5 Hal Unik Turnamen Sepak Bola 'Rambut Perak'

5 Hal unik turnamen sepak bola 'rambut perak'  - Di Sumatera Barat, konon saat ini sedang gencar-gencarnya turnamen atau liga sepak bola antar kampung (baca: antar nagari). Misalnya di Kab. Tanah Datar, tengah berlangsung Turnamen Garuda FC Jokola, Turnamen Patameh Cup U-40 2021 dan Liga Salingka Tanah Datar U-35.

Armen (hitam, 7) pemain PSPAL Sijunjung dan Afrizal (biru, 73) pemain PSPP Padang Panjang dalam Turnamen Patameh Cup U-40, keduanya sudah berambut perak (dok.matrapendidikan.com)

Liga Salingka Tanah Datar U-35+ sudah menyelesaikan minggu pekan 15. Turnamen Jokola FC Cup sudah menyelesaikan babak semifinal. Sementara Patameh Cup U-40 memasuki babak semifinal.

Patameh Cup U-40 baru saja menyelesaikan Semifinal 1 antara PSPP Padang Panjang vs PSKB Bukittinggi yang dimenangkan PSPP Padang Panjang 3-1, Minggu sore (29/8/21).

Yang menarik untuk dibahas kali ini, tentulah turnamen sepak bola kategori umur, 35 tahun (U-35) dan 40 tahun (U-40).

Kedua turnamen berdasarkan kategori umur ini sering juga disebut dengan Turnamen 'Rambut Perak'.

Jika menilik umur, tentu wajar disebut turnamen 'rambut perak' karena tim peserta turnamen sudah tidak muda lagi. Matrapendidikan com cenderung menyebutnya dengan turnamen "para gaek sepak bola".

Berikut 5 hal unik sebagai catatan penting tentang turnamen :rambut perak'!

1. Dibawah turnamen usia muda

Sebagai salah satu media yang sering meliput langsung di lapangan, pamor turnamen rambut perak ini memang dibawah turnamen usia muda. Penontonnya tidak seramai turnamen yang diikuti oleh usia muda.

Boleh jadi karena anggapan, yang main bola para tetua sehingga tidak menarik ditonton. Padahal sesungguhnya, turnamen rambut perak tak kalah menarik.

Bahkan postur tubuh dan kegesitan pemain berambut perak ini melebihi pemain usia muda.

2. Resiko tawuran lebih kecil

Resiko tawuran tentu lebih kecil ketimbang turnamen biasa. Karena pemainnya sudah 'matang' sehingga mampu mengendalikan diri jika terjadi pelanggaran.

Sepak bola menjadi salah satu olahraga keras sehingga perlu stamina yang prima. Pengejaran dan perebutan bola pasti terjadi.

Dalam kondisi ini pelanggaran, benturan tak mungkin dihindari. Bahkan berujung cedera sementara pihak pelanggar dikenakan sanksi teguran dan kartu kuning maupun kartu merah oleh wasit yang memimpin pertandingan.

Namun sikap dan emosional mereka tetap terjaga sehingga mengurangi resiko keributan dan kekacauan di lapangan.

3. Mantan pemain bintang

Tim peserta turnamen rambut perak umumnya terdiri dari para pemain yang pernah berkiprah di dunia sepak bola pada satu atau dua dekade sebelumnya.

Saat ini mereka ada yang bertugas jadi pelatih, menejer dan sudah bekerja dengan aneka ragam profesi.

4. Untuk mengeluarkan keringat

Para pemain yang ikut dalam turnamen, bertanding untuk mengeluarkan keringat atau menyalurkan hobi yang sudah lama tidak digeluti.

5. Reuni dan silaturrahmi

Turnamen rambut perak menjadi ajang reunian bagi mantan pemain sepak bola di eranya masing-masing.

Boleh dikatakan, mengikuti suatu turnamen bagi pemain rambut perak akan berujung prestasi.

Tetapi ini tujuan nomor dua. Yang penting dapat bermain enjoy dan mengeluarkan keringat di lapangan sepak bola serta menjalin silaturahmi.

Tetap patuhi Prokes Covid-19 di tempat umum!***

0 Response to "5 Hal Unik Turnamen Sepak Bola 'Rambut Perak'"

Posting Komentar