Sifat Koligatif Larutan, Kenaikan Titik Didih dalam Kehidupan

Sifat koligatif larutan, kenaikan titik didih dalam kehidupan - Hallo semua! sebelumnya kalian sudah tahu belum apa itu sifat koligatif larutan?Sifat koligatif larutan yaitu penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik.

Sifat koligatif tidak bergantung pada hal selain jumlah zat terlarut apapun senyawa yang dilarutkan kedalamnya.

Nah kan kalian sudah tau apa itu sifat koligatif larutan, sekarang saya mau membahas contoh sifat koligatif larutan pada kenaikan titik didih, sebelum kita membahas contoh kenaikan titik didih saya mau membahas secara singkat pengertian kenaikan titik didih yaitu Kenaikan titik didih menggambarkan fenomena bahwa titik didih dari cairan (suatu pelarut) akan lebih tinggi ketika senyawa lain ditambahkan, yang berarti bahwa larutan akan memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada pelarut murninya.

Nah sekarang kita bisa membahas contoh dari kenaikan titik didih.

1. Memasak dengan Garam

Pernah tidak kalian memasak menggunakan Garam? Pastinya Garam sudah tidak asing lagi untuk beberapa orang , Garam adalah bahan yang luar biasa di dapur kita. Ini tidak hanya menambah rasa pada makanan kita tetapi juga meningkatkan titik didih air. Ini adalah contoh kenaikan titik didih. Sifat kimiawi di balik ini adalah ketika garam, yaitu natrium klorida, ditambahkan ke air, ia terdisosiasi menjadi ion natrium dan klorida.Ion-ion ini mengubah gaya antarmolekul antara molekul air. Bahkan tanpa zat terlarut bermuatan, menambahkan zat terlarut ke air akan meningkatkan suhunya karena peningkatan titik didih. Semakin banyak garam yang ditambahkan, titik didih akan semakin meningkat karena hal ini bergantung pada jumlah partikel yang terbentuk dalam larutan karena merupakan sifat koligatif.

2. Membuat Secangkir Teh di Pegunungan

Kita mungkin pernah mendengar bahwa sulit membuat secangkir teh atau kopi yang layak di pegunungan. Ini karena saat kita bergerak menuju ketinggian yang lebih tinggi, tekanan atmosfer lebih rendah dibandingkan dengan permukaan laut, dan karenanya, air mendidih pada suhu lebih rendah dari 100 derajat celsius. Jadi, uap air menguap lebih cepat,Sehingga teh lebih cepat jadi.

3. Penyulingan gula

Ketika tebu telah dipanen dan sari tebu diekstraksi, sari kni harus disuling untuk menghasilkan gula kristal yang dapat dikonsumsi. Pada tahap penyulingan gula, sari tebu akan direbus, dan suhu di mana larutan sari tebu mendidih akan tergantung pada konsentrasi gula. Sehingga ini bisa digunakan untuk memantau tingkat kejenuhan larutan dan kadar gula dalam larutan dan kemudian bisa dilakukan penambahan sari tebu bila kadar di dalam larutan terlalu rendah kadar gulanya.

4. Cairan Antibeku

Ethylene glycol atau cairan antibeku ditambahkan pada air di radiator kendaraan. Selain mencegah pembekuan air di mesin pada daerah dingin, antobeku juga berguna meningkatkan titik didih air. Dengan menaikkan titik didih, cairan ini akan melin air di mesin mobil dari mendidih ketika mesin panas sehingga tidak membuat mesin cepat rusak.*** (Penulis : Silviana Dewi Anastasya , SMA Indocement, Bogor)

0 Response to "Sifat Koligatif Larutan, Kenaikan Titik Didih dalam Kehidupan"

Posting Komentar