikkan secara bertahap untuk memisahkan produk-produk udara.

Pada suhu -196°C nitrogen akan terpisah karena pada suhu ini merupakan titik didih nitrogen. Senyawa nitrogen yang terpisah kemudian didinginkan kembali agar mencair yang kemudian disimpan dalam wadah dewar.

Sedangkan, pada suhu -183°C akan memisahkan oksigen karena titik didihnya berada pada rentang ini.

Sama seperti nitrogen. Gas oksigen kemudian didinginkan agar mencair yang kemudian disimpan dalam wadah bertekanan.

3. Pembuatan Alkohol

Langkah dasar pembuatan alkohol adalah fermentasi- proses memecah gula menjadi etanol dan karbon dioksida.

Gas karbon dioksida sering kali dibiarkan keluar dari larutan. Dengan gula tak terbatas, kadar alkohol meningkat selama fermentasi hingga mencapai konsentrasi antara 12 dan 18%.

Prinsip distilasi alkohol didasarkan pada titik didih alkohol yang berbeda (78,5°C, atau 173,3°F) dan air (100°C, atau 212°F).

Nah tadi sudah dijelaskan tentang Distilasi, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya.*** (Penulis : Vito Andreansyah, Pelajar SMA Indocement.

0 Response to "Distilasi dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari"

Posting Komentar