Penurunan Titik Beku dan 3 Contoh Penerapannya dalam Kehidupan

Penurunan titik beku dan 3 contoh penerapannya dalam kehidupan - Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut tetapi hanya bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya. Jika zat terlarutnya banyak maka sifat koligatifnya akan semakin besar dan begitu juga jika zat terlarutnya sedikit maka sifat koligatifnya akan semakin kecil.

Hukum Roult merupakan dasar dari sifat koligatif larutan. Keempat sifat itu ialah:

1.Penurunan tekanan uap 

2.Peningkatan titik didih

3.Penurunan titik beku

4.Gejala tekanan osmotik.

Jadi gitu guys pembahasan mengenai Sifat Koligatif Larutan. Udah pada paham kan  mengenai sifat Koligatif Larutan?

Kalo sudah yuk kita lanjut ke materi selanjutnya yaitu penerapan penurunan titik beku dalam kehidupan sehari-hari kita.

Tunggu apa lagi? Ayo kita simak pembahasannya.

Pengetian Penurunan Titik Beku

Penurunan titik beku adalah penurunan titik beku pelarut akibat penambahan zat terlarut yang tidak mudah menguap.

Contohnya termasuk penambahan garam dalam air, alkohol dalam air, atau pencampuran dua padatan seperti pengotor menjadi obat bubuk halus.

Dalam kasus terakhir, senyawa yang ditambahkan adalah zat terlarut, dan padatan asli dianggap sebagai pelarut.

Larutan yang dihasilkan atau campuran padatan-padatan tersebut memiliki titik beku lebih rendah daripada pelarut atau padatan murninya.

Fenomena inilah yang menyebabkan air laut, (campuran garam dan lainnya dalam air) tetap cair pada suhu di bawah 0 °C (32 °F), titik beku air murni.

Penerapan Penurunan Titik Beku

1. Antibeku pada Radiator Mobil

Di daerah beriklim dingin, biasanya menambah etilen glikol ke dalam air radiator. Air radiator mudah membeku di daerah beriklim dingin jika keadaan ini di biarkan maka radiator akan cepat rusak.

Dengan penambahan etilen glikol ke dalam air radiator diharapkan titik beku air dalam radiator menurun, dengan kata lain air tidak mudah membeku.

2. Membuat Campuran Pendingin

Cairan pendingin adalah larutan berair yang memiliki titik beku jauh di bawah 0°C. Cairan pendingin digunakan pada pabrik es juga digunakan untuk membuat es putar.

Cairan pendingin dibuat dengan melarutkan berbagai jenis garam ke dalam air. Pada pembuatan es putar cairan pendingin dibuat dengan kepingan es batu dalam sebuah bejana berlapis kayu.

Pada pencampuran itu, es batu akan mencair sedangkan suhu campuran menurun. Sementara itu, campuran bahan pembuat es putar dimasukkan kedalam bejana lain yang terbuat dari bahan stainless steel.

Bejana ini kemudian dimasukkan kedalam cairan pendingin,sambil terus menerus diaduk sehingga campuran membeku.

3. Antibeku dalam Tubuh Hewan 

Hewan-hewan yang tinggal di daerah beriklim dingin, seperti beruang kutub memanfaatkan prinsip sifat Koligatif Larutan penurunan titik beku untuk bertahan hidup.

Darah ikan-ikan laut mengandung zat antibeku yang mampu menurunkan titik beku air hingga 0,8°C.

Dengan demikian, ikan laut dapat bertahan di musim dingin yang suhunya mencapai 1,9°C karena zat antibeku yang kandungan nya dapat mencegah pembentukan kristal es dalam jaringan dan selnya.

Hewan-hewan lain yang tubuhnya mengandung zat antibeku antara lain ada serangga dan ampibi.

Jadi sampai sini pembahasan kita mengenai sifat Koligatif, penurunan titik beku. Semoga bermanfaat dan dapat membantu ya guys.***

(Penulis : Dania Pramesthi Regita Cahyani (SMA INDOCEMENT)

0 Response to "Penurunan Titik Beku dan 3 Contoh Penerapannya dalam Kehidupan"

Posting Komentar