Inilah 5 Contoh Penerapan Kenaikan Titih Didih dalam Kehidupan

Inilah 5 contoh penerapan kenaikan titik didih dalam kehidupan - Dalam kehidupan manusia sehari-hari pasti tidak dapat dipisahkan dari kimia. Tanpa di sadari peristiwa yang terjadi sehari-hari ada kaitannya dengan kimia.

Apa saja contoh peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita berhubungan dengan sifat koligatif larutan? Apa sih sifat koligatif larutan itu?

Jadi sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan, tetapi tidak tergantung pada jenis pelarutnya.

Sifat koligatif larutan meliputi penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas salah satu sifat koligatif larutan, yaitu kenaikan titik didih. Mari simak penjelasannya berikut ini.

Kenaikan titik didih adalah sifat koligatif, yang berarti bahwa kenaikan titik didih bergantung pada keberadaan partikel terlarut dan jumlahnya, tetapi tidak pada jenis zat tersebut.

Sifat ini adalah efek dari pengenceran pelarut dengan adanya zat terlarut. Kenaikan titik didih adalah fenomena yang terjadi untuk semua zat terlarut dalam semua larutan, bahkan dalam larutan ideal, dan tidak bergantung pada interaksi zat terlarut-pelarut tertentu.

Yuk langsung kita cari tahu, apa saja contoh kenaikan titik didih dalam kehidupan sehari-hari. 

1. Distilasi (Penyulingan Minyak Bumi)

Distilasi adalah proses pemisahan senyawa dalam suatu larutan dengan cara pendidihan. Larutan ini akan dipisahkan dengan cara menaikkan suhunya.

Suhunya dinaikkan secara perlahan agar zat terlarut menguap dan dapat dipisahkan dengan pelarutnya.

Sebelumnya kita perlu mengetahui titik didih zat terlarut tersebut. Agar waktu yang diperlukan untuk mendidihkan larutan tersebut dapat diketahui.

Kenaikan titik didih juga digunakan untuk mengklasifikasikan bahan bakar yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bensin, diesel, paraffin, dan lainnya. 

2. Penggunaan Panci Presto saat Memasak 

Hayo, siapa yang ibunya pernah masak menggunakan panci presto? Panci presto digunakan untuk membuat daging dan tulang lunak dalam waktu singkat.

Hal ini karena panci presto menggunakan prinsip kenaikan  titik didih. Yakni air akan mendidih pada suhu 100 derajat Celsius pada tekanan 1 atmosfer.

Karena panci ini terbuat dari stainless  steel yang kuat dengan tutup yang rapat, maka uap air yang yang dihasilkan saat proses pendidihan tidak mungkin keluar dan hanya terkumpul dalam panci presto.

Air inilah yang menyebabkan kenaikan tekanan di dalam panci, sehingga temperatur didihnya juga naik menjadi >100 derajat Celsius. 

3. Radiator Kendaraan Bermotor

Radiator yang biasa digunakan pada kendaraan bermotor memerlukan kemampuan yang bagus dalam mengendalikan panas yang dihasilkan ketika kendaraan digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Maka dari itu perhitungan akan kenaikan titik didih sangat diperlukan, karena cairan pada sebuah radiator harus memiliki titik didih yang tinggi untuk mendinginkan mesin tanpa harus kehilangan banyak cairan itu sendiri.

Jika titik didihnya rendah, maka cairan pada radiator akan lebih cepat menguap yang akhirnya menyebabkan radiator kehabisan cairan.

4. Penyulingan Gula 

Kalian tau kan gula dihasilkan dari batang tebu. Batang tebu tersebut akan diambil cairannya, yang kemudian akan digunakan dalam pembuatan gula kristal untuk konsumsi.

Dalam pembuatan gula, terdapat tahap dimana cairan tebu tersebut akan di didihkan. Suhu dimana cairan mendidih akan bergantung dari konsentrasi gula dalam cairan tersebut.

Dengan mengetahui tingkat kenaikan titik didih ini maka itu akan digunakan untuk memantau tingkat kejenuhan larutan sehingga akan bermanfaat dalam proses kristalisasi untuk menghasilkan kristal gula yang sempurna.

5. Memasak Menggunakan Garam 

Kalau kita memasak, pastinya kita menggunakan garam kan, tentunya untuk menambah rasa asin. Nah selain untuk menambahkan cita rasa, ternyata garam juga bermanfaat dalam kenaikan titik didih.

Contohnya ketika memasak air tentu air akan mengalami proses pendidihan ketika mencapai titik didihnya. Saat kita menambahkan garam ke dalam masakan tersebut, hal itu akan membuat titik didih dari air menjadi meningkat.

Akibatnya air akan mendidih dengan waktu yang lebih lama. Hal ini bermanfaat untuk memasak masakan tertentu yang membutuhkan proses pemanasan yang lebih lama dan lambat atau slow cooking sehingga air yang digunakan tidak mendidih terlebih dahulu.

Nah itulah tadi penjelasan tentang apa saja sih contoh penerapan sifat koligatif larutan yang salah satunya adalah kenaikan titik didih dalam kehidupan sehari-hari.

Sekarang sudah pada tau kan contoh-contoh nya. Semoga artikel ini bermanfaat buat kalian ya.*** (Penulis : Evi Innayah, Pelajar SMA Indocement.

Daftar Pustaka

https:///wiki/Kenaikan_titik_didih

https://mafia.mafiaol.com/2017/08/contoh-sifat-klogatif-larutan-dalam.html?m=1

http://indrinurazizah1.blogspot.com/2019/09/penerapan-sifat-koligatif-larutan-dalam.html?m=1

https://materiipa.com/kenaikan-titik-didih

https://www.pakarkimia.com/manfaat-kenaikan-titik-didih/

0 Response to "Inilah 5 Contoh Penerapan Kenaikan Titih Didih dalam Kehidupan"

Posting Komentar